Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘callan mcauliffe’

Salah satu hal paling menyenangkan ketika menonton film adalah ketika kita menonton film tanpa ekspektasi apa-apa dan ternyata film yang kita tonton itu berhasil meninggalkan kesan yang dalam di hati kita. Hal itulah yang saya rasakan ketika menonton Flipped, sebuah film karya sutradara Rob Reiner (When Harry Met Sally, The Bucket List). Film ini mungkin luput dari perhatian banyak orang, termasuk saya yang sebelumnya gak pernah ngeh sama keberadaan film ini. Saya pun nonton film ini karena lagi mood buat nonton film-film ringan nan menyenangkan, dan beberapa waktu yang lalu saya sempat denger ada yang bilang kalau film ini bagus dan ringan. Tapi teteup, saya gak berharap banyak-banyak pas nonton film ini dan tanpa disangka-sangka film ini menjadi sebuah kejutan manis di masa liburan saya yang biasa-biasa saja ini. Ya, saya dibuat jatuh cinta oleh film ini.

You never forget your first love, itu adalah tagline dari film ini. Dan seperti kata taglinenya, film ini bercerita tentang cinta pertama, sebuah tema yang sederhana bukan? Namun, jangan remehkan tema sederhana macam ini, karena kesederhanaannya tersebut berhasil digarap dengan baik dan menjadikan film ini menjadi sangat manis dan nyaman ditonton dari awal sampai akhir. Film ini bercerita tentang sepasang anak remaja bernama Juli Baker (Madeline Carroll) dan Bryce Loski (Callan McAuliffe). Mereka pertama bertemu ketika umur mereka sama-sama 7 tahun. Waktu itu adalah ketika masa sebelum mereka memasuki kelas 2 sekolah dasar, dan Bryce kebetulan baru pindah ke rumah seberang rumah Juli. Pertama bertemu, Juli langsung jatuh cinta pada Bryce (atas dasar mata Bryce yang katanya keliatan selalu bersinar). Juli selalu mendekati Bryce, tapi sayangnya Bryce selalu merasa terganggu dengan keberadaan Juli yang dianggapnya sebagai anak aneh. Ketika mereka masuk SMP, keadaan tetap tidak berubah. Juli tetap menyukai Bryce dan Bryce tetap membenci Juli. Sampai beberapa kejadian membuat segalanya menjadi terbalik alias flipped (seperti judul filmnya). Perilaku Bryce yang sering mengecewakan Juli membuat Juli mulai menyadari bahwa Bryce sebenarnya tidak berarti sama sekali, dan membuat Juli mulai membenci Bryce. Dan hal itu malah membuat Bryce menjadi merindukan Juli dan membuat ia mulai menyukai perempuan yang punya hobi memanjat pohon dan memelihara ayam itu. Lalu apa yang akan terjadi pada mereka berdua?  Apakah suatu saat mereka akan berada di posisi yang tidak bertolak belakang lagi seperti biasanya? Tonton aja kakak 😀

Kalo dilihat dari sinopsisnya, mungkin kamu akan menganggap ceritanya sangat biasa. Ya, cerita film ini memang biasa dan simpel banget. Tapi itulah yang saya suka dari film ini. Kesederhanaannya ini mengingatkan saya pada film-film Jepang yang sering mengangkat kehidupan sehari-hari sebagai latarnya, dan saya udah jarang menemukan film-film Hollywood yang seperti itu akhir-akhir ini. Di luar kisah cinta, film ini memang banyak menekankan tentang kehidupan, terutama mengenai cara manusia memandang kehidupan. Berhubungan dengan hal itu, film ini memiliki dua sudut pandang di dalamnya, yaitu sudut pandang Bryce dan sudut pandang Juli. Dengan hal itu, kita bisa tahu apa yang ada di benak mereka dan cara mereka menghadapi hal atau masalah yang ada di sekitar mereka. Dan seperti pada judulnya, melalui film ini kita bisa merasakan bahwa  segalanya bisa berubah dalam hidup ini. Orang yang dulunya kamu benci bukan tidak mungkin nantinya bisa saja menjadi orang yang paling kamu cintai, dan vice versa. Segalanya bisa berubah menjadi terbalik, termasuk perasaan manusia.

Untuk akting, semua pemain dalam film dengan cerita berlatar tahun 60-an ini semuanya menunjukan akting yang bagus, terutama Madeline Carroll yang berperan sebagai Juli Baker. Saya suka banget sama karakter Juli ini. Saya suka banget cara dia memandang kehidupan ini dan juga cara dia menyayangi pohon dekat rumahnya dan ayam-ayam peliharaannya, plus semangatnya yang besar itu bikin dia semakin memiliki nilai lebih. Well, dari film ini saya banyak belajar dari karakter ini.

Ja, segini aja review dari saya. Overall saya suka banget sama film ini. Biarpun sederhana, film ini berhasil meninggalkan kesan yang dalam di hati, dan berhasil bikin saya jadi senyum-senyum sendiri abisnya. Film ini juga nyaman banget ditonton, dan film ini adalah tipe film yang akan saya tonton berulang kali. Oh ya, kalo harus membandingkan sama film bertema serupa, contohnya Crazy Little Thing Called Love yang sama-sama bercerita tentang cinta pertama (dan jauh lebih tenar di Indonesia), saya jauh lebih suka Flipped. Jadi buat kalian penyuka film-film manis nan romantis, atau film-film yang bercerita tentang kehidupan, sangat direkomendasikan untuk menonton film ini.

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »