Feeds:
Posts
Comments

Archive for May 27th, 2010

Udah penasaran sama film ini dari dulu, karena EITA dan Ueno Juri (aktor – aktris Jepang favorit saya) bermain bersama di film ini. Dan kebetulan akhir-akhir ini saya lagi ngikutin dorama Sunao ni Narenakute yang juga memasang mereka berdua sebagai pemain utama. Well, karena gemas melihat mereka berdua di dorama itu, saya jadi pengen liat dorama / film mereka yang lain (mereka juga pernah bermain bersama di Nodame Cantabile dan Last Friends, yg dua-duanya udah pernah saya tonton), dan pilihan saya jatuh kepada Summer Time Machine Blues, beruntung saya nyari-nyari film ini di internet akhirnya dapet juga link download-nya 😀

Jangan pedulikan posternya yang terkesan nge-dangdut karena ternyata film ini bagus sekali. Well, menurut saya, sebuah film bisa dikatakan berhasil kalau bisa membuat penonton merasa terhibur dan menikmatinya sepanjang film itu berlangsung (walau dengan tema seremeh temeh apa pun). Dan film ini berhasil melakukannya. Meskipun adegan-adegan awal dari film ini membuat saya bingung, tapi adegan-adegan selanjutnya memberikan saya kepuasan dan mulai menjelaskan kenapa segala hal tersebut bisa terjadi. Oke jadi film ini bercerita tentang apa sih? Kalo liat dari judulnya, mungkin kalian bisa menebak apa yang diceritakan oleh film ini. Yak, time machine alias mesin waktu. Jadi film ini bercerita tentang masa liburan musim panas anak-anak klub sci-fi (yang berjumlah 5 orang) dan klub fotografi, yang bergabung dalam satu ruangan karena klub fotografi anggotanya hanya sedikit (cuma dua orang, salah satunya karakter yang dimainkan Ueno Juri). Suatu hari, terjadi sebuah insiden (yang sebelumnya didahului oleh beberapa keanehan) yang menyebabkan remote AC ruangan tersebut terkena tumpahan coke sehingga remote AC tersebut rusak dan AC ruangan tersebut tidak bisa dinyalakan. Hal tersebut membuat mereka sangat menderita *duh, bahasanya mulai lebay* karena cuaca saat itu sedang panas-panasnya. Keesokan harinya, tiba-tiba mereka kedatangan orang aneh yang ternyata datang dari masa depan beserta mesin waktu yang membawanya kemari. Awalnya mereka tidak percaya dan menganggap mesin waktu tersebut sebagai mainan atau alat untuk mengerjai mereka saja. Salah satu dari mereka, yaitu Soga (Minenori Nagano), akhirnya mencoba kembali ke satu hari yang lalu dengan mesin waktu tersebut, dan mesin tersebut benar-benar berfungsi! Dan Soga tidak bohong karena hal tersebut bisa dibuktikan dengan foto yang diambil sehari yang lalu oleh anak klub fotografi. Akhirnya, setelah mengetahui bahwa mesin waktu itu memang berfungsi, mereka  memutuskan menggunakannya untuk…… mengambil remote AC yang belum ketumpahan coke kemarin *jedang!* Apakah misi mereka akan berhasil? Apalagi setelah itu Takuma (Eita) dan teman-temannya yang tidak ikut kembali ke masa lalu menyadari bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi karena akan menimbulkan suatu kontradiksi (hmm…gimana yah menjelaskannya, biar ngerti tonton aja deh film ini :P). Jadi, apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya? Tonton aja deh.

Film ini benar-benar menghibuuuuur. Saya suka film ini <3. Yang paling saya suka dari film ini adalah di mana segala hal yang terjadi di film ini digambarkan dengan sangat masuk akal. Semua keanehan yang terjadi di bagian awal yang mungkin membuat kening kita berkerut akan dijelaskan melalui kejadian-kejadian yang mereka alami setelah menggunakan mesin waktu (seperti mengenai siapakah pencuri Vidal Sassoon). Padahal awalnya saya sempet ragu dan berharap akan menemui sesuatu yang tidak masuk akal dari film ini, tapi ternyata tidak ada, sutradaranya benar-benar teliti dan rapi menghubungkan adegan-adegan yang ada di film ini. Salut deh. Sebelumnya juga saya sempet bertanya-tanya bukankah akan terjadi kekacauan jika manusia mengubah masa lalu, sementara di masa depan tersebut (sebelum mereka menggunakan mesin waktu) tidak ada yang berubah sama sekali. Dan hal tersebut ternyata akhirnya dibahas juga di film ini. Hehe, sepertinya sutradaranya bisa membaca pikiran penonton mengenai film ini.

Selain jalinan ceritanya yang nyambung dan masuk akal, poin kedua yang saya suka dari film ini adalah humor-nya. Yap, melalui tingkah anak-anak klub sci-fi (yang sebetulnya pada gak ngerti sama sekali mengenai sci-fi) yang lucu tapi gak berlebihan, film ini menjadi sangat segar dan menghibur. Akting mereka sangat natural dan kalopun agak lebay tapi lebay-nya wajar. Oh ya dan yang paling penting EITA terlihat sangat manis di sini *halah*. Selain para anggota klub sci-fi, akting pemeran-pemeran lainnya pun bagus-bagus, seperti Ueno Juri yang sangat pas berperan sebagai Haruka, anggota klub fotografi yang sangat cuek. Satu lagi yang harus saya acungin jempol aktingnya adalah Kuranosuke Sasaki yang berperan sebagai guru pembimbing klub sci-fi yang ketika berteori sering dicuekin oleh murid-muridnya. Kocak banget adegan-adegan yang melibatkan guru satu ini 😀

Well, secara keseluruhan film ini recommended kok. 4 bintang :))

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »