Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 26th, 2011

[MOVIE] Heathers (1988)

Siapa yang tidak senang menjadi siswa/siswi paling populer di sekolah? Veronica Sawyer (Winona Ryder) mungkin salah satunya. Dia adalah salah salah satu siswi paling populer di Westerburg High School, bersama dengan tiga orang teman satu “geng”-nya yang semuanya bernama Heather. Seperti cewek-cewek populer di kebanyakan teen flick, geng ini punya tabiat buruk yaitu senang “menganiaya” siswa-siswi lainnya yang tidak populer seperti mereka. Namun, Veronica tidak menyukai hal itu. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan tetap membiarkan hal-hal buruk yang dilakukan teman-temannya itu.

Suatu hari, kesabaran Veronica tampaknya hampir mencapai batas. Karena suatu kejadian, ia menjadi marah besar pada Heather Chandler (Kim Walker), si ketua geng yang paling jahat dan licik. Dengan bujukan J.D (Christian Slater), seorang siswa baru yang begitu pertama kali bertemu langsung membuatnya jatuh hati, Veronica lalu mencoba membalaskan dendamnya dengan mencoba mengerjai Heather Chandler. Siapa yang menyangka, hal tersebut malah menyebabkan Heather tewas. Untuk menutupi perbuatan mereka, Veronica dan J.D lalu membuat tewasnya Heather menjadi terlihat seperti peristiwa bunuh diri. Setelah itu, kejadian yang sama terulang. Dua orang siswa laki-laki bernama Kurt dan Ram mereka bunuh karena telah menyebar isu bohong tentang Veronica. Dan lagi-lagi, peristiwa tersebut mereka buat seolah-olah seperti peristiwa bunuh diri.

Dua peristiwa bunuh diri bohongan tersebut ternyata menimbulkan suatu pengaruh tersendiri pada murid-murid Westerburg. Martha, seorang siswi gendut yang sering dikerjai para Heather, mencoba bunuh diri tapi menemui kegagalan. Hal itu membuat Veronica merasa bersalah karena sebenarnya ia tidak pernah berniat membunuh orang. Itu semua karena J.D, yang tampaknya punya luka mendalam karena waktu kecil ditinggalkan oleh ibunya dengan cara yang tragis, menjadikan ia tumbuh menjadi remaja pendendam yang tidak peduli pada kematian orang lain. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sila kak, ditonton.

Menurut saya, film ini adalah film yang lucu sekaligus mengerikan. Lucunya sendiri bukan lucu seperti pada film komedi biasa, tapi lucu karena hal-hal buruk seperti kematian-kematian yang ada di film ini semuanya terasa seperti lelucon. Ya, intinya komedi di sini adalah komedi satir (atau black comedy). Hal tersebut terlihat melalui reaksi murid-murid atau guru-guru terhadap peristiwa bunuh diri palsu yang terjadi pada murid-murid Westerburg. Rapat guru, doa murid-murid di pemakaman, semuanya terasa seperti lelucon. Tapi bukankah komedi satir memang seperti itu?

Terus terus, buat saya film ini juga mengerikan. Mengerikan di sini bukan mengerikan karena filmnya seram atau menegangkan. Biarpun ada bunuh-bunuhan tapi ini bukan film thriller atau horror kok. Yang mengerikan di sini adalah tingkah para remaja di Westerburg ini, yang membuat saya bersyukur karena masa SMA saya baik-baik saja. Yang mengerikan lagi, peristiwa bunuh diri di sini terasa seperti biasa dan seolah-olah menjadi tren atau cara untuk menarik perhatian. Yang lucu adalah ketika ada seorang guru bertemu Veronica dan berkata kira-kira begini: “Veronica, kenapa kamu di sini? J.D bilang kamu bunuh diri kemarin malam” dengan ekspresi biasa.

Dari segi karakter, karakter-karakter di sini adalah karakter-karakter yang tidak mau saya temui seumur hidup saya. Veronica sendiri adalah karakter paling waras di sini. Tapi menurut saya dia bego juga karena dengan gampangnya terjerat pada rayuan J.D yang ternyata psycho. Cowok yang baru sehari ketemu sama cewek terus malemnya langsung menyelinap ke kamar si cewek itu jelas-jelas total freak you knooow. Tapi yah, namanya juga film. Tapi di luar itu Winona Ryder bagus aktingnya. Christian Slater juga, yang cuma dari cara dia menatap, bisa keliatan kalo dia itu rada freak. Overall, film ini menghibur kok. Film ini dengan sukses menyatirkan peristiwa bunuh diri yang terjadi di kalangan remaja (biarpun di sini bunuh dirinya palsu). Film ini juga menunjukan pada kita, bahwa kepopuleran bukanlah segalanya. Buat apa jadi populer kalo ujung-ujungnya malah bikin gak nyaman dan bikin kamu jadi membenci diri sendiri? So, buat penyuka teen flick ataupun penyuka komedi satir, boleh tuh ditonton.

Rating : 1 2 3 3,5 4 5

Read Full Post »