Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dustin hoffman’

Seperti biasanya, saya baru nonton film produksi tahun 1979 ini kemaren-kemaren #telatdotcom. Film yang dibintangi oleh Dustin Hoffman dan Meryl Streep ini sebenarnya memiliki cerita yang sangat sederhana, tapi deeeeeeeeep *baca: dalem* banget dan sangat meninggalkan kesan yang dalam buat saya.

Ted Kramer (Dustin Hoffman) adalah seorang pekerja di perusahaan periklanan yang sangat ambisius dan workaholic. Suatu hari, di saat dia mendapat berita baik mengenai pekerjaannya di kantor, saat ia pulang ke rumah, istrinya, Joanna (Meryl Streep) sudah mengepak barang dan berniat meninggalkan Ted karena merasa tidak bahagia selama perkawinannya. Joanna pergi begitu saja entah kemana, meninggalkan Ted dan putranya, Billy (Justin Henry), yang masih sangat kecil. Awalnya Ted merasa kesal dan marah pada Joanna, apalagi dengan kepergian Joanna, ia harus mengasuh Billy seorang diri, suatu hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan karena pekerjaan mengasuh Billy adalah pekerjaan Joanna yang seorang ibu rumah tangga. Banyak hal yang terjadi antara Ted dan Billy. Di bagian awal, Ted sering merasa kesal sendiri saat mengasuh Billy, misalnya saat ia memasak French toast yang berakhir gosong, atau di saat Billy tidak mau menuruti aturannya. Namun, dengan berlalunya waktu, Ted mulai menikmati pekerjaannya dalam mengasuh Billy, malah ia jadi sering melalaikan pekerjaan kantornya karena lebih memprioritaskan kepentingan Billy. Kepergian Joanna membuat rasa sayang Ted pada Billy jadi lebih besar daripada sebelumnya. Namun, berbulan-bulan setelah kepergian Joanna, ia hadir kembali menemui Ted dan tiba-tiba meminta hak asuh atas Billy. Ted tentunya tidak menerima hal itu, dan persidangan dalam memperebutkan hak asuh Billy pun dimulai. Apa yang terjadi selanjutnya? Siapakah yang akan memenangkan persidangan ini? Tonton aja deh.

Seperti yang saya bilang di atas, film ini hadir dengan tema yang sederhana tapi sangat menyentuh. Saya suka sekali melihat interaksi antara Ted dan putranya, Billy. Pada awalnya mereka tidak begitu akur karena Billy lebih dekat dengan ibunya. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan ayah dan anak ini menjadi sangat dekat dan tak terpisahkan. Chemistry antara Dustin Hoffman dan Justin Henry (Billy) sangat pas sehingga saat kedua orang ini akan dipisahkan, saya tidak rela dan jadi kesal setengah mati pada karakter Joanna yang diperankan oleh Meryl Streep. Dustin Hoffman menampilkan aktingnya yang sangat bagus di film ini. Begitu juga dengan Meryl Streep, yang meskipun penampilannya di film ini tidak begitu banyak (karena di separuh film ia menghilang), tapi tetap menampilkan aktingnya yang sempurna sebagai seorang istri yang tidak bahagia dalam perkawinannya. Justin Henry yang berperan sebagai si kecil Billy pun tidak kalah dengan Dustin Hoffman dan Meryl Streep yang berperan sebagai orang tuanya. Tidak heran ketiga pemain utama film ini semuanya dinominasikan dalam ajang Academy Award (yang kemudian dimenangkan oleh Dustin Hoffman pada kategori Best Actor in a Leading Role dan Meryl Streep pada kategori best actress in supporting role).

Melalui perpisahan antara pasangan suami istri tersebut, selain membuat Ted belajar untuk lebih mencintai anaknya, ia juga jadi lebih memahami perasaan mantan istrinya. Awalnya ia tidak mengerti kenapa Joanna meninggalkannya begitu saja dan amat marah pada mantan istrinya tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu, ia mulai mengerti dan timbul perasaan bersalah pada dirinya yang dulu lebih mementingkan diri sendiri dan selalu membatasi Joanna untuk melakukan hal yang diinginkannya. Dan, meskipun saya kesal pada karakter Joanna ini, sebenarnya karakter ini juga tidak bisa dipersalahkan begitu saja. Banyak faktor yang membuat ia meninggalkan Ted, dan membuat kita mengerti akan tindakannya. Film ini juga mengajarkan kita mengenai hubungan antara suami dan istri, bahwa seorang istri tidak boleh terlalu dikekang atau tidak diperbolehkan melakukan hal yang diinginkannya (misal: bekerja). Hal itu terjadi pada Joanna yang kemudian meninggalkan Ted karena ingin melakukan hal yang ia inginkan.

Ja, segini aja review saya. Film ini ‘dalem’, menyentuh, dan amat berkesan. Dan meskipun film ini adalah film tahun 70-an, tapi tetap menarik untuk ditonton sampai sekarang. Saya kasih nilai sempurna deh 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »