Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘itaya yuka’

Kuwata Maki (Kirishima Reika) adalah seorang perempuan yang baru saja putus dari tunangannya. Setelah kejadian itu, ia memutuskan untuk tinggal sendiri. Namun, ia tidak punya tempat tinggal dan tidak punya banyak uang. Cincin tunangannya pun hanya laku terjual sebesar 3500 yen. Miyata Takeshi (Nakamura Yasuhi) adalah seorang pria yang masih belum bisa move on meskipun sudah 6 bulan putus dari pacarnya, Ayumi (Itaya Yuka). Miyata masih mencintai mantan pacarnya itu dan saking cintanya ia sampai-sampai membeli apartemen yang bagus untuk ia tempati bersama Ayumi. Namun, baru satu minggu tinggal di apartemen itu, tiba-tiba Ayumi memutuskannya dan menghilang entah ke mana.

Kedua orang tersebut bertemu pada suatu malam di sebuah restoran. Pada saat itu, Miyata sedang makan bersama Kanda Yusuke (Yamanaka So), sahabatnya sejak SMP. Pada saat itu pula, Kanda memberitahu Miyata bahwa sebentar lagi Ayumi akan menikah. Kanda pun menasihati Miyata agar cepat-cepat move on dan mencari cewek lain. Ia pun melihat Maki yang saat itu sedang duduk sendirian di meja belakang mereka. Kanda pun meminta Maki agar ikut makan bersama mereka. Dan tidak lama kemudian, Kanda tiba-tiba pergi dan meninggalkan Miyata berdua saja dengan Maki. Lalu, apa yang akan terjadi pada Miyata dan Maki? Apakah mereka berdua akan saling jatuh cinta? Apakah mereka akan mampu melupakan mantan pacar mereka? Dan apakah film itu memang hanya bercerita tentang mereka berdua saja?

Jika membaca sinopsis di atas, mungkin kamu akan mengira bahwa film ini adalah sebuah film drama romantis. Ya, di 30 menit pertama, film ini memang terlihat hendak bercerita tentang dua orang yang sama-sama  baru patah hati yang kemudian bertemu dan saling jatuh cinta, lengkap dengan iringan suara piano yang mendayu-dayu. Ih, klise banget sih, pris. Eh eh eh tapi tunggu dulu, bersabarlah dalam menonton film ini. Karena setelah 30 menit berlalu, kamu akan dibawa pada berbagai macam kejutan yang menunjukkan bahwa ini bukan film biasa. Dan ya, ini bukanlah film romantis. Bahkan mungkin saja setelah menonton film ini kamu tiba-tiba jadi nggak percaya sama hal-hal romantis seperti yang ada di film-film.

Emang kejutan-kejutannya kayak gimana sih, pris? Kalo diceritain, nantinya gak kejutan dong, hihihi *ditendang*. Intinya sih, film ini memiliki plot non-linear. Plot non-linear itu kayak gimana, pris? Ya pokoknya kamu tonton deh film-film kayak Memento, Pulp Fiction, The Prestige, dan sejenisnya. Non linear  di film ini digambarkan melalui sudut pandang tiga orang yang berbeda akan peristiwa pada suatu malam. Ya, peristiwa utamanya adalah pertemuan Maki dan Miyata di restoran seperti pada sinopsis di atas. Tapi sebenarnya, di balik peristiwa tersebut, ada hal-hal lain yang melatarbelakanginya. Bahkan, hal tersebut melibatkan seorang yakuza! Jadi karena tiga sudut pandang tersebut, jangan heran kalo kamu akan menemukan adegan yang sama (namun dengan sudut pandang yang berbeda) lagi dan lagi.

Tapi A Stranger of Mine ini bukan film berat macam Memento. Filmnya lumayan ringan kok, meskipun pada awalnya mungkin kamu akan dibuat sedikit bingung. Tapi setelah nonton sampai selesai, mungkin kamu akan merasakan suatu kepuasan yang sangat besar, persis rasanya kayak pas abis nonton Fish Story. Ya, film ini memang nuansanya rada mirip sama Fish Story, di mana unsur kejutan adalah suatu hal yang menjadi kekuatan filmnya. Jadi kayak Fish Story juga, semakin sedikit informasi yang kamu ketahui mengenai film ini, maka semakin asik juga menontonnya.

Overall, melalui film ini kita ditunjukkan agar jangan terlalu mudah mempercayai orang lain. Setiap orang itu punya pikiran masing-masing, dan tidak ada yang tahu apakah pikirannya tersebut sejalan dengan apa yang kita harapkan. Bahkan biarpun kita sudah lama mengenal orang tersebut. Well, 4 bintang deh untuk film ini 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »


Setelah nonton BOSS (dan diikuti BOSS 2), mood nonton dorama saya jadi naik drastis. Saya pun mencoba menonton episode pertama dari beberapa dorama yang belum pernah saya tonton, tapi sayangnya tidak ada yang membuat saya tertarik untuk melanjutkan ke episode-episode berikutnya biarpun dorama-dorama tersebut sebenarnya memiliki cerita yang menarik. Lalu saya mencoba menonton episode pertama dari dorama Hotaru no Hikari, dorama yang ceritanya udah sering saya denger tapi baru kali ini niat buat nontonnya muncul. Dan ternyata doramanya emang menarik banget dan bikin saya ketagihan dari awal. Dorama berjumlah 10 episode ini pun langsung selesai saya tonton dalam satu hari, dan menyusul setelah itu season keduanya yang juga selesai dalam satu hari (yeah, I really need to get a life).

Hotaru no Hikari (Glow of Fireflies) sendiri bercerita tentang Amemiya Hotaru (Ayase Haruka), seorang perempuan kantoran yang selalu berpenampilan rapi, modis, dan selalu cekatan dalam pekerjaannya. Tapi siapa yang menyangka, penampilan Hotaru di rumah ternyata sangat bertolak belakang dengan penampilannya di kantor. Di rumah ia lebih senang bermalas-malasan sambil minum bir, dengan mengenakan celana training yang sudah sobek dan kaos bernoda, dan dengan rambut diikat ke atas. Rumahnya pun tidak pernah jauh dari kata berantakan. Hotaru juga tidak pernah tertarik dengan kehidupan percintaan karena menurutnya lebih asik bermalas-malasan di rumah daripada berkencan dengan cowok. Jika diistilahkan, perempuan seperti Hotaru ini dapat disebut sebagai Himono Onna (dried fish woman).

Lalu suatu kejadian menyebabkan ia terpaksa berbagi tempat tinggal dengan Takano Seiichi (Fujiki Naohito) yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Berbeda dengan Hotaru, Takano (yang biasa dipanggil buchou oleh Hotaru <- sebutan bos/manager/kepala biro dalam bahasa jepang) adalah pria yang sangat perfeksionis dan rapi. Oleh karena itu, tentu saja ia tidak tahan melihat gaya hidup Hotaru yang asal-asalan. Suatu ketika, Hotaru yang sudah lama tidak peduli pada kehidupan percintaan tiba-tiba jatuh cinta pada Teshima Makoto (Kato Kazuki), seorang karyawan kantornya yang baru pulang dari tugasnya di luar negeri. Teshima sendiri sebenarnya juga menyukai Hotaru, tapi karena sifatnya yang kaku, dan juga karena Hotaru yang kurang pengalaman dalam masalah percintaan, hubungan mereka menjadi terasa agak sulit. Belum lagi yang menyukai Teshima bukan hanya Hotaru saja. Namun untung ada Takano, yang selalu membantu dan menyelematkan hubungan Hotaru dan Makoto. Lalu, apakah hubungan antara Hotaru dan Makoto berjalan lancar? Dan bagaimana dengan hubungan Takano dan Hotaru? Apakah rahasia bahwa mereka tinggal serumah suatu saat akan ketahuan? Ayo kaaak, ditonton.

Dua kata untuk dorama ini: KOCAK BANGET. Saya suka banget sama kepribadian karakter Hotaru yang sedikit mengingatkan saya pada karakter Nodame dari Nodame Cantabile. Hotaru ini bener-bener konyol dan sinting ya. Karakter ini sendiri agak menyentil saya yang kalo di rumah gak jauh dari karakter himono onna (tapi saya gak separah Hotaru kok, serius). Ngaku deh, pasti banyak dari kalian yang juga punya sisi himono onna kan? kaaaaan?

Ya ya ya, yang bikin dorama ini menarik dan jadi hidup tentu saja karakter Hotaru si Himona Onna. Segala kekonyolan yang dilakukannya selalu berhasil membuat saya tertawa. Ceritanya sendiri biar gak tergolong original tapi tetap menarik untuk diikuti, dan yang pasti dorama ini bikin saya gemes terus karena penasaran pengen melihat bagaimana perkembangan kehidupan Hotaru selanjutnya. Kisah cintanya itu loh benar-benar menggemaskan! Biarpun di sebagian besar dorama lebih fokus pada kisah cinta antara Hotaru dan Makoto, tapi yang bikin gemes tentu saja adalah hubungan antara Hotaru dan buchou-nya. Momen saat mereka duduk berdua dan ngobrol-ngobrol di beranda rumah adalah momen yang paling saya suka di dorama ini. Chemistry antara kedua tokohnya pun berhasil dibangun dengan baik biarpun dorama ini kering adegan mesra. Biarpun bertolak belakang, keliatan banget kalo mereka saling membutuhkan satu sama lain. Ayase Haruka sangat berhasil memerankan tokoh Hotaru. Begitu juga dengan om Fujiki Naohito yang luar biasa ganteng dan selalu kelihatan muda di sini. Saya suka liat karakternya yang sering kebawa gila gara-gara Hotaru. Kato Kazuki juga lumayan ganteng di sini biarpun aktingnya biasa aja (hey pris, stop using word “ganteng” in your review!).

Well, segini aja review saya. Buat penyuka dorama-dorama bergenre komedi romantis, saaaaangat sangat disarankan untuk menonton dorama ini (tapi dorama ini lebih banyak komedinya sih ketimbang romantisnya). Seperti yang udah dibilang di atas, dorama ini juga memiliki sekuel yang menurut saya sama bagusnya sama yang pertama (but less ngegemesin). Tahun 2012 nanti pun kelanjutan kisah antara Hotaru dan buchou akan dilanjutkan dalam bentuk film layar lebar. Jadi tunggu apa lagi, ayo tontonlah dorama ini! 😀

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »