Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jude law’

“How do you say goodbye to someone you can’t imagine living without? I didn’t say goodbye. I didn’t say anything. I just walked away.”

Elizabeth (Norah Jones) harus menerima kenyataan bahwa pacarnya yang sangat ia cintai ternyata memiliki kekasih lain. Hal itu diketahuinya ketika ia datang ke kafe yang biasa dikunjungi pacarnya, dan bertanya tentang pacarnya tersebut kepada si pemilik kafe, yang mengatakan bahwa pacarnya kemarin datang ke kafe tersebut dengan seorang perempuan. Merasa marah sekaligus sedih, Elizabeth kemudian menitipkan kuncinya pada pemilik kafe yang bernama Jeremy (Jude Law) tersebut, agar pacarnya bisa mengambilnya jika datang lagi ke kafe tersebut (sekaligus sebagai tanda perpisahan dari Elizabeth). Keesokan harinya, Elizabeth datang lagi ke kafe tersebut dengan tujuan untuk mengecek apakah kunci tersebut sudah diambil oleh (mantan) pacarnya, yang ternyata belum. Dan begitulah setiap harinya, Elizabeth datang terus ke kafe tersebut untuk mengecek kuncinya sekaligus untuk curhat pada Jeremy. Bagi Jeremy sendiri, ini bukan pertama kalinya ia menemui kejadian seperti ini. Ia sendiri memiliki setoples besar berisi banyak kunci yang pernah dititipkan oleh pengunjung-pengunjung kafe-nya, dan di balik kunci-kunci tersebut terdapat kisah yang berbeda-beda. Elizabeth dan Jeremy pun kemudian menjadi akrab, sampai suatu hari Elizabeth memutuskan untuk mengusir rasa patah hatinya dengan pindah dan bekerja di kota lain. Di bar tempat ia bekerja  (di kota Memphis) ia berkenalan dengan Arnie (David Strathairn), pemabuk yang selalu tampak frustrasi, lalu ada Sue Lynne (Rachel Weisz), perempuan cantik yang ternyata adalah istri Arnie. Lalu di kota lainnya ia bertemu dengan Leslie (Natalie Portman), seorang penjudi yang kemudian meminjam uang pada Elizabeth dan kemudian membawanya ke suatu perjalanan ke Las Vegas. Pertemuannya dengan orang-orang  tersebut membuat Elizabeth mempelajari banyak hal, salah satunya adalah bahwa ‘luka’ akibat patah hati yang dialaminya tidaklah seberapa jika dibanding dengan luka yang dialami orang-orang tersebut.

Tertarik nonton film ini karena melihat jajaran cast-nya yang semuanya menarik. Ada Jude Law, Rechel Weisz, Natalie Portman, dan ditambah penyanyi jazz Norah Jones yang melakukan debut aktingnya di film ini. Pasti ini akan menjadi film yang menarik! Dan untungnya saya tidak dikecewakan oleh nama-nama terkenal tersebut. Saya sangat sangat sangat menyukai film ini. Film bertema patah hati ini berhasil membuat saya jatuh cinta (pada film ini)! Ceritanya sederhana tapi ‘dalem’. Tentang patah hati dan kesepian, suatu hal yang mungkin pernah dialami banyak orang. Dialog-dialog dalam film ini sangat berkesan, dan setelah saya selesai menonton film ini dialog-dialog tersebut masih terngiang-ngiang di kepala saya. Contohnya dialog tentang filosofi blueberry pie (sebelumnya udah pernah saya tulis di blog saya yang ini) yang diucapkan oleh Jeremy ketika Elizabeth bertanya-tanya kenapa pacarnya lebih memilih orang lain. Jeremy mengatakan bahwa di kafenya, blueberry pie adalah makanan yang tidak pernah dibeli oleh pengunjungnya, hal itu bukanlah salah sang blueberry pie tersebut, namun orang-orang lebih memilih makanan yang lain. Juga mengenai kunci-kunci yang disimpan oleh Jeremy yang semuanya memiliki kisah yang berbeda-beda, Elizabeth bertanya kenapa Jeremy tidak membuang kunci-kunci tersebut jika tidak ada yang mengambilnya, dan Jeremy menjawab jika ia membuang kunci-kunci tersebut, pintu-pintu yang memiliki kunci tersebut akan terkunci selamanya, dan itu pun bukan hak dia untuk melakukan itu.

Kisah Arnie dan Sue Lynne juga tidak kalah menarik dan memilukan. Arnie sangat mencintai istrinya yang jauh lebih muda tersebut, tapi Sue Lynne tidak mau dikekang dan ia ingin bebas dari suaminya tersebut. Ketika sesuatu terjadi pada Arnie, kehampaan lalu menyelimuti dirinya. Lalu ada juga kisah Leslie, perempuan tukang judi yang tidak pernah mempercayai siapa pun. Kisah yang ini memang tidak semenyentuh kisah Arnie-Sue Lynne, tapi lumayan meninggalkan kesan yang agak dalam juga.

