Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘ishihara satomi’

Cowok Kaya dan Cewek Miskin. Si cowok kaya bernama Hyuga Toru (Oguri Shun) yang karakternya mungkin dapat diibaratkan sebagai Mark Zuckerberg-nya Jepang: drop out dari sekolah dan kemudian membangun perusahaan IT besar bernama Next Innovation. Si cewek miskin bernama Sawaki Chihiro (Ishihara Satomi), seorang mahasiswa tingkat akhir Universitas Tokyo (yes, that Toudai) yang selalu gagal dalam mencari pekerjaan. Hyuga Toru adalah seorang pria yang punya penyakit “tidak bisa mengingat wajah dan nama orang”, sedangkan Sawaki Chihiro adalah seorang perempuan yang memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa. Kedua orang ini pertama bertemu ketika Chihiro mencoba melamar pekerjaan ke Next Innovation. Pada saat itu, Chihiro sudah gagal di tahap pertama. Namun, pada saat itu ia meninggalkan kesan yang cukup dalam terhadap Hyuga karena Chihiro memiliki nama yang tampaknya punya kenangan khusus dengan Hyuga. Selain itu, kemampuan mengingat Chihiro rupanya menarik perhatian Hyuga sehingga dia kemudian merekrut perempuan tersebut sebagai pegawai sementara di Next Innovation untuk membantunya pada proyek bernama “Personal File” yang menjadi ambisinya. Kedua orang tersebut pun mulai menjadi dekat. Namun, Chihiro rupanya punya rahasia yang berhubungan dengan identitasnya. Apakah rahasia tersebut suatu saat akan ketahuan?

Konflik dari dorama ini tidak berhenti di situ. Selain Hyuga dan Chihiro, ada juga dua karakter lainnya yaitu Asahina Kousuke (Iura Arata) dan adiknya yang bernama Asahina Yoko (Aibu Saki). Asahina adalah orang penting kedua di Next Innovation yang tampaknya memiliki suatu rencana yang akan mempengaruhi masa depan Hyuga selanjutnya. Sedangkan Yoko adalah seorang koki perempuan yang tampaknya pernah punya kenangan bersama Hyuga dan secara terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya pada pria tersebut. Lalu, apa yang akan selanjutnya terjadi pada mereka berempat? Tonton aja deh.

Rich Man Poor Woman. Dari judul tampaknya norak ya dan keliatan kayak judul yang biasa dipake di ftv-ftv buatan sctv. Tapi jangan dibuat ilfil dulu sama judulnya yang menipu tersebut. Dorama ini bukan dorama percintaan antara cowok kaya dan cewek miskin yang tipikal. Maksud dari “rich” dan “poor” di sini sendiri menurut saya bukan mengacu pada kekayaan berbentuk uang (mengingat merk handphone-nya Chihiro aja Galaxy S III). Tapi lebih seperti tokoh Hyuga ini “rich” karena ia bisa membangun perusahaan besar meskipun punya latar belakang “drop out dari sekolah”. Sedangkan Chihiro “poor” karena ia selalu mengalami kegagalan dalam mencari pekerjaan meskipun ia kuliah di universitas top di Jepang. Jadi “rich” dan “poor” ini kayaknya lebih mengacu pada cara pemikiran kedua tokohnya.

Dorama ini sendiri adalah satu-satunya dorama musim panas tahun ini yang berhasil saya tamatkan (entahlah, musim ini doramanya pada kurang menarik perasaan). Dan saya sangat menikmati menonton dorama ini. Dorama ini emang punya plot dan jalan cerita yang enak banget diikuti. Belum lagi episode pertamanya menurut saya menarik banget karena punya ending yang mengundang penasaran untuk mengikuti episode-episode selanjutnya. Meskipun misteri seputar identitas Chihiro ternyata tidak punya peran yang begitu penting, tapi hal tersebut menurut saya sudah cukup bagus sebagai hal pertama yang membangun hubungan antara Hyuga dan Chihiro. Yang agak mengecewakan menurut saya adalah konflik utama dorama ini yang berhubungan dengan hal yang direncanakan Asahina. Konflik tersebut mungkin akan mengingatkanmu pada konflik yang terdapat pada dorama Tsuki no Koibito-nya Kimura Takuya. Well, yang mengecewakan saya bukan karena kemiripan konfliknya sih, karena RMPW menurut saya masih lebih baik dari Tsuki no Koibito (tokoh Hyuga dan Asahina gak membosankan kayak karakter yang diperankan Kimura Takuya dan Matsuda Shota. Apalagi Hyuga masih bisa menunjukkan reaksi yang sangat manusiawi terhadap konflik yang ada, gak kayak Kimutaku yang dapet konflik apapun tetep stay cool dan jaim). Yang bikin saya agak kecewa sih penyelesaian dari konfliknya yang menurut saya terkesan klise dan digampangin banget. *SPOILER* Dan pas Asahina nangis dan minta maaf sambil sujud-sujud ke Hyuga itu, kok saya ngerasa itu kayak pembunuhan karakter ya. Rasanya malu sendiri pas lihat Asahina melakukan hal itu*SPOILER ENDS*.

Di luar hal-hal yang agak mengecewakan tadi, dorama ini sendiri menurut saya tetap enjoyable dan layak tonton kok. Hal itu tentu saja karena faktor romance-nya yang sangat-sangat saya suka. Menurut saya dorama romance yang berhasil itu adalah dorama yang juga bisa bikin penontonnya ikut merasa doki-doki (deg-degan) dan berharap kedua tokoh utamanya akan bersatu pada akhirnya. Dan dorama ini berhasil melakukannya. Oguri Shun dan Ishihara Satomi punya chemistry yang sangat baik di sini dan bikin saya ikut doki-doki tiap liat mereka lagi bareng (dan juga bikin saya sebel sama karakter Yoko yang berperan sebagai saingan cinta Chihiro, hihi). Unsur romance-nya juga menurut saya ditempatkan dengan sangat pas. Tidak begitu mendominasi (karena dorama ini lebih banyak fokus ke dunia bisnisnya daripada percintaannya) tapi tetep berhasil bikin doki-doki. Dari akting, semua aktor dan aktris di dorama ini berhasil memerankan perannya masing-masing dengan baik. Oguri Shun cocok sekali dengan peran Hyuga, direktur muda kaya yang kadang suka seenaknya sendiri. Ishihara Satomi juga sangat pas berperan sebagai Chihiro. Karakter ini mungkin akan terasa annoying bagi sebagian orang, tapi saya sendiri sangat menyukai karakter ini. Saya juga sangat menyukai aktingnya Arata meskipun karakternya menjadi terkesan tipikal di akhir-akhir. Dan meskipun saya sebel sama karakternya, Aibu Saki di sini memerankan karakter Yoko dengan cukup baik meskipun tidak istimewa.

Overall, meskipun memiliki beberapa kekurangan, menurut saya Rich Man Poor Woman tetaplah dorama yang layak banget buat ditonton kok, terutama buat penggemar dorama bergenre romance. 3,5 bintang deh 😀

Rating : 1 2 3 3,5 4 5

Advertisements

Read Full Post »

*Review ini pertama kali ditulis 7 Oktober 2009 di http://purisuka.multiply.com

Salah satu dorama yang sebenernya udah lama ditonton tapi baru sekarang direview. Dorama ini bercerita tentang dunia kedokteran forensik, sebuah jurusan yang kurang populer di dunia kedokteran dan kebanyakan diisi oleh orang-orang yang beridealisme tinggi.

Ada 5 mahasiswa yang ikut seminar kedokteran forensik saat itu. Kaji Daiki (EITA), mahasiswa yang kepalanya selalu penuh rasa ingin tahu, yang sebenarnya tujuan awalnya adalah studi di bidang jantung, namun dosennya malah menempatkannya ke bidang forensik; Ishimatsu Ryosuke (Ikuta Toma), anak pemilik rumah sakit yang sebenarnya tidak disetujui ayahnya untuk masuk forensik; Kuboaki Kanako (Ishihara Satomi), perempuan satu-satunya dari lima mahasiswa itu yang masuk forensik karena rasa penasaran yang menghantui dirinya sejak kecil, di mana ibunya meninggal tanpa diketahui penyebabnya; Kirihata Teppei (Endo Yuya) si penggemar serial CSI dan masuk forensik karena terinspirasi oleh itu; lalu Hanei Akira (Sato Tomohito), mahasiswa bertampang preman yang masuk Forensik karena ilmu forensik lah yang menyelamatkan dirinya dari tuduhan pembunuhan.

Jadi bersama-sama mereka menyelidiki penyebab kematian orang-orang melalui ilmu forensik, di mana dalam ilmu tersebut mereka berusaha menyampaikan voice atau ‘suara’ dengarkanlah aku dari mayat-mayat tersebut kepada anggota keluarga mereka yang masih hidup. Setiap episode mereka menyelidiki kasus-kasus kematian yang tidak diketahui penyebabnya. Selain itu ceritanya juga berkembang mengenai bagaimana forensik mengubah hidup mereka.

My Opinion:
Aaaaaah….Kenapa siiiiih saya paling lemah kalo nonton dorama kedokteran kayak gini? Pokoknya dorama ini bikin saya mewek terus. Subjektif sih, saya emang paling gak tahan liat film yang ada adegan orang matinya. Apalagi ini, diceritakan penyebab-penyebab kematian korban-korban tersebut, yang kebanyakan ceritanya cukup mengharukan. Ihik ihik ihik.

Di sini saya sukaaaaa banget karakternya Eita, yang setiap episode selalu bertanya “DOUSHITEEEEEE????” aduh cerewet amat ya ni orang, tapi imuut (apa sih). Karakter kedua yang saya suka adalah karakter Aki. Gemeeeees banget liat interaksi dia dengan Daiki. Dan kenapa sih, dorama Jepang itu, kalo bukan temanya percintaan, pasti pelit banget nyelipin cerita romance-nya. Gemes sama pasangan Daiki-Aki, sampe akhir dorama kenapa coba mereka gak ‘dijadiin’ (apa sih bahasa-nya) aja? Ah dasar Daiki bebaaaaal!!

Udah, cukup bahasan gak penting nan subjektif dari saya. Untuk ceritanya sendiri, saya suka banget karena biasanya dorama kedokteran yang ada bercerita tentang dokter-dokter yang menangani pasien yang masih hidup, kalo ini yang udah meninggal. Kekurangannya sih kadang-kadang ceritanya berjalan lambat dan membosankan, sehingga kadang-kadang bikin ngantuk. Tapi di luar itu, dorama ini sangat worth to watch kok. 4 bintang deh dari saya :)))

My Rating: 4 / 5

Read Full Post »