Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kate winslet’

Berapa banyak dari kita yang hidup sesuai dengan yang kita inginkan? Berapa banyak dari kita yang siap mengambil risiko untuk meninggalkan segala kemapanan demi hidup sesuai dengan yang kita inginkan? Berapa banyak dari kita yang mau keluar dari sesuatu yang bernama “comfort zone”? Tidak banyak, mungkin. Film ini bercerita mengenai hal satu itu, melalui pasangan Frank (Leonardo DiCaprio) & April Wheeler (Kate Winslet), yang setelah beberapa tahun menikah mengalami kehampaan dan kekosongan akibat hidup yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut. Padahal dilihat dari mana pun, mereka adalah pasangan yang sempurna. Sang suami punya pekerjaan tetap dan mapan, mereka juga memiliki dua anak yang manis, tinggal di rumah yang bagus di Revolutionary Road, dan sebagainya. Namun, kekosongan terus menyelimuti mereka dan menyebabkan hubungan keduanya senantiasa dihiasi dengan pertengkaran. Sampai akhirnya April memiliki sebuah ide, yaitu meminta Frank agar mereka pindah ke Paris, sesuai janji Frank beberapa tahun lalu. Awalnya Frank agak ragu untuk menerima ide istrinya tersebut. Namun, akhirnya dia menerima hal tersebut, apalagi sudah sejak lama dia ingin meninggalkan pekerjaan yang sangat-sangat dibencinya dan ingin melakukan hal yang sebenarnya dia inginkan di Paris. Mereka sepakat untuk pindah ke Paris beberapa bulan kemudian, dan dengan itu hubungan antara kedua suami istri ini mulai membaik dan hangat kembali. Berita tersebut sudah mereka sebar ke tetangga-tetangga serta teman kantor Frank, yang kebanyakan menganggap rencana suami istri tersebut sebagai rencana gila. Coba, untuk apa mereka pindah ke tempat baru, sementara hidup mereka di situ sudah mapan dan tak kekurangan? pikir mereka. Apalagi rencana kedua suami istri tersebut setelah pindah ke Paris adalah April yang bekerja sementara Frank menganggur, yang membuat rencana tersebut semakin dianggap sebagai rencana gila karena hal tersebut (istri-bekerja-suami-menganggur) dianggap tidak masuk akal. Awalnya mereka tidak goyah dengan rencana tersebut, tapi beberapa hal mulai mengganggu rencana mereka, misalnya atasan Frank mulai mempromosikan dirinya dan ia akan naik pangkat yang artinya dia akan mengalami kenaikan gaji. Begitu juga dengan kehamilan tak terencana April, yang akan mengganggu rencana kepindahan mereka. Jadi, apa yang akan terjadi pada suami-istri ini selanjutnya? Apakah rencana kepindahan mereka ke Paris akan terlaksana? Silakan tonton saja deh.

Film ini SAKIT! Punya kadar depressing yang agak tinggi, dan bikin saya jadi banyak berpikir (oh yeah biasanya saya sedikit sekali berpikir :p). Masalah yang diangkat dalam film ini cukup menyentil dan memang sering terjadi pada orang-orang kebanyakan. Coba, pasti banyak kan dari kita yang hidup tidak sesuai dengan keinginan, namun akhirnya menganggap hal itu biasa karena sudah menjadi bagian dari rutinitas, sementara sebenarnya ada hal-hal lain yang ingin kita lakukan, tapi kita terlalu takut untuk melakukannya karena takut kehilangan hal-hal yang sudah kita dapatkan tersebut. Contohnya pada suami istri Wheeler tersebut. Dilihat dari mana pun mereka adalah pasangan bahagia, punya segalanya yang mungkin tidak dimiliki oleh pasangan lain. Namun, meskipun begitu, di dalam diri mereka ada kekosongan yang membuat mereka tidak bahagia. Frank dulu bersumpah tidak akan bekerja di Knox seperti ayahnya, namun hasilnya ia malah ‘terjebak’ bekerja di tempat itu selama bertahun-tahun, padahal ada hal lain yang ingin ia lakukan, namun ia terlalu takut meninggalkan pekerjaannya karena takut kehilangan segalanya. Begitu juga dengan April, yang selalu bercita-cita jadi aktris, tapi akhirnya dia hanya jadi ibu rumah tangga biasa setelah menikah dengan Frank. Hal itu juga membuat cinta antara keduanya mulai berkurang. Sifat-sifat yang ada pada diri Frank sebelum menikah, yang membuat April jatuh cinta padanya, mulai menghilang setelah menikah karena pekerjaannya yang membuatnya tampak seperti robot. Hal ini membuat saya jadi mikir juga, banyak hal yang akan berubah setelah pernikahan, dan tidak heran sekarang banyak sekali pasangan-pasangan yang bercerai (dan film ini mungkin akan membuat orang berpikir dua kali jika ingin menikah, hehe :p).

Selain ceritanya yang menyentil dan ‘dalem’, film ini juga didukung oleh duet akting yang amat memukau dari Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet, yang sebelumnya pernah dipertemukan dalam salah satu film legendaris Hollywood, Titanic. Keren banget deh akting mereka berdua di sini! Mereka benar-benar sukses memerankan suami istri yang ‘sakit’. Tapi di antara mereka berdua, yang paling saya suka aktingnya di sini adalah Kate Winslet. Wanita satu ini emang piawai sekali ya dalam berakting, dan akting depresinya bikin saya ikutan depresi juga melihatnya. Bener deh, selama nonton film ini saya sangat penasaran dan juga takut untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya karena dalam menonton film ini saya bisa menempatkan diri pada karakter-karakternya. Misalnya, ketika Frank dipromosikan atasannya, saya jadi agak was-was dan cemas, bagaimana ya reaksi April mengenai hal itu? Hehe. Selain duet akting mereka, ada satu lagi karakter yang sangat menarik dan bagus aktingnya di sini, yaitu karakter John yang diperankan Michael Shannon. Karakter ini juga sama ‘sakit’nya dengan pasangan Wheeler, meskipun karakter ini bener-bener nyebelin dan minta digampar banget, tapi ucapan-ucapannya di sini bener banget dan lumayan nyentil pasangan tersebut. Dan dari sekian banyak teman-teman mereka, tampaknya hanya karakter ini yang mengerti tentang apa yang terjadi pada pasangan ini. Hebat deh!

Well, secara keseluruhan film ini adalah film yang bagus banget. Awalnya saya kira film ini bakal membosankan, tapi ternyata nggak loh. Film ini akan terus membuka mata anda karena penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya pada pasangan Wheeler tersebut. Selain itu, suasana kelam yang ada dalam film ini turut menambah kadar depressing dari film ini. Recommended!

Memorable Quote:

“If being crazy means living life as if it no matters and I don’t care if we’re completely insane.” (April Wheeler)

Catatan: oh ya, film ini disutradarai oleh Sam Mendes yang tidak lain adalah suami dari Kate Winslet sendiri. Sutradara ini juga terkenal dengan film arahannya yang berjudul “American Beauty” (hiks, saya belum nonton dan sampai saat ini masih nyari dvd-nya :()

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Banyak manusia yang memiliki kenangan yang buruk dan ingin melupakan kenangan tersebut. Seperti pada film  “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” yang disutradarai oleh Michel Gondry. Ingin melupakan seseorang? Lacuna inc solusinya. Hal itulah yang dilakukan oleh Clementine (Kate Winslet), yang pergi ke Lacuna inc, sebuah tempat yang dapat membantu seseorang menghapus orang lain dari ingatannya. Clementine menghapuskan Joel (Jim Carrey) yang merupakan kekasihnya, dari ingatannya. Sehingga saat Joel bertemu lagi dengan Clementine, Clementine sama sekali tidak mengenalinya. Akhirnya Joel mengetahui bahwa Clementine telah menghapus dirinya dari ingatannya. Sakit hati akan hal tersebut, Joel pergi ke Lacuna inc untuk melakukan hal yang sama, yaitu menghapus Clementine dari ingatannya. Dalam proses penghapusan ingatan tersebut, Joel diharuskan untuk tidur, dan dalam tidurnya itu ia mengingat kenangan-kenangannya bersama Clementine yang akan dihapus oleh pihak Lacuna, seperti kenangan saat mereka bersenang-senang, pertama kali bertemu, bertengkar, dan berbagai kenangan lainnya. Dengan mengingat kenangan-kenangan tersebut, Joel menjadi tidak rela jika kenangan tersebut akan hilang begitu saja. Maka terjadilah ‘pertarungan’ Joel di alam bawah sadar, yang berusaha ‘melarikan’ kenangan-kenangan tersebut agar tidak dihapus.

Saya suka film ini. Saya suka ide ceritanya yang unik. Saya suka gaya bercerita film ini. Saya suka dialog-dialognya. Saya suka akting pemain-pemainnya. Intinya film ini bagus banget! Ga boong saya.

Memang, film ini bukanlah film yang mudah dimengerti hanya dengan sekali nonton. Saya sendiri harus mengulang beberapa adegan dari film ini sampai akhirnya saya bener-bener ngerti. Dan, setelah saya mengerti betul tentang film ini, saya merasa puas sekali ^^

Ide cerita film drama yang dibalut science fiction ini memang unik, tentang menghapus seseorang. Saya yakin setiap manusia pernah membenci seseorang sampai-sampai ingin menghapus orang tersebut dari ingatan. Namun, di samping rasa benci itu, ada juga perasaan cinta yang mendalam. Seperti yang terjadi pada hubungan Clementine dan Joel. Hubungan mereka banyak mengalami pasang surut dan selalu dihiasi pertengkaran. Namun, meskipun kerap kali bertengkar, mereka sadar bahwa masing-masing dari mereka masih memiliki rasa cinta satu sama lain. Sehingga, meskipun Joel ingin menghapus kenangannya akan Clementine (baik yang buruk maupun yang bagus), ia menjadi tidak rela karena ia sadar kenangannya tersebut sangat berharga.

Gaya bercerita film ini juga unik, meskipun ritme-nya cenderung tak teratur. Misalnya pada saat penghapusan ingatan Joel. Awalnya saya agak-agak bingung melihat adegan-adegan itu. Namun, semakin lama saya jadi semakin terbiasa dan ikut terbawa dalam film ini, sampai-sampai saya ikutan gak rela kalo ingatan Joel tentang Clementine akan hilang ^^

Untuk urusan akting, Jim Carrey dan Kate Winslet bermain sangat bagus di film ini. Jim Carrey yang biasanya bermain di film-film komedi (yang mengandalkan muka karetnya) bermain dengan peran yang agak serius di sini, dan tidak gagal dalam memerankan Joel. Namun,yang paling cemerlang di film ini tentunya adalah Kate Winslet yang berperan sebagai Clementine. TOP banget lah akting perempuan satu ini. Saya suka banget aktingnya di sini sebagai Clementine yang merupakan karakter perempuan yang bebas dan mandiri. Selain duet Carrey-Winslet, pemain lainnya seperti Kirsten Dusnt, Elijah Wood, dan Mark Ruffalo juga bermain sangat baik dan turut menghidupkan film ini (apalagi mereka juga punya masalah sendiri-sendiri).

Jadi, saya kasih 4,5 bintang buat film ini. Film ini bukan film yang gampang dicerna dengan sekali nonton, dan jangan sampai melewatkan sedetik pun adegan di film ini, karena bisa-bisa jadi gak ngerti. Buat yang bingung dalam menebak waktu yang ada di film ini (contohnya, adegan pas prolog itu adegan yang kapan sih?), perhatiin deh warna rambut Clementine. Soalnya kalo gak ngerti urutan waktunya, mungkin bakal bingung pas liat endingnya. Tapi kalo ngerti, kamu pasti langsung merasa puas sekali (kayak saya nih). Recommended!

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »