Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘emoto tasuku’

michiruposterPernahkan kamu membayangkan hidupmu tiba-tiba berjalan ke arah yang tidak terduga hanya karena langkah-langkah kecil yang kamu ambil? Furukawa Michiru (Toda Erika) mungkin tidak pernah membayangkan hal seperti itu sebelumnya. Ia adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai karyawan sebuah toko buku di Nagasaki. Ia memiliki pacar bernama Kanbayashi Kyutaro (Emoto Tasuku) yang tampaknya akan melamarnya tidak lama lagi. Namun, Michiru sendiri tampaknya tidak terlalu menyukai Kyutaro. Ia berselingkuh dengan Toyomasu (Arai Hirofumi), seorang salesman dari sebuah penerbitan yang tinggal di Tokyo dan sudah punya istri. Suatu hari, ketika Toyomasu akan kembali ke Tokyo setelah menyelesaikan pekerjaannya di Nagasaki, Michiru mengejarnya dan memutuskan untuk ikut ke Tokyo dan menghabiskan semalam bersamanya. Namun, janji semalam tersebut malah berlanjut sampai berhari-hari. Michiru tidak pulang-pulang ke Nagasaki dan berbohong kepada banyak orang di sekelilingnya, mulai dari Kyutaro, keluarganya, sampai orang-orang di toko buku. Karena tidak ingin merepotkan Toyomasu, Michiru kemudian memutuskan menumpang tinggal di apartemen Takei (Kora Kengo), teman sejak kecilnya dari Nagasaki yang saat ini tinggal dan berkuliah di Tokyo. Michiru merasa semuanya akan baik-baik saja, sampai suatu hari ia pergi ke tempat pengecekan lotere untuk mengecek puluhan lotere yang dibelinya di Nagasaki. Lotere tersebut sendiri adalah lotere titipan dua orang rekannya di toko buku yang dibelinya sebelum ia memutuskan untuk pergi ke Tokyo. Dan salah satu dari puluhan lotere tersebut ternyata memenangkan hadiah utama 200 juta yen. Apa yang akan terjadi pada Michiru selanjutnya? Apakah hal tersebut akan membawanya pada kebahagiaan? Atau malah kesengsaraan?

michiru1Langkah kecil yang kita ambil bisa jadi akan membawa perubahan besar pada hidup kita. Untuk kasus Michiru, hal itu tidak hanya mengubah hidupnya, tapi juga hidup orang-orang di sekitarnya. Dengan memutuskan pergi ke Tokyo (yang sebenarnya merupakan hasil dari kesembronoan dan bukannya sesuatu yang diputuskan matang-matang), ia harus membohongi banyak orang. Awalnya saya mengira fokus utama dorama ini adalah uang 200 juta yen yang didapat Michiru dari lotere. Namun, ternyata 200 juta yen tersebut hanyalah salah satu dari sekian hal yang mengubah hidup Michiru (meskipun tetap punya peranan penting). Di episode pertama, saya masih tidak tahu mau dibawa ke mana cerita dorama ini. Dan itu adalah salah satu yang saya suka dari dorama ini karena hal tersebut membuat saya terus merasa penasaran. Apalagi, dorama ini berkembang ke arah yang tidak terduga (yang bikin saya makin suka). Dorama ini juga berjalan secara pelan-pelan dalam membangun situasi dan karakterisasi tokoh-tokohnya. Barulah di episode 5, dorama ini akhirnya menemukan gong-nya. Ya, di episode tersebut dorama ini berkembang menjadi gelap dan menegangkan, dan perkembangannya tersebut terasa sangat natural dan tanpa dipaksakan. Beberapa karakter menunjukkan karakter aslinya. Michiru yang awalnya merasa semuanya akan baik-baik saja lalu hidup dalam ketakutan. Dan serentetan kejadian tidak menyenangkan satu persatu terjadi di depan matanya.

michiru2Para pemain di dorama ini menunjukkan akting yang baik dan memperkuat dorama ini. Toda Erika sangat pas memerankan Michiru. Mungkin awalnya kita akan merasa sebal karena kebohongan dan kesembronoannya. Namun, sedikit demi sedikit, saya mulai bersimpati pada karakter ini, karena Michiru hanyalah perempuan biasa yang masih labil dan tidak memahami tindakannya sendiri. Kora Kengo sebagai Takei juga berakting sangat baik di sini, dan karakternya ini adalah karakter yang paling gak bisa ditebak di dorama ini (*SPOILER*: sampai akhir saya masih gak tau maksud dari tindakannya, sakit jiwakah? Apa benar-benar untuk Michiru? Atau untuk uang yang dipegang Michiru? *SPOILER END*). Para pemain seperti Ando Sakura (tapi saya berharapnya karakter yang dimainkannya ini diberi peranan lebih, bukan hanya sebagai teman atau penenang Michiru), Arai Hirofumi, Emoto Tasuku, Takakura Erika, dan lain-lainnya pun menunjukkan akting yang bagus dan memperkuat dorama ini. Dan seperti dorama NHK pada umumnya, dorama ini pun memiliki sinematografi yang sangat bagus dan cantik.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai dorama berjumlah 10 episode ini (durasi 30 menitan per episode). Satu-satunya yang saya tidak suka dari dorama ini menurut saya cuma endingnya (*SPOILER* setelah serangkaian episode sebelumnya yang bikin deg-degan, endingnya terasa antiklimaks banget. Komentar akhir cuma: gitu doang? *SPOILER END*). Terlepas dari endingnya itu, menurut saya dorama ini tetap recommended dan tidak boleh dilewatkan. 4 bintang 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »

gegegeposterSetelah menonton Carnation, saya jadi ketagihan pengen nonton lebih banyak asadora. Nah, asadora kedua yang berhasil saya tamatkan setelah Carnation ini memiliki judul “Gegege no Nyobo”. Kalo denger judul itu, mungkin kamu akan teringat pada sebuah anime klasik dengan judul Gegege no Kitaro yang dulu pernah ditayangkan di tv lokal. Dua tontonan tersebut memang berkaitan kok, karena Gegege no Nyobo bercerita tentang kehidupan dari Mizuki Shigeru yang merupakan mangaka dari Gegege no Kitaro. Namun, sesuai judulnya yang memiliki arti “Gegege’s Wife”, kehidupan mangaka tersebut diceritakan melalui sudut pandang sang istri. Drama ini sendiri diangkat dari autobiografi istri Mizuki Shigeru yang bernama Mura Nunoe. Pada drama ini, sang istri memiliki nama Iida Fumie / Murai Fumie, diperankan oleh aktris Matsushita Nao.

gegege1Gegege no Nyobo berkisah pada era Showa (dimulai dari tahun 1939, namun sebagian besar ceritanya berlatar pada tahun 60-an). Iida Fumie merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Sejak kecil, Fumie merupakan anak yang pemalu. Ia memiliki tinggi badan di atas anak perempuan rata-rata. Hal tersebut membuat Fumie merasa semakin rendah diri, bahkan ketika ia sudah berusia dewasa. Tinggi badannya tersebut pula membuatnya susah mendapat jodoh meskipun sudah menginjak usia 28 tahun. Sampai suatu hari datang tawaran omiai (arranged marriage/perjodohan) pada dirinya. Namun, laki-laki yang menjadi partner omiai Fumie ini kelihatan kurang meyakinkan. Ia sepuluh tahun lebih tua dari Fumie, bekerja sebagai mangaka untuk rental manga, tinggal di Tokyo, dan (yang paling mengejutkan) tidak memiliki lengan kiri karena terluka ketika ikut perang. Hmm, apa ada perempuan yang mau dinikahkan dengan laki-laki seperti itu? Meskipun beberapa anggota keluarga Fumie tidak menyetujui hal tersebut, sang ayah (diperankan Osugi Ren) bersikeras untuk tetap memproses lamaran tersebut. Fumie yang awalnya merasa ragu pun akhirnya memutuskan menerima lamaran itu, karena ia merasa laki-laki bernama Murai Shigeru (atau punya nama pena Mizuki Shigeru, diperankan oleh Mukai Osamu) yang akan menjadi calon suaminya tersebut adalah orang yang baik.

gegege2Pertemuan antara kedua keluarga pun ditetapkan. Pada pertemuan pertama itu, kedua belah pihak sama-sama setuju untuk menikahkan kedua anak mereka. Yang mengagetkan lagi, pernikahan diputuskan dilaksanakan pada lima hari setelah pertemuan pertama mereka karena Shigeru memiliki deadline pekerjaan sehingga ia harus cepat-cepat kembali ke Tokyo (dan sebenarnya Shigeru tidak pernah berpikir untuk menikah kalau tidak karena dipaksa oleh ibunya). Setelah pernikahan selesai dilaksanakan, Fumie pun dibawa Shigeru ke Tokyo. Meskipun suaminya tersebut tinggal di Tokyo, rumahnya sendiri berada di daerah yang jauh lebih ‘desa’ daripada daerah tempat tinggal Fumie di Otsuka (prefektur Shimane). Ketika sampai pun, Shigeru langsung mengurung diri di kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya dalam menggambar manga. Fumie pun merasa sedih karena ia tetap merasa sendirian meskipun sudah menikah. Di luar hal itu, meskipun Shigeru selalu mengerjakan manganya dengan sepenuh hati, manga-manga karyanya tersebut tidak pernah laku sehingga hal itu membuat pasangan suami istri tersebut harus hidup dalam kemiskinan. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubungan Fumie dan Shigeru? Apakah mereka berdua sanggup bertahan hidup dalam kemiskinan? Tonton aja deh 😀

gegege3Di balik kesuksesan seorang pria, pasti ada wanita hebat di belakangnya. Pepatah tersebut mungkin sangat tepat untuk menggambarkan inti cerita drama ini. Di balik segala kesulitan yang ditempuh Shigeru dalam usahanya untuk mencapai kesuksesan, ada Fumie yang selalu setia berada di sampingnya. Mungkin terdengar klise ya tapi hal tersebut digambarkan dengan sangat natural dan realistis. Shigeru dan Fumie bukanlah pasangan suami istri yang sempurna. Shigeru bukanlah tipe suami idaman para wanita. Ketika baru menikah, ia langsung kembali ke pekerjaannya dan membiarkan Fumie seorang diri. Dan ketika sedang bekerja, ia sama sekali tidak bisa diganggu oleh apapun. Ia juga miskin dan punya banyak tagihan. Pekerjaannya sebagai mangaka pun tidak menjanjikan apa-apa karena dunia rental manga yang memang sedang berada dalam masa sulit saat itu (manga yang dikerjakan Shigeru dipasarkan melalui rental, bukan majalah manga seperti yang terkenal sampai saat ini). Kadang penerbit membayar Shigeru hanya setengah dari yang seharusnya. Dan kadang ia tidak dibayar sama sekali. Kadang ia juga harus menggadaikan barang berharga miliknya agar bisa makan hari itu. Hmm, kebanyakan perempuan mungkin lebih memilih pergi dan kembali ke orang tuanya ya daripada bertahan hidup dengan Shigeru. Namun Fumie tetap bertahan. Pada awalnya ia memang merasa tidak nyaman dengan keadaannya. Ia merasa jauh dan tidak mengenal suaminya. Namun, sedikit demi sedikit ia mulai membiasakan dirinya dengan hal-hal ‘unik’ yang ada pada diri Shigeru. Sedikit demi sedikit pula, ia mulai jatuh cinta pada Shigeru yang meskipun terlihat cuek di luar, tapi sebenarnya punya hati yang baik dan punya cara sendiri dalam menunjukkan perhatiannya. Pada saat paling sulit sekalipun, Fumie tetap tidak pernah meninggalkan Shigeru. Secara tidak langsung, hal itu menjadi kekuatan bagi Shigeru. Jika tidak ada Fumie, mungkin saja Shigeru tidak akan menjadi sesukses seperti saat ini. Dan hal itulah yang saya suka dari asadora. Asadora selalu menunjukkan “girl power” dengan cara yang berbeda-beda. Di Carnation, girl power-nya ditunjukkan melalui perjuangan Itoko sebagai wanita yang bekerja sekaligus tulang punggung keluarga. Sementara itu di Gegege no Nyobo girl power-nya ditunjukkan melalui kesetiaan sang istri dalam mendampingi suaminya. Hmm, mungkin terdengar pasif ya jika dibandingkan dengan yang di Carnation, tapi bukankah kebahagian tiap perempuan itu berbeda-beda? 🙂

gegege4Selain hal di atas itu, yang menarik lagi dari drama berjumlah 156 episode ini (15 menit tiap episode) adalah kita bisa melihat perjalanan Mizuki Shigeru dalam meraih kesuksesan. Sejak kecil, Shigeru tertarik dengan hal-hal berbau gaib seperti yokai atau semacamnya. Hal itu berpengaruh pada manga-manga ciptaannya yang banyak bercerita tentang hal itu (selain menggambar tentang yokai, Shigeru juga menggambar manga-manga tentang perang berdasarkan pengalamannya ketika ikut perang, sebuah pengalaman yang membuatnya kehilangan sebelah lengannya). Bakat yang ia miliki pun membuat manga-manganya menjadi original dan berbeda dengan manga-manga yang lainnya. Namun, pada masa itu manga masih dianggap sebagai bacaan untuk anak-anak, dan manga-manganya dianggap terlalu seram untuk dibaca anak-anak. Oleh karena itu, manganya pun tidak pernah laku. Namun, tidak ada perjuangan yang sia-sia kan? Ya, proses Shigeru sebelum mencapai kesuksesan ini adalah salah satu yang paling menarik dari drama ini. Ia dan Fumie harus hidup dalam kemiskinan. Tapi miskin di sini bukan miskin kayak di sinetron Indonesia yang selalu terlihat lebay ya, tapi juga bukan berarti miskin di sini adalah hal yang sepele. Saya suka dengan cara Shigeru dan Fumie yang menganggap kemiskinan sebagai suatu tantangan. Ada saat-saat di mana mereka merasa depresi karena kemiskinan, tapi ada juga saat-saat di mana mereka merasa bahagia hanya dengan hal-hal kecil. Dan ketika manga karya Shigeru tiba-tiba mendapat perhatian penerbit besar yang membawanya pada kesuksesan, bukan berarti perjuangan berhenti sampai di situ. Berbagai hal yang menguji rumah tangga mereka berdua tetap ada bahkan ketika Shigeru sudah sukses, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara mereka berdua dalam menghadapi ujian-ujian tersebut.

gegege5Seperti asadora pada umumnya, drama ini juga memiliki banyak karakter. Matsushita Nao berperan sangat baik sebagai Fumie, heroine drama ini. Karakternya mungkin tidak terasa istimewa jika dibandingkan dengan karakter sang suami yang kepribadiannya benar-benar unik, tapi ia punya chemistry yang sangat pas dengan Mukai Osamu sehingga peran yang dimainkannya tetap bisa mengimbangi peran sang suami. Dan saya selalu suka Mukai Osamu ketika ia memainkan peran-peran cuek dan easy-going seperti Shigeru ini (karena di peran-peran serius aktingnya biasanya gak terlalu bagus). Gak heran kenapa dia bisa jadi sepopuler itu setelah membintangi drama ini, karena karakternya memang tipe karakter yang gampang disukai (meskipun dengan segala keunikannya). Karakter-karakter lainnya, seperti anggota keluarga Iida (keluarga Fumie) dan keluarga Murai (keluarga Shigeru) pun hampir semuanya memiliki karakterisasi menarik (perhatian khusus untuk Osugi Ren yang berperan sebagai ayah Fumie serta Takeshita Keiko dan Kazama Morio yang berperan sebagai orang tua Shigeru). Para pemeran di luar anggota keluarga Fumie dan Shigeru pun menampilkan akting yang sama baiknya. Beberapa di antaranya adalah Matsuzaka Keiko (pemilik rental manga dekat rumah Shigeru yang menjadi teman pertama Fumie di lingkungan barunya), Sugiura Taiyou (teman sejak kecil Shigeru yang gila duit dan selalu punya banyak akal), Murakami Hiroaki (pemilik penerbitan kecil yang menyadari bakat Shigeru), Kajihara Zen (rekan Shigeru yang sesama mangaka), Emoto Tasuku (asisten terlama Shigeru), dan masih banyak lagi. Semua karakter yang ada di drama ini memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap pasangan suami istri tersebut dan membuat drama ini menjadi lebih berwarna.

Overall, drama ini menurut saya recommended banget dan cocok ditonton penggemar asadora (atau orang yang baru mau memulai menonton asadora). Tidak semengesankan Carnation tapi dorama ini punya charm-nya sendiri yang menjadikannya memiliki tempat istimewa di hati saya. 4,5 bintang! 🙂

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »