Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘hero jaejoong’

Siapa yang tidak mengenal twitter ? Situs microblogging ini sangat populer di mana-mana saat ini, termasuk di Indonesia *terbukti dengan trending topic yang sering didominasi oleh warga Indonesia*. Siapa yang menyangka kalau twitter juga populer di Jepang? Setahu saya, situs-situs buatan Amerika semacam facebook gak laku sama sekali kalo di Jepang, karena mereka lebih senang menggunakan situs-situs buatan mereka sendiri. Tapi ternyata, twitter lumayan mendapat tempat di hati orang Jepang, yang ditunjukan melalui dorama ini.

Dorama ini berkisah tentang pertemuan beberapa orang yang sebelumnya sudah saling mengenal melalui twitter. Jadi ceritanya kopi darat gituuuuh. Orang-orang tersebut *nama berdasarkan panggilan di twitter* adalah Nakaji (Eita), yang mengaku sebagai seorang fotografer; Haru (Ueno Juri), seorang guru SMA; Doctor (Hero JaeJoong), orang Korea yang bekerja di Jepang dan mengaku sebagai seorang dokter; Linda (Tamayama Tetsuji), seorang editor majalah; dan yang terakhir adalah teman Haru yang bernama Hikari, tidak punya akun twitter dan datang ke pertemuan tersebut untuk menemani Haru, mengaku sebagai pramugari, dan setelah pertemuan tersebut akhirnya dia membuat akun twitter juga dengan nama Peach (Saki Megumi).

Kelima orang ini kemudian dengan cepat menjadi sahabat juga di dunia nyata. Mereka pun kemudian dapat menanggalkan segala kepalsuan yang ada di pertemuan pertama mereka, misalnya mengenai profesi mereka yang sebenarnya. Dan dalam hal persahabatan antara pria dan wanita, cinta selalu saja bisa tumbuh *jijay banget bahasa saya*. Haru, sebelum bertemu dengan Nakaji, sudah memiliki sebuah perasaan khusus terhadap pria tersebut. Dan setelah bertemu (meskipun diawali dengan kesan yang buruk), perasaan tersebut semakin dalam saja. Namun sayangnya, Nakaji sendiri saat itu sedang berpacaran dengan seorang wanita ber-suami. Haru sendiri sebenarnya ditaksir habis-habisan oleh Doctor, yang kemudian mengutarakan perasaan tersebut padanya. Sementara Peach, memiliki masalah yaitu ia hamil dan orang yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Linda sendiri memiliki masalah berkenaan dengan pekerjaan dan atasannya. Lalu, apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya? Yah, tonton aja lah.

Kalo ditanya apakah saya suka atau tidak pada dorama ini, saya akan menjawab suka. Tapi setelah dipikir-pikir, saya suka dorama ini karena tertarik untuk mengikuti kisah cinta segitiga antara Nakaji – Haru – Doctor, dan ini pun subjektif banget karena saya penggemar Eita dan dari dulu terobsesi  ingin melihat Eita dan Ueno Juri jadi pasangan. Karena itu, saya akan menghilangkan pandangan-pandangan subjektif itu sejenak dan mulai menilai dorama ini secara objektif pada review ini *ehem*.

Dari segi cerita, tidak ada yang baru dari dorama ini. Sesuai judulnya yang memiliki arti “Hard to Say I Love You”, dorama ini bercerita tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan atau kisah cinta yang tidak tersampaikan *ceileh*. Awalnya kisah cinta dorama ini mungkin akan terlihat seperti kisah cinta segitiga, tapi kemudian ceritanya akan berkembang menjadi kisah cinta segi-banyak *yang bikin saya agak sebel*.  Yang menjadi kekurangan dorama ini adalah dorama ini terlalu banyak konflik, tapi konflik tersebut tidak digambarkan dengan jelas dan terlihat seperti tempelan (contohnya tentang murid dan adik Haru yang memakai narkoba), sehingga terasa banyak bolongnya karena setelah itu tidak diceritakan lagi (atau hanya diceritakan sekilas). Latar belakang twitternya pun tidak terlalu kuat, dan hanya ditampilkan sedikit-sedikit, sehingga tampak seperti tempelan saja.

Tapi dorama ini sendiri memiliki sebuah kekuatan untuk membuat penontonnya gregetan dan penasaran untuk mengikuti sampai akhir, melalui kisah cinta segitiga Nakaji-Haru-Doctor. Entah karena saya suka Eita, tapi saya lihat teman-teman twitter saya yang nonton dorama ini kalo ngetwit tentang dorama ini pasti twit-nya berkisar antara mereka bertiga. Menurut saya, hubungan antara mereka bertiga lumayan tergambar dengan baik. Saya senang melihat interaksi Nakaji dengan Haru (dan mungkin karena Eita dan Juri udah kenal lama karena sering maen film / dorama bareng, jadi mereka selalu terlihat cocok). Meskipun ini bukan akting Ueno Juri yang terbaik, tapi dia lumayan berhasil menggambarkan Haru yang melankolis dan menyimpan rasa pada Nakaji (tapi hey juri, tolong dong hilangkan suara diimut-imutin kayak Nodame itu). Eita juga saya rasa berperan baik sebagai Nakaji, meskipun perannya gak istimewa-istimewa amat. Dan kedua orang ini berhasil menampilkan chemistry yang pas, meskipun perasaan Nakaji pada Haru tidak jelas, tapi penonton bisa melihat kalo Nakaji sangat memedulikan Haru. Untuk Jae-joong (yang tampaknya membuat dorama ini banyak ditonton oleh penggemar Korea) yang berperan sebagai Doctor, menurut saya dia lumayan aktingnya, tapi sayangnya saya tidak begitu menyukai karakternya *bukan karena sensi karena dia saingan Nakaji loh, tapi emang dari awal gak begitu suka karakternya*. Untuk karakter lainnya, saya gak begitu peduli. Saya gak begitu suka sama karakter Peach (dan juga pemerannya). Dan meskipun karakter Linda punya masalah yang cukup berat, tapi gak berhasil bikin saya peduli sama dia. Satu lagi, saya kecewa banget sama endingnya. Emang endingnya sesuai keinginan saya, tapi hal tersebut disajikan dengan sangat biasa. Setelah saya nonton dorama ini sampai beres, saya cuma bilang: “Haaah? Gitu doaaang?”

Well kesimpulannya, kalo bukan karena Eita yang main, dorama ini bakal saya lewatkan begitu saja. Mau ngasih 3 bintang, tapi kok kayaknya kegedean, jadi 2, 75 aja ya *biarin tanggung juga* :p

Rating : 1 2 2,75 3 4 5

Read Full Post »