Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘mystery’

Sebuah bus sekolah yang berisi satu orang supir dan empat orang siswi tengah melaju di jalanan sebuah kota kecil bernama Atami. Di tengah jalan, mereka melihat ada seorang kakek tua yang terbaring di jalanan. Sang supir pun turun dari bus untuk melihat keadaan kakek tua tersebut. Lalu, tiba-tiba bus yang berisi empat orang siswi tersebut melaju sendiri. Si supir yang tengah menolong kakek tua tersebut pun langsung berlari mengejar bus tersebut. Sayangnya, bus tersebut tidak berhasil dikejar dan menghilang bersamaan dengan munculnya kabut.

Tim polisi lokal (yang sepertinya sebelum ini kebanyakan nganggur) pun dikerahkan untuk mencari bus tersebut. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Meskipun begitu, salah seorang siswi yang naik bus tersebut, yaitu Shinonome Mai, berhasil ditemukan dalam keadaan tidak sadar. Tiga tahun berlalu setelah kejadian itu. Mai, satu-satunya siswi yang ditemukan tersebut, akhirnya bangun setelah mengalami koma selama tiga tahun. Namun, ia sudah tidak ingat apa-apa mengenai kejadian yang ia alami tiga tahun yang lalu. Dua orang penyelidik dari Wide Area Investigator pun datang ke Atami untuk menyelidiki kasus bus yang hilang tersebut. Dua orang penyelidik tersebut adalah Hoshizaki Kenzo (Odagiri Joe) dan Kitajima Sae (Kuriyama Chiaki). Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Apakah bus tersebut berhasil ditemukan? Apa yang terjadi pada tiga orang siswi yang belum ditemukan? Dan, apakah ada yang menjadi dalang di balik hal tersebut?

Yak, satu lagi dorama detektif yang sudah saya tonton. Berbeda dengan dorama detektif lain yang biasanya berformat satu episode satu kasus, kasus yang diselidiki dalam Atami no Sousakan hanya berkutat pada kasus hilangnya bus tersebut. Jadi mungkin kamu akan sedikit merasa bosan karena kemajuan dalam penyelidikan kasus tersebut terasa agak lambat. Tapi untung saja dorama ini memiliki unsur komedi yang berhasil membuat saya tertawa dan bertahan menonton dorama ini. Memang, unsur komedinya bukan tipe komedi yang gampang disukai semua orang, termasuk oleh penggemar dorama Jepang sekalipun.  Namun, jika kamu menyukai unsur komedi seperti yang ada pada dorama Jikou Keisatsu (dibintangi Odagiri Joe juga) atau film-film Jepang seperti Turtles Swim Faster Than Expected, Adrift in Tokyo, dan Instant Numa, maka kamu pasti akan sangat menyukai dorama ini. Apa kesamaan judul-judul tersebut dengan Atami no Sousakan? Ya, ada pada sutradaranya yang sama, yaitu Miki Satoshi. Miki Satoshi adalah salah satu sutradara film Jepang yang memiliki gaya komedi yang sangat khas (seperti pada Turtles Swim Faster than Expected yang sudah pernah saya review di sini). Gaya komedinya cenderung aneh, garing, dan gak penting. Namun, jika kamu sudah terbiasa dengan gayanya, maka kamu pasti akan dibuat tertawa dengan komedi yang ditampilkan dalam dorama ini.

Yang patut diacungi jempol dari dorama ini adalah akting dari para pemainnya. Sebagian aktor/aktris dalam dorama ini sebelumnya sudah pernah bermain dalam film/dorama yang disutradarai Miki Satoshi, sehingga tampaknya mereka sudah nyaman dengan gaya penyutradaraan Miki Satoshi. Misalnya Odagiri Joe, sang pemeran utama, yang sudah beberapa kali bekerja sama dengan Miki Satoshi (dua season Jikou Keisatsu, Adrift in Tokyo). Di sini ia berperan dengan sangat bagus sebagai Hoshizaki, detektif cerdas yang memiliki peralatan-peralatan aneh untuk membantu penyelidikannya. Fuse Eri, Iwamatsu Ryo, dan Matsushige Yutaka yang sudah sering bekerja sama dengan Miki Satoshi pun memerankan perannya masing-masing dengan sangat baik, terutama Fuse Eri yang sangat mencuri perhatian di sini dengan perannya sebagai polisi lokal yang hobi sekali mengerjai Hoshizaki. Adegan yang melibatkan dia selalu berhasil membuat saya tertawa. Kuriyama Chiaki (Kill Bill Volume 1, Battle Royale) yang belum pernah bekerja sama dengan Miki Satoshi sebelumnya pun berhasil memerankan perannya dengan baik dan tidak canggung. Selain karakter-karakter di atas, dorama ini juga dihiasi oleh wajah-wajah muda yang tampaknya akan memiliki masa depan cerah di perfilman Jepang. Contohnya Miyoshi Ayaka, Nikaido Fumi (yang wajahnya mirip Miyazaki Aoi), Yamazaki Kento, dan Sometani Shota, yang berperan sebagai siswa dan siswi Eternal Forest School, satu-satunya sekolah di kota Atami yang sebagian besar muridnya adalah perempuan (murid cowoknya cuma dua orang).

Untuk bagian penyelidikannya, mungkin penyelidikan dalam dorama ini tidak semenarik dorama detektif lainnya. Namun, setelah beberapa episode (btw dorama ini terdiri dari 8 episode), saya mulai menyadari bahwa ini bukanlah dorama tentang detektif. Fokus utama dorama ini adalah misteri yang ada di dalamnya, yang bukan hanya tentang misteri bus yang hilang saja, tapi misteri tentang kota Atami itu sendiri.  Detektif hanyalah alat yang digunakan untuk memecahkan misteri tersebut. Jadi jika kamu menonton dorama ini dengan harapan ingin melihat detektif yang keren dengan penyelidikan yang keren juga, siap-siap kecewa deh. Tapi jika yang ingin kamu lihat adalah misteri di dalamnya, maka kamu akan menyukai dorama ini. Ending dorama ini sendiri masih menyisakan banyak pertanyaan. Tampaknya, Miki Satoshi sengaja membiarkan penonton untuk menafsirkan sendiri endingnya. Awalnya saya bingung ketika melihat ending dari dorama ini. Namun, kalau kamu jeli, petunjuk-petunjuk tentang misteri yang sesungguhnya dari dorama ini sudah ada dari episode awal kok. Selain itu, dengerin deh theme song dari dorama ini, yaitu lagu berjudul Tengoku e Youkoso yang dibawakan oleh band Tokyo Jihen. Selain pas ditempatkan dalam dorama ini, lirik dalam lagu berbahasa Inggris ini juga sangat tepat dalam menggambarkan hal yang ingin disampaikan dorama ini.

Ja, 4 bintang deh untuk dorama ini. Recommended! Terutama untuk kamu penggemar film/dorama berbau misteri atau penggemar film-filmnya Miki Satoshi.

Trivia: Lampu Yes-No yang dimiliki oleh Hoshizaki serta karakter nenek-nenek yang sedang memakan Chupa Chups dalam dorama ini juga terlihat dalam film Miki Satoshi yang berjudul The Insects Unlisted in the Encyclopedia. Twist dalam Atami no Sousakan sendiri merupakan tema dari film tersebut (dan tampaknya Miki Satoshi terobsesi dengan hal tersebut, hehe). Selain itu, ada satu lokasi dalam film itu yang mirip dengan salah satu lokasi dalam Atami no Sousakan.

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »

Anak-anak dan imajinasi, dua hal tersebut adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Coba saya tanya, waktu kamu kecil kamu pasti senang sekali mengkhayalkan banyak hal kan? (kalaupun nggak, pura-pura bilang iya aja ya). Begitu juga dengan Kenji dan kawan-kawannya. Waktu kecil, Kenji selalu bermimpi ingin menjadi seorang penyelamat dunia. Dia pun merancang sebuah ‘skenario penyelamatan dunia’ pada sebuah buku yang dinamakan “the book of prophecy”, bersama dengan teman-temannya di suatu tempat yang mereka namakan “markas rahasia”. Namun, dunia bisa diselamatkan jika terlebih dahulu ada hal yang mengancamnya bukan? Karena itulah, dalam skenario penyelamatan dunia itu mereka menuliskan bahwa di masa depan, dunia akan diserang oleh berbagai macam hal, mulai dari wabah virus misterius sampai serangan robot seperti yang ada di komik-komik yang mereka baca. Dan tugas mereka adalah menyelamatkan dunia dari hal-hal tersebut.

Namun, imajinasi anak-anak kadang-kadang selalu berakhir menjadi sekadar imajinasi saja. Kenji ketika dewasa sudah melupakan cita-citanya menjadi penyelamat dunia dan malah berakhir sebagai seorang pemilik konbini (semacam mini market). Salah satu cita-citanya yang lain, yaitu sebagai musisi rock pun sudah ia buang jauh-jauh dari dulu. Lalu, beberapa kejadian misterius muncul. Kejadian-kejadian yang pernah Kenji dan kawan-kawannya tuliskan dalam skenario penyelamatan dunia di waktu kecil tersebut satu persatu menjadi kenyataan. Kejadian-kejadian tersebut diduga berkaitan dengan sebuah perkumpulan kultus  yang dipimpin oleh seorang pria misterius bernama “Friend” (atau dalam bahasa Jepangnya “Tomodachi”). Perkumpulan tersebut tampaknya bukanlah perkumpulan biasa karena kabarnya pihak kepolisian Jepang pun sudah dimasuki oleh orang-orang mereka. Yang aneh adalah, perkumpulan tersebut menggunakan simbol yang sama dengan simbol yang digunakan Kenji dan kawan-kawannya waktu kecil sebagai lambang persahabatan mereka. Jadi, siapakah “friend” sebenarnya? Apakah dia yang menyebabkan timbulnya kejadian-kejadian misterius tersebut? Apakah dia merupakan salah satu teman Kenji di masa kecil? Lalu, apakah Kenji dan kawan-kawannya memang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia? Baca aja deh kakak

Setelah membaca manga ini, saya langsung menobatkan 20th Century Boys sebagai salah satu manga terbaik yang pernah saya baca. Saya sendiri merasa sedikit menyesal karena baru membaca manga hebat tersebut baru-baru ini, padahal manga ini sudah diterbitkan sejak tahun 1999. Tapi better late than never kan? *ting ting*

Mengagumkan. Itu adalah salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan manga ini. Membaca manga ini membuat saya bertanya-tanya, Urasawa Naoki (pengarang 20th Century Boys) ini makannya apa ya kok bisa-bisanya bikin manga super jenius kayak gini? Saya benar-benar kagum dengan cara beliau merangkaikan kisah dalam manga ini. Salah satu keunikan manga ini terdapat pada alurnya yang acak-acakan tapi biar begitu tetap membentuk satu kesatuan yang kuat dan tidak membuat bingung. Ceritanya mengalir dengan banyak flash back, dan kadang-kadang alurnya suka loncat-loncat. Misalnya ada suatu kejadian di tahun 2000 lalu kisahnya tiba-tiba loncat ke kejadian di tahun 2014. Kadang-kadang hal tersebut membuat saya merasa gregetan karena alurnya sering tiba-tiba loncat ketika situasi dalam manga itu sedang berada di puncaknya, sehingga hal tersebut membuat pembaca akan selalu merasa penasaran karena banyaknya misteri yang belum terpecahkan. Yang membuat saya kagum lagi, Urasawa Naoki sendiri tampaknya tahu benar cerita dalam manganya tersebut akan dibawa ke mana. Misalnya setelah saya perhatikan, adegan yang terjadi dalam volume 22 (volume akhirnya) ternyata pernah disinggung (biar secuil) dalam volume pertama.

Selain alurnya, yang membuat saya kagum pada manga ini tentu saja ceritanya yang bagus dan kuat. Kisah seputar konspirasi memang selalu menarik perhatian saya. Dan apakah Urasawa Naoki hendak menyampaikan sesuatu melalui manga ini? 😀 Selain itu, di sini juga kita ditunjukan bahwa imajinasi masa kecil tentang penaklukan dan penyelamatan dunia memang sering kali terlihat keren, tapi ketika hal tersebut menjadi kenyataan, apakah kita masih bisa menyebut itu sebagai hal yang keren?

Keunggulan manga ini juga terdapat pada karakteristik tokoh-tokohnya. Yang paling saya suka dari manga ini adalah tokoh utamanya Kenji yang digambarkan sebagai orang yang biasa-biasa saja. Karakternya terasa manusiawi sekali dan kadang-kadang masih punya rasa takut. Karakter-karakter lainnya pun memiliki karakterisasi yang sangat bagus. Selain itu, karena manga ini berlatarkan pada waktu yang berbeda-beda (tahun 70-an, 1997, 2000, 2014), kita jadi bisa melihat bagaimana perkembangan karakter mereka secara psikologis dari kecil sampai dewasa (dan tua). Dan perkembangan karakter tersebut terasa wajar dan masuk akal. Di sini juga kita bisa melihat bahwa apa yang terjadi pada seseorang di masa kecilnya akan sangat berpengaruh bagi perkembangannya ketika menjadi orang dewasa. Jadi buat penyuka manga atau cerita yang rada “nyikologis”, 20th Century Boys adalah salah satu manga yang wajib sekali untuk dibaca.

Dari segi ilustrasi, saya juga suka dengan ilustrasi yang juga digambar oleh Urasawa Naoki ini. Ilustrasinya digambarkan dengan gaya gambar yang agak realis. Plus yang saya suka adalah peletakan panelnya yang sangat rapi, sehingga pembaca yang tidak terbiasa dengan manga dapat dengan mudah mengikuti ceritanya.

Namun, sayangnya endingnya menurut saya rada gantung dan kentang (alias nanggung). Seperti yang sudah saya bilang, manga ini berakhir di volume 22. Tapi sayangnya sampai manga ini berakhir, manga ini masih meninggalkan beberapa misteri yang belum terpecahkan. Namun untungnya setelah itu Urasawa Naoki mengeluarkan manga 21st Century Boys (terdiri dari dua volume) yang akan menjawab rasa penasaran pembaca akan ending yang menggantung tersebut. Saya sendiri lumayan puas dengan 21st Century Boys dan menurut saya manga tersebut adalah ending dari 20th Century Boys yang sebenarnya.

Ja, segini aja review dari saya. Saya sangat merekomendasikan manga ini untuk dibaca semua penggemar manga atau penggemar cerita suspense/supernatural/action/psychological/mystery. Oh ya, biarpun ceritanya keliatan agak berat, tapi manga ini enak diikutin kok, karena pengarangnya sering kali menyelipkan unsur humor di dalamnya. Yang jelas, kalo udah sekali baca manga ini, pasti gak bakalan berhenti baca sampai akhir (kayak saya :D). Jadi, selamat membacaaaaa :)))

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Detektif, profesi satu itu sempat menjadi salah satu cita-cita saya waktu masih kecil, gara-garanya waktu kecil saya suka banget baca komik Detective Conan. Sejak baca Conan, saya jadi suka sama segala cerita yang berbau detektif, baik itu cerita dalam buku, komik, film, sampai serial. Nah, kali ini saya akan ngereview salah satu dorama bertemakan detektif yang baru-baru ini saya tonton, yaitu Keizoku 2: SPEC. Tapi, tema detektif di sini sedikit berbeda karena ditambah beberapa unsur lain seperti unsur komedi dan supernatural.

Melihat angka 2 pada judulnya, kita pasti akan langsung menebak bahwa dorama ini adalah sebuah sekuel dari dorama yang sudah ada sebelumnya. Ya, dorama ini adalah sekuel dari dorama Keizoku (1999) yang dibintangi oleh Miki Nakatani dan Atsuro Watabe (belum nonton). Tapi menurut info yang saya baca, SPEC bukanlah lanjutan dari seri pertamanya karena karakter-karakter dalam SPEC semuanya adalah karakter baru dan bukan dari dorama pendahulunya (ralat: Raita Ryu ternyata berperan di Keizoku juga). Sehingga, tanpa nonton seri pertamanya kita tetap akan mengerti jalan cerita SPEC karena ceritanya yang berdiri sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan seri pertamanya. Hubungan antara SPEC dan Keizoku hanya ada pada tema ceritanya yang sama, di mana kasus-kasus yang diselidiki dalam dua dorama itu adalah kasus-kasus yang tidak masuk akal dan tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Jadi begini ceritanya, di kepolisian Jepang (tentunya dalam dorama ini) ada sebuah divisi / unit dengan nama Unidentified Crimes Unit. Tugas divisi ini adalah untuk menyelidiki kasus-kasus yang tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan yang ilmiah atau masuk akal. Awalnya, divisi ini hanya terdiri dari dua orang saja, yaitu chief Nonomura yang mengepalai divisi ini, serta Touma Saya (Toda Erika), seorang perempuan jenius dengan IQ 201, tapi memiliki penampilan yang serampangan dan asal-asalan. Suatu hari, divisi ini akhirnya bertambah dengan satu orang lagi, yaitu Sebumi Takeru (Kase Ryo), seorang polisi yang dipindahkan dari divisi SIT (saya lupa itu singkatan dari apa, yang jelas divisi ini semacam densus 88 yang tugasnya buat nangkep teroris atau sejenisnya). Sebumi dipindahkan karena sebuah insiden misterius yang membuat seorang anak buahnya terluka. Meskipun tidak dinyatakan bersalah, tapi kemudian Sebumi diberhentikan dari SIT dan dipindahkan ke Unidentified Crimes Unit. Sebumi dan Touma yang masing-masing memiliki kepribadian bertolak belakang (Sebumi orangnya sangat serius sementara Touma terlihat asal-asalan) kemudian menjadi partner dan bersama-sama mereka menyelidiki kasus-kasus yang melibatkan orang-orang yang memiliki SPEC. SPEC sendiri dapat diartikan sebagai semacam kekuatan supernatural yang tidak dimiliki manusia biasa. Orang-orang yang dianugerahi SPEC masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Ada yang bisa meramal masa depan, membaca pikiran orang lain, telekinesis, dan lain-lain. Kekuatan tersebut tidak jarang disalahgunakan oleh orang-orang tersebut. Salah satu orang ‘berbahaya’ yang menyalahgunakan kekuatan tersebut adalah Ninomae Juuichi (Kamiki Ryunosuke), seorang remaja laki-laki yang memiliki kemampuan menghentikan waktu, yang juga merupakan penyebab kenapa Touma menggunakan gips di tangan kirinya. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sebenarnya, siapa itu Ninomae? Apakah suatu saat Touma akan berhasil menangkapnya? Lalu, kejutan apa lagi yang akan muncul di dorama ini?

Alasan saya menonton dorama ini adalah karena Kase Ryo bermain di dalamnya. Ya, baru-baru ini saya dibuat terpesona oleh aktingnya di salah satu film garapan Takeshi Kitano yang berjudul Outrage. Kase  Ryo adalah salah satu aktor Jepang yang lebih sering bermain dalam film ketimbang dorama. Meskipun film-film yang dibintanginya udah seabreg banyaknya, tapi kalo soal dorama, jumlahnya masih sedikit sekali. Makanya, pas tahu dia main di dorama ini, ekspektasi saya jadi lumayan tinggi karena jarang-jarang kan Kase Ryo mau main dorama 😀 Dan setelah ditonton, ternyata doramanya emang bagus dan adiktif sekali. Episode pertamanya menurut saya masih tergolong biasa-biasa saja, dan sedikit mengingatkan saya pada dorama Trick-nya Nakama Yukie (tapi kalo dalam Trick kekuatan supernatural itu adalah bohong belaka, kekuatan supernatural dalam SPEC memang benar-benar ada dan bukan trik belaka). Namun, semakin ke sana dorama ini menjadi semakin baik dan semakin bagus.

Yang menarik dari dorama dengan jumlah 10 episode ini tentu saja hubungan antara Touma dan Sebumi, dua orang detektif yang memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Meskipun kadang-kadang tidak akur dan sering saling ledek, belakangan kita bisa lihat kalo sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain. Hubungan mereka juga digambarkan dengan sangat lucu. Tapi buat kamu yang mengharapkan adanya hubungan romantis di antara keduanya, siap-siap kecewa deh.  Selain itu, yang menarik dari dorama ini tentu saja adalah karakter-karakternya yang juga didukung akting yang gemilang dari pemain-pemainnya. Karakter Touma yang diperankan Toda Erika menurut saya unik sekali, dan berkat aktingnya sebagai karakter itu, Toda Erika kemudian mendapatkan penghargaan Best Actress di 67th Drama Academy Award. Karakternya sebagai perempuan jenius cuek yang sangat suka makan dan punya ritual unik setiap mau memecahkan kasusnya ini sangaaaaat memikat. Dan kabarnya di dorama ini Toda Erika tidak memakai make up sama sekali, tapi menurut saya dia tetap terlihat cantik di sini. Dan yang tidak kalah memikat tentu saja karakter Sebumi Takeru yang diperankan Kase Ryo. Kase Ryo ini emang jago banget ya aktingnya. Padahal biasanya saya tidak suka sama tipe karakter serius kayak gini, tapi Kase Ryo berhasil membuat karakter Sebumi menjadi tidak membosankan. Saya jadi makin jatuh cinta sama aktor satu ini, hehe. Pemain-pemain lainnya juga  berakting dengan sangat baik di dorama ini, seperti Raita Ryu yang memerankan chief Nonomura, bahkan Shirota Yuu yang tidak terlalu saya suka juga berakting lumayan baik di sini. Satu lagi yang paling menonjol tentunya karakter Ninomae Juuichi yang diperankan Kamiki Ryunosuke. Kamiki  lumayan berhasil memerankan Ninomae, seorang penjahat abg yang punya tampang dan gaya yang sangat ceria.

Seperti serial detektif pada umumnya, setiap episodenya menampilkan satu buah kasus yang berbeda-beda dengan episode lainnya. Tapi meskipun berbeda-beda, kasus-kasus tersebut sebenarnya memiliki kaitan (karena semuanya melibatkan SPEC) dengan kasus besar yang terjadi sebenarnya. Namun sayangnya, setelah menonton sampai akhir, kita masih belum  mendapat pencerahan mengenai hal tersebut. Yak, SPOILER ALERT endingnya sengaja dibikin gantung dan masih banyak teka-teki yang belum terselesaikan. Kenapa saya bilang disengaja? Karena gantungnya tersebut tampak disadari oleh dorama ini, karena di bagian akhir setelah dorama ini selesai, karakter Touma dan Sebumi diperlihatkan berdiri berjajar dan Touma berbicara pada kamera “I’m never going to do a movie.”, seolah bisa membaca pikiran penonton mengenai endingnya. Tapi meskipun Touma bilang gak mau ngelanjutin serial ini menjadi sebuah film, saya punya firasat *halah* kalo dorama ini akan dibuat versi movie-nya, yah paling nggak episode sp mungkin. Saya sendiri sangat berharap dorama ini ada lanjutannya karena sebagai penonton saya masih belum puas dan rasanya tidak rela kalau dorama ini sudah berakhir. Ja, jadi segini aja review gak penting dan lagi-lagi kepanjangan dari saya. 4,5 bintang deh untuk dorama ini (tadinya mau 5 bintang, tapi karena endingnya gantung saya kurangin 0,5). Highly recommended 🙂

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »

Diangkat dari kisah nyata, film yang disutradarai oleh Clint Eastwood ini bercerita tentang seorang single parent bernama Christine Collins (Angelina Jolie)  yang tinggal berdua hanya dengan anak lelakinya yang berusia 9 tahun yang bernama Walter. Suatu hari, sepulangnya dari kerja, Christine mendapati anaknya tidak ada di rumah. Christine lalu mencarinya kemana-mana tapi tetap tidak ketemu. Akhirnya ia meminta bantuan polisi untuk menemukan putra semata wayangnya tersebut. Namun sayangnya segala macam pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Lalu, setelah lima bulan sejak Walter menghilang, polisi mengabari Christine bahwa mereka menemukan Walter. Dengan perasaan bahagia, Christine kemudian dipertemukan dengan anak yang polisi temukan tersebut. Kebahagiaan Christine langsung padam begitu melihat anak tersebut, karena anak yang polisi temukan tersebut sama sekali bukan anaknya. Christine pun memohon pada polisi agar terus mencari anaknya yang sebenarnya. Namun, polisi tidak mau mendengar Christine. Mereka terus berusaha meyakinkan Christine bahwa anak yang mereka temukan adalah Walter. Tapi Christine tetap bersikeras bahwa anak itu bukan anaknya, sehingga hal tersebut membuat polisi kesal dan menuduh Christine tidak mau merawat anaknya. Dan yang terburuk, Christine yang kemudian berusaha mengumpulkan bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa anak tersebut bukan anaknya malah dimasukan secara paksa ke rumah sakit jiwa. Di rumah sakit jiwa, Christine menemukan pasien-pasien lainnya yang memiliki latar belakang yang sama mengenai alasan mengapa mereka dimasukan ke rumah sakit jiwa, yaitu karena mereka membuat kesal oknum-oknum polisi yang tidak mau kejahatannya tercium. Di luar masalah Christine, di suatu tempat tercium kasus tentang seorang pria yang kabarnya telah membunuh 20 anak kecil. Lalu, apa yang akan terjadi pada Christine selanjutnya? Apakah dia akan dikeluarkan dari rumah sakit jiwa dan berhasil menemukan anaknya yang sebenarnya? Apakah ia berhasil menuntut kebusukan pihak kepolisian yang pada saat itu memang memiliki reputasi buruk? Lalu, apakah kasus pembunuhan tersebut memiliki kaitan dengan hilangnya Walter? Silakan tonton sendiri 🙂

Wow, film ini berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Geregetan dan geram adalah dua kata yang menggambarkan perasaan saya ketika menonton film ini. Geregetan, karena saya penasaran banget sama apa yang akan terjadi pada karakter Christine, dan juga penasaran pengen tahu bagaimana nasib Walter yang sebenarnya. Geram, karena melihat tingkah picik para polisi yang tidak ragu menyingkirkan apa saja yang membuat nama mereka tercoreng. Gila, pas nonton ini rasanya saya pengen banget mentungin polisi-polisi di sini, terutama kapten Jones yang tingkah lakunya benar-benar menyebalkan. Film ini sendiri mengungkapkan sebuah realita mengenai pihak kepolisian di daerah itu saat itu (pada tahun 1928 s.d 1930-an) yang sebelum kasus Christine memang sudah memiliki citra buruk karena diduga banyak yang melakukan korupsi. Dan ketika mereka menemukan anak yang ‘mirip Walter’, hal tersebut mereka gunakan sebagai alat untuk membersihkan nama baik mereka dan untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kinerja yang baik. Makanya, ketika Christine bersikeras bahwa anak yang mereka temukan bukanlah anaknya, mereka marah besar dan berusaha menutupi kesalahan mereka dengan mengirim Christine ke rumah sakit jiwa. Selain kesal kepada pihak kepolisian di film ini, saya juga geram banget sama pihak rumah sakit jiwa di film ini karena memperlakukan pasien-pasiennya bukan dengan kasih sayang, tapi dengan kekerasan dan paksaan.

Dari segi akting, Angelina Jolie sangat berhasil memerankan karakter seorang ibu yang kehilangan anaknya. Meskipun awalnya saya agak kesel sama karakter ini karena kelihatannya lemah banget di awal-awal, tapi ternyata karakter ini mengalami perkembangan yang sangat baik dari yang tadinya perempuan lemah menjadi sosok kuat yang tidak menyerah memperjuangkan haknya (tapi tanpa menghilangkan sifat aslinya). Tidak heran Jolie mendapat nominasi best actress academy awards 2009 melalui perannya di film ini (tapi mbak Jolie, eke kurang suka sama make upnya nih, ente jadi keliatan tua banget. tapi akyu suka model rambutnya kok, lucu :D). Pemain lainnya pun menampilkan akting yang baik, seperti John Malkovich yang berperan sebagai pendeta yang membantu Christine, juga pemeran kapten Jones yang aktingnya berhasil membuat saya kesel banget sama dia. Selain hal-hal di atas, film ini juga berhasil menggambarkan suasana dan pemandangan pada akhir tahun 1920-an dan awal 1930-an. Semuanya tergambar dengan sangat pas 🙂

Well, film ini sendiri mengajak kita agar tidak menyerah pada harapan kita, karena harapan adalah sesuatu yang dapat menolong diri kita sendiri, seperti harapan Christine untuk menemukan Walter, di mana harapannya tersebut membuatnya menjadi lebih kuat.  Film ini juga mengajak kita agar tidak menyerah untuk memperjuangkan keadilan serta hak kita. 4 bintang 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Ahem. Mungkin rasanya agak telat ya saya me-review film satu ini (berhubung review film ini sudah banyak bertebaran di mana-mana). Tapi, sesuai dengan motto favorit saya, better late than never kan?

Oke, jadi film yg akan saya review kali ini adalah Sherlock Holmes. Well, hanya sedikit informasi yang saya ketahui mengenai salah satu tokoh detektif terkenal di dunia fiksi satu ini, yaitu: 1) pencipta karakter ini bernama Sir Arthur Conan Doyle, 2) dia adalah detektif yang sangat diidolakan oleh Conan Edogawa dalam komik Meitantei Conan, 3) punya partner bernama Watson, 4) tinggal di sebuah rumah di jalan bernama Baker Street, 5) punya musuh abadi bernama Prof. Moriarty. Selain itu, saya sangat buta dan tidak tahu apa-apa mengenai detektif satu ini karena memang belum pernah baca novelnya sama sekali. Tapi karena itu saya jadi tidak punya ekspektasi apa-apa sebelum menonton film ini, dan sebagai orang yang belum pernah membaca novelnya, hasilnya saya merasa sangat puas menonton film ini. Sherlock Holmes adalah sebuah tontonan yang sangat seru dan menghibur.

Film ini diawali dengan adegan penangkapan Lord Blackwood (Mark Strong), seorang pelaku pembunuhan masal 5 orang gadis yang juga penganut ilmu hitam dan pada saat ditangkap ia sedang melakukan sebuah ritual untuk ‘menumbalkan’ gadis yang ke-6. Blackwood lalu dijatuhi hukuman mati. Namun, sebelum ia menemui ajalnya ia meminta untuk bertemu dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.), seorang detektif terkenal di London yang merupakan orang yang telah menangkap dan memenjarakan Blackwood. Ia mengatakan pada Holmes bahwa ia akan bangkit lagi dan akan ada beberapa pembunuhan lagi setelah kematiannya. Keesokan harinya Blackwood melaksanakan eksekusi hukuman matinya dengan cara digantung. Watson (Jude Law), seorang dokter yang juga merupakan sahabat Holmes, pun memastikan bahwa Blackwood benar-benar sudah mati. Namun beberapa hari setelah itu ada orang yang melaporkan bahwa ia melihat Blackwood berjalan-jalan di dekat makamnya. Begitu kepolisian memeriksa makamnya, mereka mendapati bahwa orang yang dikuburkan di makam Blackwood adalah orang lain. Dan seperti yang dikatakan Blackwood pada Holmes sebelumnya, terjadi kembali beberapa pembunuhan (yang salah satu korbannya adalah ayah Blackwood sendiri) setelah kejadian itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Holmes berhasil memecahkan kasus tersebut? Apakah pembunuhan-pembunuhan tersebut benar-benar berkaitan dengan ilmu hitam (mengingat Holmes tidak memercayai hal-hal yang berada di luar akal sehat)? Silakan deh tonton saja film ini.

Saya sukaaa film ini. Selain itu, saya memang menyukai cerita detektif karena saya sangat menyukai komik-komik detektif semacam Meitantei Conan atau Kindaichi (malah waktu kecil saya sempet bercita-cita jadi detektif karena Conan :D). Dan film ini berhasil membuat saya tegang dan juga penasaran mengenai trik apa yang dilakukan oleh Blackwood. Sayangnya otak saya gak nyampe untuk menebak hal itu :p Dan saya sangat kagum sama penyelesaian akhirnya di mana Holmes mengungkapkan segala hal di balik semua kejadian itu. Keren deh!

Duo Robert Downey Jr. dan Jude Law pun sangat ciamik dan mantap dalam memerankan Holmes dan Watson. Berhubung saya belum baca novelnya, saya gak peduli kalo orang bilang bahwa image mereka di film sangat berbeda dengan di novel. Yang penting akting mereka bagus dan mereka berhasil menampilkan chemistry yang sangat pas. Meskipun kadang kedua partner ini sering bertengkar, tapi mereka ini sejatinya saling membutuhkan dan tidak sanggup meninggalkan satu sama lain. Contohnya pas Watson udah mau pergi untuk menemui calon istrinya, ia memilih untuk balik lagi dan menolong Holmes. So sweet abis gak sih? *err….ini omongan saya kok jadi terkesan saya pengen me-yaoi-kan mereka ya :p*. Robert Downey Jr. sendiri menurut saya sangat sukses memerankan Sherlock Holmes, seorang detektif nyentrik yang sangat hebat dalam menganalisis sesuatu. Saya selalu terkagum-kagum saat melihat Holmes dapat menyimpulkan suatu hal hanya dengan melihat keadaan atau kondisi saat itu, contohnya saat ia ‘menganalisa’ calon istri Watson, hanya dengan melihat keadaan fisiknya saja ia bisa menyimpulkan beberapa hal mengenai wanita itu (meskipun karena itu akhirnya ia malah mendapat sebuah ‘semprotan’ dari Mary). Selain Downey Jr., Jude Law pun sangat bagus memerankan Watson. Saya suka liat ekspresinya saat sedang kesal pada Holmes, namun meskipun begitu ia tetap mau membantu Holmes 😀 Selain kedua tokoh utama itu, jangan lupakan keberadaan Rachel McAdams yang berperan sebagai Irene Idler, mantan kekasih (atau istri?) Holmes yang datang pada Holmes untuk meminta pertolongannya untuk mencari seseorang yang kemudian diketahui adalah anak buah Blackwood (si orang hilangnya, bukan Irene). Akting McAdams di sini pun tidak kalah dengan akting duo Downey Jr. – Law. Yang menurut saya aktingnya lemah di sini malah adalah Mark Strong sebagai Blackwood, entah kenapa menurut saya rasanya karakter ini kurang psikopat dan kurang nyeremin :p

Selain menyuguhkan kecerdasan otak Holmes, film ini juga menyajikan adegan action yang seru dan menegangkan, karena perjuangan Holmes dalam memecahkan kasus ini tidak mudah dan selalu menemui bahaya. Banyak hal-hal yang membuat Holmes dan Watson nyaris mati di film ini, dan hal itu turut membuat penonton tegang saat menonton film ini. Selain hal itu, saya juga sangat menyukai sinematografi film ini. Film ini berhasil menampilkan Inggris sekitar abad 18 melalui suasana kota London dan gaya pakaian yang dikenakan oleh orang-orang pada masa itu. Keren pokoknya 😀

Well, secara keseluruhan film ini adalah film yang sangat menarik dan menghibur. Saya sangat menantikan sekuelnya, berhubung di akhir film ini disinggung sedikit sebuah teka-teki mengenai Prof. Moriarty. Semoga sekuelnya akan lebih seru dan lebih bagus dari film ini. Oh iya, gara-gara nonton film ini saya jadi tertarik pengen baca versi novelnya. Sebelumnya novel-novel detektif yang pernah saya baca cuma novel Hercule Poirot-nya Agatha Christie dan Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock (oh iya saya jadi pengen dua novel ini juga diangkat ke film, pasti gak kalah dari Sherlock Holmes). Akhir kata, film ini sangat recommended! 4 bintang deh.

catatan: sutradara film ini adalah Guy Ritchie, yang merupakan mantan suami dari penyanyi wanita legendaris Madonna 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Baru nonton film ini kemarin-kemarin nih. Hihi, saya emang suka telat nonton film-film bagus. Dan film ini adalah karya salah satu sutradara favorit saya, Tim Burton (Charlie and the Chocolate Factory, Sweeney Todd) yang memasang Johnny Depp sebagai bintang utamanya. Huwaaa, Tim Burton dan Johnny Depp ini memang sudah sangat klop sekali. I always love their movies ❤

Di film ini Johhny Depp berperan sebagai seorang detektif asal New York bernama Ichabod Crane yang dikirim ke sebuah daerah bernama Sleepy Hollow untuk menyelidiki sebuah kasus pembunuhan berantai. Pembunuhan berantai yang sudah memakan tiga orang korban itu semuanya memiliki pola yang sama, yaitu mayat-mayat yang ditemukan selalu tanpa kepala dan kepala-kepala mayat tersebut tidak ditemukan dan menghilang tanpa jejak. Konon, pembunuhan berantai itu bukanlah perbuatan manusia, namun perbuatan Headless Horseman, sosok legendaris yang kisahnya sangat terkenal di Sleepy Hollow. Headless Horseman ini konon adalah seorang pembunuh yang sangat senang membunuh dan membantai banyak orang dengan cara menebas kepala korban-korbannya. Suatu hari si Headless Horseman ini akhirnya berhasil dibunuh dengan cara yang sama yang biasa ia lakukan, yaitu ditebas kepalanya. Konon, setelah bertahun-tahun berlalu, ‘hantu’ Headless Horseman ini bangkit kembali dan ingin membalas dendam, buktinya adalah pembunuhan berantai yang terjadi pada saat itu (btw film ini berlatar tahun 1779). Ichabod tidak percaya begitu saja bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah hantu. Baginya itu tidak masuk akal sama sekali. Namun, sejak ia datang ke Sleepy Hollow, pembunuhan tersebut masih tetap terjadi. Apalagi, pada suatu hari, Ichabod akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri sosok penunggang kuda tanpa kepala tersebut. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Ichabod akan berhasil memecahkan kasus tersebut? Benarkah pelakunya hantu Headless Horseman seperti sebagaimana yang dikira orang-orang? Atau adakah seseorang yang bertanggung jawab di balik semua pembunuhan berantai tersebut? Tonton aja deh.

Johnny Depp as Ichabod Crane ❤

headless horseman sebelum dipenggal, diperankan christopher walken

Menurut saya, film ini seru dan menegangkan. Saya sukaaaaa sekali film ini. Unsur misteri-nya cukup menarik dan membuat penonton penasaran mengenai siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab di balik kasus tersebut. Film ini juga tidak mudah ditebak, dan di bagian akhir, film ini menyajikan kejutan yang mencengangkan *halah*. Saya sampe terkecoh loh, padahal udah yakin pelakunya yang ini, eh tapi ternyata pelaku sebenarnya tuh  yang itu *gak mau spoiler :p*

Saya juga suka sama sinematografi dan pemandangan yang disajikan di film ini. Khas Tim Burton banget. Suasana Sleepy Hollow yang agak suram dan penuh kabut cukup memperkuat ketegangan yang ada pada film ini. Selain itu para aktor dan aktris film ini bermain sangat bagus dan tampak total dengan aktingnya. Yang paling bagus tentu Johnny Depp yang memerankan Ichabod Crane, seorang detektif yang memiliki sifat asli PENAKUT. Sumpah saya geli banget sama karakter satu ini, apalagi tiap si Ichabod ini pingsan gara-gara melihat pembunuhan atau bergidik kalo liat mayat, lucu banget ekspresinya. Aaaah pokoknya saya cinta banget sama om Joni ini, ia berhasil menghidupkan karakter Ichabod yang menurut saya punya karakteristik unik dan membuat karakternya menjadi salah satu daya tarik film ini (di luar ceritanya yang emang udah seru). Christina Ricci pun bermain dengan baik sebagai Katrina, love interest-nya Johnny Depp di film ini. Karakternya sangat manis dan penampilan Ricci di film ini amat berbeda dengan penampilan aslinya, apalagi logat bicaranya di film ini juga sangat berbeda  dengan logatnya yang asli. Aktor aktris lainnya, seperti Albus Dumbledore Michael Gambon, paman Vernon Richard Griffiths , Rita Skeeter Miranda Richardson err….pemainnya banyak pemain film Harry Potter ya , dll, juga berakting sangat baik dan semakin memperkuat film ini.

Selain hal-hal itu, film ini berhasil memacu adrenalin saya. Ketegangan yang dihadirkannya pas, dan beberapa adegan bikin saya merinding dan bergidik ngeri (apalagi pas adegan satu keluarga itu dibunuh. Sumpah saya merinding banget di adegan itu!). Namun, bukan hanya ketegangan saja yang dihadirkan film ini. Film ini juga memiliki muatan humor yang sangat pas, lucu, dan menggelikan. Sehingga selain dibuat tegang, kita juga bisa dibuat tertawa oleh film ini. Oke, segini aja review dari saya. Mau nonton film yang menghibur sekaligus menegangkan? Tontonlah film ini. Film ini sendiri tampaknya akan menjadi film yang akan sering saya tonton ulang *hehe*. 4 bintang

Catatan: cerita film ini diangkat dari sebuah cerita pendek berjudul “The Legend of Sleepy Hollow” karya Washington Irving.

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

« Newer Posts