Feeds:
Posts
Comments

Archive for April 2nd, 2010

Tertarik nonton film ini karena judulnya yang kelihatan ‘lezat’ (saya selalu tertarik nonton film bertema makanan :P) dan karena pemeran utamanya adalah Brittany Murphy, aktris Hollywood yang belum lama ini meninggal dunia. Hasilnya, not bad. Film ini lumayan, gak bagus banget tapi juga gak jelek. Standar-standar aja lah. Oke, jadi film ini bercerita tentang Abby (Brittany Murphy), seorang perempuan asal Amerika yang rela menyusul pacarnya yang bekerja di Jepang karena tidak tahan dengan hubungan jarak jauh. Namun malangnya, pacarnya yang bernama Ethan itu justru tidak menginginkan kehadirannya dan meninggalkannya begitu saja ke kota lain. Di tengah kedepresiannya akibat ditinggal Ethan, Abby  yang tengah merokok di beranda melihat sebuah restoran ramen kecil di seberang apartemennya. Restoran ramen itu tampak bersinar dan seolah-olah memanggil Abby untuk datang ke tempat itu. Abby pun datang ke restoran itu, tapi begitu masuk sang pemilik berkata (dalam bahasa Jepang) bahwa restorannya tersebut sedang tutup. Namun, Abby sama sekali tidak beranjak pergi, ia malah menangis sehingga membuat pemilik restoran tersebut kasihan dan akhirnya membuatkan Abby ramen.

Keesokan harinya Abby datang lagi ke restoran itu dan ia terkagum-kagum karena ramen buatan sang pemilik restoran bisa membuat orang yang memakannya jadi bahagia dan tertawa. Dengan mantap, akhirnya Abby memohon pada Maezumi (si pemilik restoran) untuk mengajarinya membuat ramen. Akhirnya, karena permintaan (sebenarnya lebih tepat karena paksaan) Abby, Maezumi mau menjadi sensei (guru)-nya. Namun, selama belajar membuat ramen tersebut, bukan berarti Abby tidak menemui kendala. Sifat Maezumi yang keras dan galak membuat banyak ketegangan dan pertengkaran terjadi di antara mereka (apalagi keduanya pun tidak saling mengerti bahasa masing-masing). Misalnya, sebelum memulai belajar membuat ramen, Abby dituntut untuk membersihkan segala barang yang ada di restoran (dan pekerjaannya ini selalu ‘kurang beres’ sehingga membuat Maezumi kesal). Lalu, apa yang akan terjadi selanjurnya? Apakah Abby akan sukses menjadi pembuat ramen? Silakan deh tonton saja.

Seperti yang saya tulis di atas, film ini termasuk dalam kategori ‘lumayan’ dan cukup menghibur. Selain itu setting-nya yang di Jepang menambah daya tarik film ini untuk saya yang memang menyukai negeri sakura itu 😛 Dalam film ini saya belajar untuk tidak menyerah pada keinginan kita sendiri. Abby yang sempat menyerah karena tidak tahan dengan sifat Maezumi yang keras, akhirnya kembali ke restoran itu karena ingat alasan kenapa dia mau belajar ramen. Hal tersebut memberi pesan pada kita agar tidak gampang mengakhiri sesuatu yang sudah kita mulai dengan begitu saja.

Akting almarhumah Brittany Murphy di sini buat saya tidak jelek, tapi juga tidak bagus. Adegan saat dia menangis di restoran ramen menurut saya terlalu maksa dan dibuat-buat (juga adegan saat dia tertawa setelah memakan ramen). Tapi akting-aktingnya di adegan lain lumayan baik juga (seperti saat dia membalas kata-kata kasar Maezumi). Yang saya suka sih chemistry-nya dengan Maezumi, si ramen chef yang menjadi sensei-nya Abby ini. Abby tidak selalu diam saja saat Maezumi memarahinya *malah sering balik membalas*, sehingga membuat hubungan antara guru dan murid ini jadi lucu dan memancing tawa. Apalagi perbedaan bahasa cukup membuat hubungan di antara keduanya bertambah lucu. Tiap Maezumi ngomong panjang lebar dengan bahasa Jepang, Abby terlihat sangat khusuk memperhatikan, tapi setelahnya ia lalu berkata “aku tidak mengerti”. Oh iya, kisah roman-nya bersama seorang cowok Jepang bernama Toshi lumayan manis juga. Sayang, cowok jepangnya kurang cakep *apa sih*

Ramennya sendiri entah kenapa kurang menggoda, padahal saya kira setelah nonton film ini saya bakal ngidam  berat sama ramen. Tapi penampilan makanan satu ini kurang menggiurkan *dan gak begitu banyak lagi* di film ini. Dan, oh ya, film ini mengajarkan bahwa dalam membuat ramen tidak hanya dibutuhkan keterampilan memasak saja, tapi juga dengan hati atau ‘cinta’. Satu hal yang cukup klise tapi ya namanya juga film :p Oke deh segini aja review dari saya. Secara keseluruhan film ini lumayan menghibur. 3 bintang cukup 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »