Saya termasuk orang yang jarang nonton serial tv Amerika. Terakhir kayaknya serial tv yang saya tonton itu Brothers and Sisters, itu pun nontonnya gak sampai tamat karena dvd-nya macet (maklum, dvd versi petani) dan saya keburu males kalo harus beli dvdnya lagi. Setelah itu, kayaknya gak ada lagi serial tv Amerika yang saya tonton dan saya lebih sering nonton dorama. Setelah Brothers and Sisters (yang lumayan saya suka), gak ada serial tv Amerika yang bikin saya tertarik buat nonton. Pas orang-orang heboh Glee pun, saya gak tertarik padahal kakak saya udah ngedownload beberapa episode dari serial itu (tapi pas ditayangin di tv akhirnya saya nonton juga). Tapi untuk Modern Family, entah kenapa saya langsung tertarik buat nonton serial ini setelah mendengar bahwa serial ini memenangi salah satu penghargaan Emmy Awards di kategori best comedy, mengalahkan Glee yang dielu-elukan banyak orang. Saya pun coba-coba mendownload episode 1-nya dan setelah menonton episode tersebut, dengan cepat saya langsung jatuh cinta pada serial ini
Modern Family adalah sebuah komedi situasi yang bercerita tentang tiga buah keluarga yang masing-masing saling berkaitan. Keluarga pertama adalah keluarga Jay Pritchett. Jay adalah seorang pria yang sudah bisa dimasukan ke kategori ‘berumur’. Ia memiliki seorang istri bernama Gloria, seorang wanita seksi asal Colombia yang usianya jauh lebih muda dari Jay dan sering kali disangka sebagai anaknya sendiri. Gloria sendiri memiliki seorang anak laki-laki bernama Manny, yang merupakan anak dari pernikahannya yang sebelumnya. Keluarga kedua adalah keluarga Phil & Claire Dunphy. Claire adalah anak pertama Jay (keluarga pertama) dari pernikahan yang sebelumnya. Mereka berdua memiliki tiga orang anak yang semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yaitu Haley, Alex, dan Luke. Lalu keluarga ketiga adalah keluarga Mitchell dan Cameron. Mitchell juga adalah anak Jay dan adik dari Claire. Ia dan Cam (panggilan Cameron) adalah pasangan gay yang sudah bersama selama 5 tahun dan baru saja mengadopsi seorang bayi cantik asal Vietnam yang dinamai Lily.
Sekilas, hubungan dalam keluarga besar tersebut mungkin akan terlihat agak aneh dan belibet. Tapi serial ini sendiri gak belibet kok dan tergolong ringan sehingga bisa dinikmati siapa saja. Serial ini mengalir dengan sangat sederhana. Masing-masing episode menceritakan kehidupan sehari-hari tiga keluarga tersebut disertai permasalahan-permasalahan yang menghiasinya. Dan, meskipun keluarga di atas terkesan sebagai keluarga tidak biasa, permasalahan-permasalahan yang ada merupakan permasalahan-permasalahan yang umum dan sering terjadi di banyak keluarga. Hal tersebut membuat serial ini semakin menarik karena dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Serial ini juga menggunakan gaya mockumentary yang membuat serial ini terlihat seperti reality show atau dokumenter (disertai wawancara karakter-karakternya di mana mereka mengomentari adegan-adegan yang baru saja terjadi). Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi serial ini, karena membuat serial ini terkesan semakin real meskipun ceritanya fiksi belaka. Selain itu, kelebihan lain dari serial ini ada pada humor serta karakteristik tokoh-tokohnya (serta akting yang memikat). Saya suka sekali dengan komedi yang disajikan oleh serial ini. Setiap episodenya selalu berhasil mengocok perut saya. Humornya segar, cerdas, dan tidak berlebihan. Unsur humor yang kuat tersebut juga dipengaruhi oleh karakteristik tokoh-tokohnya yang kuat. Hampir semua karakternya menonjol dan punya ciri masing-masing. Dan hampir semua karakternya lovable dan tidak ada yang terlihat menyebalkan. Karakter-karakter favorit saya di sini ada 3, yang pertama adalah Phil, suami Claire yang agak-agak bloon tapi sangat mencintai keluarganya dan selalu berusaha menjadi ayah yang baik, setiap adegan yang melibatkan dia pasti selalu membuat saya tertawa
; lalu yang kedua adalah Gloria, istri Jay yang seksi dengan logat Kolombia-nya yang kental, saya suka banget karakternya di mana dia terlihat sangat mencintai Jay dan selalu berusaha mendekatkan diri dengan anggota keluarga lainnya; lalu yang ketiga adalah Cameron, pasangan Mitchell yang drama queen dan punya banyak keahlian yang tak disangka-sangka. Karakter ini juga salah satu karakter pengundang tawa terbesar di serial ini. Selain mereka bertiga, karakter-karakternya lainnya juga memiliki keunikan masing-masing yang membuat serial ini semakin lucu.
Serial ini juga tidak sekadar lucu saja. Banyak yang bisa dipelajari dari serial ini, terutama dalam perihal menerima. Seperti yang bisa kita lihat, tiga keluarga ini semuanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun, mereka semua saling menyayangi satu sama lain. Misalnya Jay, meskipun awalnya agak canggung menerima kenyataan bahwa anaknya gay, tapi kasih sayangnya pada Mitchell tetap tidak berkurang sama sekali. Begitu juga dengan yang lainnya. Dengan segala macam perbedaan yang ada, mereka semua bisa saling menyayangi dan menghargai satu sama lain. Keluarga-keluarga lain yang bisa disebut sebagai keluarga normal mungkin tidak semuanya bisa seperti itu. Setiap episode dari serial ini juga selalu diakhiri dengan ending yang manis dan pesan-pesan yang menghangatkan hati. Ja,overall, saya kasih nilai sempurna untuk serial tv satu ini. Highly recommended
P.S: Season pertamanya berjumlah 24 episode. Season 2-nya sedang tayang di Amerika sana dan belum tamat.
Rating : 1 2 3 4 5




hehe Gay lagi ngetren ya ;p
Keliatannya seru, dah lama bgt sy ga nntn komedi series keluarga dr Amrik…sejak TV kita makin menggila dgn sinetron
Ini sy bgt!! smp dah muncul di TV pun msh belum nntn.
Akhir2 ini sy lebih tertarik dgn karya2 orang Eropa. Coba deh cari Sherlock (mini series dr BBC),br nntn 1 episode aja sy dah tergila2 n mengiklankan ke semua org
Tampaknya, hehe. Iya seru banget. Luar biasa kocak dan selalu bikin ketawa. Nonton deh
Ini pun glee cuma bertahan sampe episode 13 *soalnya yg didonlot cuma segitu*, dan lupa nonton terus tiap ada di tv. Menghibur sih tapi agak2 nyinetron gitu kalo kata saya
Oh sherlock ya, pernah denger soal serial itu. Sip, dimasukin ke daftar tunggu tontonan saya deh
Hmmm… berminat bahas mini seri “The Walking Dead”?

Bagus banget, saya suka, ceritanya tentang perjuangan sekelompok orang yang selamat di tengah2 zombie.
Sekali2 mungkin Priska pengen bahas pilem dengan genre horror-drama-thriller kayak gitu.
Wah iya tuh pgn bgt nntn series itu sejak teman blogger saya, Robert Lee, rajin ngereview series itu. Tapi mana mungkin disiarin disini…ujung2nya beli dvd bajakan deh.
@Asop & Novroz:
waaah mini seri ya, berapa episode? kayaknya menarik. masuk daftar yg harus dicari deh
Berapa episodenya ga tau juga, tapi kalo kata si Robert ini berdasarkan komik
Cuman enam episode, udah saya donlot semua.


Baru nonton episode 1 doang (kebiasaan buruk saya), tapi bagus banget, gak bisa dibilang proyek main2, karena dekorasinya, kota yang mati, zombie-nya, semua luar biasa bagus.
Iya lah, di imdb.com dapet skor banget.
Nanti rencana tahun ini mau ada season kedua.