Feeds:
Posts
Comments

Archive for February 3rd, 2010

Setiap manusia pada umumnya mengalami siklus kehidupan seperti ini: bayi-balita-anak-anak-remaja-dewasa-lanjut usia. Namun, tidak begitu dengan Benjamin Button (Brad Pitt). Ia terlahir dalam keadaan tua. Hal itu menyebabkan ayahnya membuangnya di depan sebuah panti jompo. Benjamin lalu dipungut oleh Queenie (Taraji P. Henson), sang pengurus panti jompo tersebut, yang kemudian mengasuh Benjamin dengan penuh kasih sayang seperti pada anaknya sendiri.

Pada umur tujuh tahun, fisik Benjamin terlihat seperti kakek-kakek 70 tahun. Dan, semakin bertambah usianya, semakin muda pula tampilan fisiknya. Saat ia masih kecil (dengan tampang kakek-kakek tentunya) Benjamin jatuh cinta pada Daisy (versi dewasa diperankan oleh Cate Blanchett), gadis kecil yang merupakan cucu dari salah satu penghuni panti jompo tempat ia tinggal. Ia lalu berteman dengan Daisy, yang menyadari bahwa Benjamin tidak setua tampangnya. Namun, pada suatu saat mereka berpisah. Benjamin bekerja di kapal dan Daisy  memulai karirnya sebagai penari balet. Ketika dewasa mereka bertemu lagi. Dan, setelah melalui beberapa kejadian mereka lalu menjadi pasangan dan hubungan mereka menghasilkan seorang anak perempuan yang manis bernama Caroline. Masalah timbul antara kedua pasangan ini, karena semakin lama fisik Benjamin semakin muda (meskipun dalemya mah tetep aja makin tua) sedangkan Daisy semakin tua. Hal itu membuat keduanya berpisah dan Daisy kemudian menikah dengan orang lain.

Ya, jadi film ini menceritakan kehidupan Benjamin Button dari lahir sampai meninggal (meninggal dalam wujud bayi kecil nan imut yang dalem-nya sih udah lansia ^^) melalui sebuah buku harian yang dibacakan oleh Caroline, atas permintaan Daisy, ibunya, yang kini sudah jadi lansia dan sedang dalam keadaan sekarat. Film ini bersetting pada masa akhir perang dunia ke-1.

My Opinion:

Ini adalah film bagus dengan ide yang menurut saya sangat unik. Sayangnya, film ini hadir dengan alur yang begitu lambat dan bisa bikin orang yang menontonnya ketiduran (ya, contohnya saya). Di bagian tengah film ini begitu membosankan, dan saya sampe ketiduran beberapa detik gara-gara itu. Namun, menjelang akhir ceritanya mulai naik lagi (istilah apa itu naik?) dan membangkitkan minat saya lagi.

Film ini mengingatkan saya pada film dengan tema serupa seperti Big Fish dan Forrest Gump (karena menceritakan kehidupan seseorang). Tapi sayangnya, menurut saya film ini meskipun memiliki cerita yang bagus tapi gak semenarik dua film yang saya sebut di atas. Mungkin karena (lagi-lagi) alurnya yang lambat itu ya, film ini akan terlihat membosankan. Tapi, di luar kekurangannya tersebut, saya suka film ini. Scene-scene-nya cantik dan indah. Dan yang paling perlu diacungi jempol dari film ini adalah MAKE UP ARTIST-nya. Hebat banget sih, bisa mengubah si ganteng Brad Pitt menjadi kakek-kakek tua, setengah tua, bapak-bapak, dan anak muda tanpa keriput *alah*. Begitu juga dengan penampilan Cate Blanchett dari remaja menjadi ibu-ibu dan nenek-nenek. Semuanya terlihat begitu alami, gak keliatan dibuat-buat!

Untuk soal akting, gak ada yang istimewa dari akting Brad Pitt di sini. Mungkin karena karakter Benjamin-nya juga ya. Entahlah, meskipun karakter ini bisa dibilang istimewa karena siklus hidupnya yang terbalik, tapi kepribadiannya tampak flat-flat saja. Namun, untuk Cate Blanchett, saya suka aktingnya di sini sebagai perempuan bebas yang tidak bisa menari lagi sejak mengalami kecelakaan. 4 jempol buat dia.

Ja, kesimpulannya, film ini adalah film yang bagus, tapi dibutuhkan kesabaran yang tinggi dalam menontonnya (karena alurnya yang lambat itu). 4 bintang deh.

My Rating: 4 / 5

Advertisements

Read Full Post »