Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘eguchi yosuke’

Jika ada orang yang sangat menyukai makan siang lebih dari apapun, orang itu pastilah Mugita Natsumi (Takeuchi Yuko). Natsumi sangaaat menyukai makan siang. Baginya, makan siang adalah hal utama yang membuat dirinya bersemangat. Pada suatu hari, di saat ia sedang menyantap makan siangnya di suatu restoran, seorang pria tak dikenal menariknya keluar dan membawanya ke suatu tempat. Pria yang ternyata pelanggan di coffee shop tempat Natsumi bekerja itu mengatakan bahwa ayahnya saat ini sedang sakit. Dan ia yang sudah dua tahun tidak berhubungan dengan ayah serta keluarganya itu ingin pulang dan membangun kembali hubungannya dengan keluarganya. Oleh karena itu, pria itu meminta Natsumi untuk pura-pura menjadi tunangannya, karena ia butuh alasan agar bisa pulang. Awalnya, Natsumi menolak mentah-mentah permintaan pria aneh tersebut. Namun, dengan iming-iming berupa “the best Omurice in all of Japan” (makanan kesukaan Natsumi), Natsumi pun menuruti permintaan pria bernama Kenichiro (Tsutsumi Shinichi) tersebut. Mereka berdua pun pergi ke rumah keluarga Kenichiro yang ternyata merupakan restoran bernama “Kitchen Macaroni”.

Namun, kedatangan Kenichiro rupanya tidak disambut baik oleh keluarganya. Ternyata, dua tahun yang lalu Kenichiro kabur dari rumah dengan membawa uang 5 juta yen yang merupakan penghasilan dari restoran tersebut. Natsumi pun berusaha membela Kenichiro. Namun, setelah pembelaan yang ia lakukan, nyatanya Kenichiro malah kabur lagi setelah mencuri uang dari kasir restoran. Natsumi jadi merasa bersalah karena mau-maunya dimanfaatkan oleh Kenichiro. Di sisi lain, ia juga jatuh cinta pada Kitchen Macaroni (sebelumnya Natsumi sempat mencoba dan langsung jatuh cinta pada Omurice buatan restoran itu). Oleh karena itu, keesokkan harinya Natsumi datang lagi ke Kitchen Macaroni, dan meminta untuk diizinkan tinggal dan bekerja di tempat itu sambil menunggu Kenichiro kembali. Permintaan tersebut pada awalnya ditentang oleh orang-orang di restoran tersebut (btw, Kitchen Macaroni ini adalah restoran  yang dikelola ayah Kenichiro beserta anak-anaknya *adik-adik Kenichiro* dan sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu). Namun, setelah beberapa hal terjadi, akhirnya Natsumi diizinkan juga tinggal bersama mereka di situ. Dan yang menarik adalah, setelah beberapa lama Natsumi tinggal dan bekerja di situ, satu persatu adik dari Kenichiro diceritakan mulai jatuh cinta pada Natsumi. Btw adik-adik Kenichiro ini adalah (1) Yujiro (Eguchi Yosuke) si anak kedua yang keras kepala dan pada awalnya sangat menentang ide Natsumi untuk tinggal bersama mereka, (2) Junzaburo (Tsumabuki Satoshi), anak ketiga yang polos dan selalu membela Natsumi, dan terakhir (3) Koshiro (Yamashita Tomohisa), si bungsu yang masih sekolah dan kecil-kecil sudah playboy. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada Natsumi? Apakah dia akan jatuh cinta pada salah satu dari mereka? Apakah rahasianya sebagai tunangan palsu Kenichiro suatu saat akan terbongkar? Tonton aja deh.

Ide cerita tentang satu cewek dikelilingi pria-pria tampan memang umum ditemukan pada dorama atau manga Jepang (contoh lain: Hanakimi, Atashinchi no Danshi, Hana Yori Dango). Meskipun begitu, cerita seperti ini menurut saya tetap menarik untuk ditonton karena selalu ditampilkan dengan kemasan yang menarik dan menghibur. Lunch Queen (judul asli: Lunch no Joou) adalah salah satu dorama dengan tema tersebut yang menjadi favorit saya. Namun, dorama ini bukan tipe dorama yang cuma menjual cowok ganteng dan kisah cinta saja, tapi juga menjual cerita yang menarik serta akting dan karakteristik yang kuat.

Ya, akting dan karakteristik, itulah yang paling saya suka dari dorama ini. Semua karakter dalam dorama ini menurut saya memiliki karakteristik yang sangat menarik dan gampang disukai. Mulai dari Natsumi si tokoh utama, yang merupakan karakter perempuan yang kuat dan tidak mudah menyerah. Saya suka banget karakter ini, dan menurut saya wajar banget kalo adik-adik Kenichiro pada jatuh cinta sama dia. Dan Takeuchi Yuko sangat berhasil memerankan tokoh ini (oh iya, mbak Yuko ini kayaknya cocok jadi mc acara kuliner, karena tiap adegan dia lagi makan, makanan yg keliatan biasa aja entah kenapa keliatannya kayak enak banget). Karakter-karakter lain seperti karakter adik-adiknya Kenichiro pun tidak kalah menarik. Dan yang paling saya suka adalah, karakter-karakter pria di dorama ini adalah tipe karakter yang akan sering kita temui di dunia nyata. Biasanya kan di dorama ikemen macam gini, karakter cowoknya sering digambarin sempurna dan “menyilaukan”, pokoknya too good to be true lah. Tapi di sini gak kayak gitu, karakternya tetep normal dan sangat manusiawi (yg bikin saya kadang-kadang gak nganggep dorama ini sebagai dorama ikemen). Tapi, meskipun karakter-karakter cowoknya terbilang normal, bukan berarti karakter-karakter cowoknya jadi gak menarik. Saya suka banget sama karakter-karakter cowoknya, terutama karakter Junzaburo yang diperankan dengan sangat baik oleh Tsumabuki Satoshi (yang bikin saya betah banget nonton dorama ini, hehe).  Tapi karakter-karakter lainnya juga pada menarik kok, dan para aktor dalam dorama ini hampir semuanya berhasil memerankan perannya masing-masing dengan baik, mulai dari Eguchi Yosuke, Tsutsumi Shinichi, Yamada Takayuki, Morita Go, sampai Ito Misaki. Paling cuma Yamapi alias Yamashita Tomohisa yang agak kurang aktingnya karena ekspresinya yang selalu datar, tapi gak sampai mengganggu keseluruhan dorama ini kok. Btw, di sini juga ada Eita loooh, jadi peran kecil yang setiap episode munculnya gak sampe lima menit sih, tapi tentu saja saya harus mencantumkan namanya pada review ini *halah*.

Selain karakter, dorama ini juga memiliki cerita yang sangat menarik. Ceritanya sebenernya sederhana, tapi untungnya berhasil digarap dengan baik sehingga dorama ini menjadi sangat asik ditonton dan tidak membosankan. Selain itu, saya juga suka sama unsur komedinya, yang meskipun bukan tipe komedi yang bisa bikin saya tertawa terbahak-bahak, tapi lumayan bisa bikin saya nyengir-nyengir unyu. Untuk kisah cintanya, saya pun sukaaaa banget. Saya sangat suka interaksi Natsumi dengan karakter cowok-cowok di dorama ini, terutama interaksinya dengan Junzaburo, yang bikin saya gemes banget. Tapi seperti yang saya bilang, kisah cinta sepertinya bukanlah jualan utama dorama ini, karena sampai akhir kisah cintanya tetap digambarkan menggantung. Dorama ini lebih ingin menunjukkan bagaimana makanan bisa menimbulkan kebahagiaan dan harapan pada diri orang lain, yang dalam hal ini tidak hanya ditunjukkan melalui tokoh Natsumi serta Junzaburo dan saudara-saudaranya saja, tapi juga melalui karakter-karakter pelanggan di restoran itu. Dan buat yang suka dorama bertemakan makanan, pasti suka banget dorama ini (dan gak mungkin gak ngiler abis nonton dorama ini). Oh iya melalui dorama berjumlah 12 episode ini saya jadi menyimpulkan bahwa orang Jepang itu kayaknya sangat menghargai makanan ya. Coba deh Indonesia, bikin film/sinetron tentang makanan gitu kek. Kita kan punya berbagai macam makanan yang beraneka rupa, dan menurut saya bakal menarik kalo dijadiin tema film/sinetron.

Overall, Lunch Queen adalah dorama yang sangat menarik dan menghibur. Segala unsur yang ada di dorama ini berhasil ditampilkan dengan baik, dan yang pasti dorama ini adalah tipe dorama yang akan sering saya tonton ulang. Ja, 4 bintang 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »


Ada yang masih ingat dorama ini? Salah satu dorama tahun 90-an yang cukup legendaris dan pernah ditayangin di sini sekitar tahun 90-an juga. Tapi saya pertama kali nonton waktu SD atau SMP gitu, dorama ini pernah ditayangin ulang sama RCTI, setengah jam perharinya, jadi satu episode itu ada dua hari. Dan saya langsung jatuh cinta pada dorama ini sejak pertama kali nonton.

Dorama ini bercerita tentang Kanji Nagao (Yuuji Oda), pria lugu yang baru dipindahkan kerja ke Tokyo. Pertama ia sampai di Tokyo, ia dijemput oleh seorang perempuan ceria (dengan suara yang imut) bernama Rika Akana (Honami Suzuki) yang akan menjadi rekan kerja di kantor barunya.

Sebagai orang yang baru dipindahkan, awalnya Kanji agak kesulitan menyesuaikan diri dengan keadaan di Tokyo, namun untungnya ada Rika yang selalu menemani dan membantunya. Rika yang periang selalu ada di saat Kanji membutuhkannya. Bahkan ia pun turut membantu kehidupan percintaan Kanji. Sejak masih SMU, Kanji menaruh hati pada Satomi Sekiguchi, teman SMA-nya yang sekarang tinggal di Tokyo juga. Rika berusaha mendukung percintaan mereka. Namun, Kanji harus mengalami patah hati karena suatu malam ia melihat Sekiguchi berciuman dengan Mikami yang juga merupakan sahabatnya di masa SMA.

Rika mencoba menghibur Kanji yang tengah sedih, ia lalu mulai jatuh cinta pada Kanji. Lalu, cerita pun mengalir, bagaimana Rika akhirnya bersama Kanji, bagaimana Sekiguchi yang plin plan dalam memilih antara Mikami dan Kanji dan tanpa disengaja selalu mengacaukan acara Kanji dan Rika, dan tentang perasaan cinta Rika pada Kanji yang begitu besar sampai membuat Kanji kerepotan. Pokoknya, tonton aja deh.

My Opinion:
Ini adalah salah satu dorama yang berhasil ‘nancep’ di hati saya. Saya betul-betul suka dorama ini. Banyak scene yang bener-bener memorable dan terus terngiang-ngiang di kepala. Contohnya scene yang Rika dan Kanji pura-pura saling nelepon dan berhitung saat mau berpisah. Scene itu ada di episode awal dan akhir, dan keduanya memiliki perbedaan yang bikin saya pengen nangis *lebay*. Selain itu, masih banyak scene yang saya suka, seperti waktu Rika nunggu Kanji di restoran sampe larut malam dan sampe restorannya tutup. Aaaaaah, saya pengen banget mengutuk Kanji dan Sekiguchi waktu itu (meskipun ini karena kesalahpahaman sih). Oh iya, selain itu soundtracknya enak banget dan selalu hadir di momen-momen yang tepat dalam dorama ini. Sampe sekarang saya masih suka dengerin lagu Love Story wa Totsuzen ini dan meskipun agak jadul tetep terdengar enak di telinga.

Kekuatan dorama ini terletak pada karakter Rika Akana yang diperankan dengan sangat cemerlang oleh Honami Suzuki. She is too cute to ignore. Kanji bodoh banget karena dia selalu stuck dengan Sekiguchi. Bodoh bodoh bodoh. Saya suka banget sama keceriaan Rika, meskipun sebenarnya hatinya sangat terluka. Dan saya suka banget sama Honami Suzuki. Pertama liat dia di dorama News no Onna sebagai News Anchor yang cool dan charming, makanya kaget liat perannya di Tokyo Love Story yang jauh berbeda dengan di News no Onna (tapi aktingnya sama-sama bagus), sayang ya tante satu ini udah jarang main dorama lagi.

Bener deh, dorama ini benar-benar mengaduk perasaan. Saya kesel banget sama Kanji yang selalu bikin Rika kecewa karena gak nepatin janjinya. Saya juga benci sama Sekiguchi yang plin plan dan cengeng. Dan endingnya itu loh, bener-bener ending yang gak bisa diduga. Gak mau spoiler ah, yang jelas endingnya gak seperti film2 lain di mana tokoh utama cewek dan tokoh utama cowoknya akhirnya bersatu. Tapi meskipun begitu dorama ini diakhiri dengan ending yang manis.

Pokoknya dorama ini wajib ditonton! Jangan ngaku pecinta dorama kalo belum nonton dorama satu ini 😛

My Rating: 5 / 5

Read Full Post »