Dari segi akting, semua pemainnya berakting dengan baik di film yang disutradarai oleh Wong Kar-wai ini. Untuk ukuran debut, Norah Jones menampilkan akting yang lumayan di film ini. Dan Jude Law, aaaah saya suka banget sama karakter Jeremy yang dimainkannya (dan saya seneng liat interaksi dia dengan Elizabeth), dan aktingnya pun bagus di sini. Natalie Portman seperti biasa berakting ciamik di film ini. Tapi yang paling spesial aktingnya di sini menurut saya adalah Rachel Weizs yang berperan sebagai Sue Lynne. Dan dia luar biasa cantik di film ini.

Gambar-gambar di film diambil dengan gaya yang unik. Meskipun beberapa adegan yang dibuat agak slow motion itu tidak begitu nyaman di penglihatan saya, tapi hal tersebut memberikan suatu ciri khas tersendiri. Well, secara keseluruhan film ini sangat bagus dan berkesan banget buat saya. Film yang manis sekaligus pahit. Film ini menunjukkan bahwa patah hati adalah hal yang biasa dan bukan akhir dari segalanya. Film ini cocok untuk ditonton penyuka drama lambat dengan dialog-dialog yang ‘dalem’ dan orang-orang yang pernah merasakan patah hati atau kesepian. 4,5 bintang 🙂

Memorable Quotes:

Elizabeth: So what’s wrong with the Blueberry Pie?
Jeremy: There’s nothing wrong with the Blueberry Pie, just people make other choices. You can’t blame the Blueberry Pie, it’s just… no one wants it.
Elizabeth: Wait! I want a piece.

Elizabeth: The last few days, I’ve been learning not to trust people and I’m glad I’ve failed. Sometimes we depend on other people as a mirror to define us and tell us who we are and each reflection makes me like myself a little more.

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Advertisements

Read Full Post »

Ahem. Mungkin rasanya agak telat ya saya me-review film satu ini (berhubung review film ini sudah banyak bertebaran di mana-mana). Tapi, sesuai dengan motto favorit saya, better late than never kan?

Oke, jadi film yg akan saya review kali ini adalah Sherlock Holmes. Well, hanya sedikit informasi yang saya ketahui mengenai salah satu tokoh detektif terkenal di dunia fiksi satu ini, yaitu: 1) pencipta karakter ini bernama Sir Arthur Conan Doyle, 2) dia adalah detektif yang sangat diidolakan oleh Conan Edogawa dalam komik Meitantei Conan, 3) punya partner bernama Watson, 4) tinggal di sebuah rumah di jalan bernama Baker Street, 5) punya musuh abadi bernama Prof. Moriarty. Selain itu, saya sangat buta dan tidak tahu apa-apa mengenai detektif satu ini karena memang belum pernah baca novelnya sama sekali. Tapi karena itu saya jadi tidak punya ekspektasi apa-apa sebelum menonton film ini, dan sebagai orang yang belum pernah membaca novelnya, hasilnya saya merasa sangat puas menonton film ini. Sherlock Holmes adalah sebuah tontonan yang sangat seru dan menghibur.

Film ini diawali dengan adegan penangkapan Lord Blackwood (Mark Strong), seorang pelaku pembunuhan masal 5 orang gadis yang juga penganut ilmu hitam dan pada saat ditangkap ia sedang melakukan sebuah ritual untuk ‘menumbalkan’ gadis yang ke-6. Blackwood lalu dijatuhi hukuman mati. Namun, sebelum ia menemui ajalnya ia meminta untuk bertemu dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.), seorang detektif terkenal di London yang merupakan orang yang telah menangkap dan memenjarakan Blackwood. Ia mengatakan pada Holmes bahwa ia akan bangkit lagi dan akan ada beberapa pembunuhan lagi setelah kematiannya. Keesokan harinya Blackwood melaksanakan eksekusi hukuman matinya dengan cara digantung. Watson (Jude Law), seorang dokter yang juga merupakan sahabat Holmes, pun memastikan bahwa Blackwood benar-benar sudah mati. Namun beberapa hari setelah itu ada orang yang melaporkan bahwa ia melihat Blackwood berjalan-jalan di dekat makamnya. Begitu kepolisian memeriksa makamnya, mereka mendapati bahwa orang yang dikuburkan di makam Blackwood adalah orang lain. Dan seperti yang dikatakan Blackwood pada Holmes sebelumnya, terjadi kembali beberapa pembunuhan (yang salah satu korbannya adalah ayah Blackwood sendiri) setelah kejadian itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Holmes berhasil memecahkan kasus tersebut? Apakah pembunuhan-pembunuhan tersebut benar-benar berkaitan dengan ilmu hitam (mengingat Holmes tidak memercayai hal-hal yang berada di luar akal sehat)? Silakan deh tonton saja film ini.

Saya sukaaa film ini. Selain itu, saya memang menyukai cerita detektif karena saya sangat menyukai komik-komik detektif semacam Meitantei Conan atau Kindaichi (malah waktu kecil saya sempet bercita-cita jadi detektif karena Conan :D). Dan film ini berhasil membuat saya tegang dan juga penasaran mengenai trik apa yang dilakukan oleh Blackwood. Sayangnya otak saya gak nyampe untuk menebak hal itu :p Dan saya sangat kagum sama penyelesaian akhirnya di mana Holmes mengungkapkan segala hal di balik semua kejadian itu. Keren deh!

Duo Robert Downey Jr. dan Jude Law pun sangat ciamik dan mantap dalam memerankan Holmes dan Watson. Berhubung saya belum baca novelnya, saya gak peduli kalo orang bilang bahwa image mereka di film sangat berbeda dengan di novel. Yang penting akting mereka bagus dan mereka berhasil menampilkan chemistry yang sangat pas. Meskipun kadang kedua partner ini sering bertengkar, tapi mereka ini sejatinya saling membutuhkan dan tidak sanggup meninggalkan satu sama lain. Contohnya pas Watson udah mau pergi untuk menemui calon istrinya, ia memilih untuk balik lagi dan menolong Holmes. So sweet abis gak sih? *err….ini omongan saya kok jadi terkesan saya pengen me-yaoi-kan mereka ya :p*. Robert Downey Jr. sendiri menurut saya sangat sukses memerankan Sherlock Holmes, seorang detektif nyentrik yang sangat hebat dalam menganalisis sesuatu. Saya selalu terkagum-kagum saat melihat Holmes dapat menyimpulkan suatu hal hanya dengan melihat keadaan atau kondisi saat itu, contohnya saat ia ‘menganalisa’ calon istri Watson, hanya dengan melihat keadaan fisiknya saja ia bisa menyimpulkan beberapa hal mengenai wanita itu (meskipun karena itu akhirnya ia malah mendapat sebuah ‘semprotan’ dari Mary). Selain Downey Jr., Jude Law pun sangat bagus memerankan Watson. Saya suka liat ekspresinya saat sedang kesal pada Holmes, namun meskipun begitu ia tetap mau membantu Holmes 😀 Selain kedua tokoh utama itu, jangan lupakan keberadaan Rachel McAdams yang berperan sebagai Irene Idler, mantan kekasih (atau istri?) Holmes yang datang pada Holmes untuk meminta pertolongannya untuk mencari seseorang yang kemudian diketahui adalah anak buah Blackwood (si orang hilangnya, bukan Irene). Akting McAdams di sini pun tidak kalah dengan akting duo Downey Jr. – Law. Yang menurut saya aktingnya lemah di sini malah adalah Mark Strong sebagai Blackwood, entah kenapa menurut saya rasanya karakter ini kurang psikopat dan kurang nyeremin :p

Selain menyuguhkan kecerdasan otak Holmes, film ini juga menyajikan adegan action yang seru dan menegangkan, karena perjuangan Holmes dalam memecahkan kasus ini tidak mudah dan selalu menemui bahaya. Banyak hal-hal yang membuat Holmes dan Watson nyaris mati di film ini, dan hal itu turut membuat penonton tegang saat menonton film ini. Selain hal itu, saya juga sangat menyukai sinematografi film ini. Film ini berhasil menampilkan Inggris sekitar abad 18 melalui suasana kota London dan gaya pakaian yang dikenakan oleh orang-orang pada masa itu. Keren pokoknya 😀

Well, secara keseluruhan film ini adalah film yang sangat menarik dan menghibur. Saya sangat menantikan sekuelnya, berhubung di akhir film ini disinggung sedikit sebuah teka-teki mengenai Prof. Moriarty. Semoga sekuelnya akan lebih seru dan lebih bagus dari film ini. Oh iya, gara-gara nonton film ini saya jadi tertarik pengen baca versi novelnya. Sebelumnya novel-novel detektif yang pernah saya baca cuma novel Hercule Poirot-nya Agatha Christie dan Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock (oh iya saya jadi pengen dua novel ini juga diangkat ke film, pasti gak kalah dari Sherlock Holmes). Akhir kata, film ini sangat recommended! 4 bintang deh.

catatan: sutradara film ini adalah Guy Ritchie, yang merupakan mantan suami dari penyanyi wanita legendaris Madonna 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »