Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘romantic comedy’

rikonposter“Marriage is a long long torture.” Itu adalah kalimat yang diucapkan Hamasaki Mitsuo (Eita) di kala sesi curhatnya di dokter gigi. Dia adalah seorang pria berusia 30 tahun yang sudah menikah selama dua tahun dan menyadari bahwa dia dan istrinya memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Mitsuo adalah seorang pria perfeksionis (dan hampir OCD mungkin?) yang sangat suka mengeluh, sedangkan sang istri yang bernama Yuka (Ono Machiko) adalah perempuan ceria yang pemalas dan selalu bertindak sesuka hatinya. Perbedaan kepribadian tersebut membuat kehidupan rumah tangga mereka selalu dihiasi oleh pertengkaran. Dan perceraian pun akhirnya melanda pasangan ini. Secara sepihak, Yuka mendaftarkan perceraian mereka ke lembaga hukum. Namun, perceraian adalah suatu hal yang tidak hanya melibatkan dua individu saja, tapi juga melibatkan dua keluarga. Belum siap untuk memberitahu keluarga masing-masing mengenai perceraian mereka, Mitsuo dan Yuka pun akhirnya tetap tinggal serumah untuk sementara waktu meskipun sudah tidak berstatus suami istri lagi.

rikon1Lalu ada Akari (Maki Yoko) dan Ryo (Ayano Go), pasangan yang baru saja menikah selama beberapa bulan. Akari sendiri adalah mantan pacar Mitsuo semasa kuliah dan kemudian bertemu kembali dengan Mitsuo secara tidak sengaja setelah ia pindah ke daerah tempat tinggal Mitsuo. Akari tampak bahagia dengan pernikahannya. Ia dan suaminya pun selalu akur dan tidak pernah bertengkar. Namun, ternyata diam-diam sang suami sering “bermain” dengan banyak wanita. Tidak hanya itu, Ryo pun menyimpan sebuah rahasia yang berhubungan dengan status pernikahan mereka. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada kedua pasangan itu? Mari kak, ditonton.

rikon2Yak, seperti yang dijanjikan sebelumnya, di postingan ini saya akan mereview dorama Eita yang lain yang berjudul Saikou no Rikon. Dorama ini adalah dorama yang paling saya nanti-nantikan di tahun ini. Dan itu bukan hanya karena Eita saja, tapi juga karena pemain-pemain lainnya yang menurut saya keren semua, seperti Ono Machiko dan Ayano Go yang keduanya sangat saya cintai di Carnation, serta Maki Yoko yang menampilkan akting yang memikat di Osozaki no Himawari. Tidak hanya jajaran castnya yang sempurna, dorama ini pun ditulis oleh penulis skenario dorama favorit saya, yaitu Sakamoto Yuji yang pernah menulis Soredemo Ikite Yuku (yang mana adalah salah satu dorama yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup). Hasilnya? Saya ternyata tidak dikecewakan oleh nama-nama hebat tersebut. Sesuai judulnya yang memiliki arti “The Best Divorce”, dorama ini pun benar-benar “saikou”.

rikon3Yang saya suka pertama-tama dari dorama ini adalah penggunaan komedi sebagai genre utamanya. Yak, kalo mendengar kata “perceraian”, yang terpikir mungkin cerita depressing ala film Blue Valentine. Namun dorama ini menggunakan komedi dan komedinya itu menurut saya tidak hanya lucu, tapi juga cerdas. Karakteristik, situasi, serta dialog-dialog di dorama ini bersama-sama membangun momen-momen lucu yang berhasil membuat tertawa. Namun, meskipun dorama ini bergenre komedi, dorama ini bukan tipe dorama yang berusaha keras untuk membuat penontonnya terus berhaha-hihi sepanjang episode. Sekalinya ada momen sedih dan heartbreaking, itu benar-benar sedih dan heartbreaking. Dan meskipun Yuka dan Mitsuo bercerai karena alasan yang sungguh sangat sepele, bukan berarti dorama ini pun jadi menganggap isu perceraian sebagai hal yang sepele. Dorama ini berhasil membuat saya bertanya-tanya mengenai: apa sih hakikat pernikahan itu? Seperti apa sih suami istri yang ideal itu? Dan apa perceraian itu selalu akan berakibat buruk, atau malah membuka jalan ke arah yang lebih baik? Intinya, meskipun bergenre komedi, dorama ini tidak lantas menjadi dorama yang enteng. Dengan caranya sendiri, dorama ini berhasil menyuguhkan cerita mengenai perceraian dari sudut pandang lain. Hal itu membuat dorama ini menjadi terasa sangat fresh dan original.

rikon4Kelebihan lain dari dorama ini adalah karakteristiknya yang menurut saya benar-benar kuat dan realistis. Empat karakter utama dorama ini semuanya memiliki kepribadian yang menarik dan multidimensi. Tidak ada karakter yang benar-benar baik atau benar-benar buruk. Mitsuo sang tokoh utama sendiri menurut saya adalah karakter yang sangat menyebalkan. Ia cerewet, selalu mengeluh, dan egois, pokoknya tipe karakter yang punya risiko untuk dibenci banyak orang (dan secinta-cintanya saya sama Eita, saya gak mau punya suami kayak Mitsuo). Kamu mungkin akan membencinya, tapi kamu akan tetap peduli padanya. Eita dengan kemampuan aktingnya yang memukau sangat berhasil membuat karakter menyebalkan seperti Mitsuo ini menjadi menarik (dan aktingnya di sini adalah salah satu penampilan terbaiknya). Bertolak belakang dengan Mitsuo, karakter sang istri (atau mantan istri), Yuka, adalah tipe karakter yang gampang untuk dicintai penontonnya. Yuka sendiri bukan tipe istri ideal: pemalas, berantakan, dan suka bertingkah seenaknya. Namun karakternya yang ceria akan membuat kamu gampang untuk menyukainya. Dan yang terpenting adalah dia berusaha lebih keras untuk rumah tangganya daripada Mitsuo (dan sayangnya hal itu tidak pernah disadari oleh Mitsuo). Saya jadi makin cinta sama Ono Machiko karena dia selalu berhasil membuat karakter yang dimainkannya ini menjadi lovable tanpa harus membuat karakternya kelihatan sempurna. Eita dan Ono Machiko sendiri memiliki chemistry yang sangat pas di sini. Mereka memang punya kepribadian yang bertolak belakang dan selalu bertengkar setiap saat. Tapi saya sangat suka melihat interaksi antara mereka berdua ini dan pertengkaran rikon5mereka pun kadang-kadang terasa sangat lucu karena biasanya terjadi karena hal-hal sepele. Sementara itu, Akari dan Ryo sebagai pasangan kedua di dorama ini pun memiliki karakterisasi yang menarik. Meskipun karakter Akari termasuk karakter perempuan kalem, ia bukan karakter yang membosankan dan karakternya ini kadang menampilkan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Pada awalnya mungkin kita akan berpikir bahwa dia adalah perempuan bodoh karena diam saja meskipun tahu suaminya diam-diam berselingkuh dengan banyak wanita. Dan saya bersyukur karena sang penulis tidak menjadikan dia sebagai karakter membosankan seperti itu. Dan Maki Yoko berhasil menjadikan karakter Akari ini sebagai karakter yang memikat. Meskipun doyan selingkuh, saya sendiri menyukai karakter Ryo yang polos dan happy-go-lucky. Dan begitu mengetahui masa lalunya, saya jadi bersimpati pada karakternya meskipun tidak lantas memaklumi perbuatannya. Karakter Ryo ini juga diperankan dengan baik oleh Ayano Go (dan orang ini makin lama bikin saya makin naksir). Permasalahan yang terjadi pada pasangan Akari-Ryo ini sendiri merupakan permasalahan yang jauh lebih kompleks dan serius daripada permasalahan pasangan Yuka-Mitsuo. Dan bagaimana kemudian kedua pasangan ini saling terlibat satu sama lain ditampilkan dengan sangat lucu dan menghibur.

rikon6Selain hal-hal di atas, saya juga sangat menyukai gaya penceritaan dorama ini. Dorama ini punya konsep di mana para karakter di dorama ini punya hobi bercerita kepada orang lain mengenai masalah yang mereka alami (contohnya Eita yang punya hobi curhat di dokter gigi). Dan dialog-dialog di dorama ini pun (baik pada curhatan ataupun dialog antar tokoh)  sangat lucu, menghibur, dan juga ‘dalem’. Ya, sekali lagi Sakamoto Yuji membuktikan kemampuannya dalam menulis skenario melalui dorama ini. Apalagi dorama ini juga selalu menghadirkan kejutan-kejutan tidak terduga di setiap episodenya (dan membuat saya selalu gelisah setiap minggunya). Selain skenario dan gaya berceritanya, saya juga sangat menyukai sinematografi dan soundtrack yang digunakan pada dorama ini. Lokasi yang digunakan pada dorama ini pun sangat berkesan dan membuat saya ingin berkunjung ke sana (kalo suatu hari saya pergi ke Jepang, harus banget dateng ke Nakameguro). Dan tentu saja kita tidak akan bisa melupakan ending credits dorama ini yang benar-benar menghibur dan penuh fanservice (untuk cewek maupun cowok). Seperti apa ending credits-nya itu? Ayo lihat sendiri! 😀

Secara keseluruhan, saya sangaaaaat mencintai dorama ini. Sangat memuaskan dari awal sampai akhir (mungkin satu-satunya yang gak bikin puas cuma penyelesaian dari permasalahan pasangan Akari-Ryo ya, but I’m okay with that). Buat saya, dorama ini adalah yang terbaik di musim dingin tahun ini, dan dengan cepat menjadi salah satu dorama favorit saya sepanjang masa.  5 bintang, highly recommended 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »

Cowok Kaya dan Cewek Miskin. Si cowok kaya bernama Hyuga Toru (Oguri Shun) yang karakternya mungkin dapat diibaratkan sebagai Mark Zuckerberg-nya Jepang: drop out dari sekolah dan kemudian membangun perusahaan IT besar bernama Next Innovation. Si cewek miskin bernama Sawaki Chihiro (Ishihara Satomi), seorang mahasiswa tingkat akhir Universitas Tokyo (yes, that Toudai) yang selalu gagal dalam mencari pekerjaan. Hyuga Toru adalah seorang pria yang punya penyakit “tidak bisa mengingat wajah dan nama orang”, sedangkan Sawaki Chihiro adalah seorang perempuan yang memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa. Kedua orang ini pertama bertemu ketika Chihiro mencoba melamar pekerjaan ke Next Innovation. Pada saat itu, Chihiro sudah gagal di tahap pertama. Namun, pada saat itu ia meninggalkan kesan yang cukup dalam terhadap Hyuga karena Chihiro memiliki nama yang tampaknya punya kenangan khusus dengan Hyuga. Selain itu, kemampuan mengingat Chihiro rupanya menarik perhatian Hyuga sehingga dia kemudian merekrut perempuan tersebut sebagai pegawai sementara di Next Innovation untuk membantunya pada proyek bernama “Personal File” yang menjadi ambisinya. Kedua orang tersebut pun mulai menjadi dekat. Namun, Chihiro rupanya punya rahasia yang berhubungan dengan identitasnya. Apakah rahasia tersebut suatu saat akan ketahuan?

Konflik dari dorama ini tidak berhenti di situ. Selain Hyuga dan Chihiro, ada juga dua karakter lainnya yaitu Asahina Kousuke (Iura Arata) dan adiknya yang bernama Asahina Yoko (Aibu Saki). Asahina adalah orang penting kedua di Next Innovation yang tampaknya memiliki suatu rencana yang akan mempengaruhi masa depan Hyuga selanjutnya. Sedangkan Yoko adalah seorang koki perempuan yang tampaknya pernah punya kenangan bersama Hyuga dan secara terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya pada pria tersebut. Lalu, apa yang akan selanjutnya terjadi pada mereka berempat? Tonton aja deh.

Rich Man Poor Woman. Dari judul tampaknya norak ya dan keliatan kayak judul yang biasa dipake di ftv-ftv buatan sctv. Tapi jangan dibuat ilfil dulu sama judulnya yang menipu tersebut. Dorama ini bukan dorama percintaan antara cowok kaya dan cewek miskin yang tipikal. Maksud dari “rich” dan “poor” di sini sendiri menurut saya bukan mengacu pada kekayaan berbentuk uang (mengingat merk handphone-nya Chihiro aja Galaxy S III). Tapi lebih seperti tokoh Hyuga ini “rich” karena ia bisa membangun perusahaan besar meskipun punya latar belakang “drop out dari sekolah”. Sedangkan Chihiro “poor” karena ia selalu mengalami kegagalan dalam mencari pekerjaan meskipun ia kuliah di universitas top di Jepang. Jadi “rich” dan “poor” ini kayaknya lebih mengacu pada cara pemikiran kedua tokohnya.

Dorama ini sendiri adalah satu-satunya dorama musim panas tahun ini yang berhasil saya tamatkan (entahlah, musim ini doramanya pada kurang menarik perasaan). Dan saya sangat menikmati menonton dorama ini. Dorama ini emang punya plot dan jalan cerita yang enak banget diikuti. Belum lagi episode pertamanya menurut saya menarik banget karena punya ending yang mengundang penasaran untuk mengikuti episode-episode selanjutnya. Meskipun misteri seputar identitas Chihiro ternyata tidak punya peran yang begitu penting, tapi hal tersebut menurut saya sudah cukup bagus sebagai hal pertama yang membangun hubungan antara Hyuga dan Chihiro. Yang agak mengecewakan menurut saya adalah konflik utama dorama ini yang berhubungan dengan hal yang direncanakan Asahina. Konflik tersebut mungkin akan mengingatkanmu pada konflik yang terdapat pada dorama Tsuki no Koibito-nya Kimura Takuya. Well, yang mengecewakan saya bukan karena kemiripan konfliknya sih, karena RMPW menurut saya masih lebih baik dari Tsuki no Koibito (tokoh Hyuga dan Asahina gak membosankan kayak karakter yang diperankan Kimura Takuya dan Matsuda Shota. Apalagi Hyuga masih bisa menunjukkan reaksi yang sangat manusiawi terhadap konflik yang ada, gak kayak Kimutaku yang dapet konflik apapun tetep stay cool dan jaim). Yang bikin saya agak kecewa sih penyelesaian dari konfliknya yang menurut saya terkesan klise dan digampangin banget. *SPOILER* Dan pas Asahina nangis dan minta maaf sambil sujud-sujud ke Hyuga itu, kok saya ngerasa itu kayak pembunuhan karakter ya. Rasanya malu sendiri pas lihat Asahina melakukan hal itu*SPOILER ENDS*.

Di luar hal-hal yang agak mengecewakan tadi, dorama ini sendiri menurut saya tetap enjoyable dan layak tonton kok. Hal itu tentu saja karena faktor romance-nya yang sangat-sangat saya suka. Menurut saya dorama romance yang berhasil itu adalah dorama yang juga bisa bikin penontonnya ikut merasa doki-doki (deg-degan) dan berharap kedua tokoh utamanya akan bersatu pada akhirnya. Dan dorama ini berhasil melakukannya. Oguri Shun dan Ishihara Satomi punya chemistry yang sangat baik di sini dan bikin saya ikut doki-doki tiap liat mereka lagi bareng (dan juga bikin saya sebel sama karakter Yoko yang berperan sebagai saingan cinta Chihiro, hihi). Unsur romance-nya juga menurut saya ditempatkan dengan sangat pas. Tidak begitu mendominasi (karena dorama ini lebih banyak fokus ke dunia bisnisnya daripada percintaannya) tapi tetep berhasil bikin doki-doki. Dari akting, semua aktor dan aktris di dorama ini berhasil memerankan perannya masing-masing dengan baik. Oguri Shun cocok sekali dengan peran Hyuga, direktur muda kaya yang kadang suka seenaknya sendiri. Ishihara Satomi juga sangat pas berperan sebagai Chihiro. Karakter ini mungkin akan terasa annoying bagi sebagian orang, tapi saya sendiri sangat menyukai karakter ini. Saya juga sangat menyukai aktingnya Arata meskipun karakternya menjadi terkesan tipikal di akhir-akhir. Dan meskipun saya sebel sama karakternya, Aibu Saki di sini memerankan karakter Yoko dengan cukup baik meskipun tidak istimewa.

Overall, meskipun memiliki beberapa kekurangan, menurut saya Rich Man Poor Woman tetaplah dorama yang layak banget buat ditonton kok, terutama buat penggemar dorama bergenre romance. 3,5 bintang deh 😀

Rating : 1 2 3 3,5 4 5

Read Full Post »

“Manhattan” dalam dorama ini adalah nama sebuah coffee shop yang terletak tepat di seberang sebuah stasiun televisi. Coffee shop ini dimiliki oleh seseorang yang biasa dipanggil Tenchou/manager (diperankan Matsuoka Masahiro). Tenchou (yang sebenarnya lebih ingin dipanggil dengan “master”) adalah seorang barista yang sangat mencintai kopi buatannya, dan yang ia inginkan hanyalah pelanggan café-nya bisa menikmati kopi buatannya. Namun, sejak stasiun televisi di seberang Café Manhattan didirikan, mulai bermunculan pelanggan-pelanggan ‘aneh’ yang datang ke coffee shop-nya bukan dengan tujuan untuk menikmati kopinya, sehingga hal tersebut selalu membuat Tenchou kesal. Tenchou sendiri adalah pria pendiam yang hampir tidak pernah bicara (dan lebih sering berbicara menggunakan suara hatinya). Ia sendiri tidak sendirian dalam mengelola cafenya. Ada Shinobu (Tsukamoto Takashi), satu-satunya pelayan di Café Manhattan yang keberadaannya sangat menolong pekerjaan Tenchou di café tersebut.

Yang menjadi permasalahan dalam dorama ini adalah ketika Tenchou mulai punya hobi “menguping” pembicaraan para pelanggannya. Melalui hobi mengupingnya tersebut, ia menyadari bahwa beberapa pelanggan dalam café tersebut saling terlibat dalam love affair yang sangat kompleks. Btw, pelanggan-pelanggan tersebut adalah: (1) supir taksi perempuan bernama Akabane Nobuko (Koizumi Kyoko); (2) seorang penari bernama Bessho Hideki (Oikawa Mitsuhiro); (3) penulis skenario dorama bernama Chikura Maki (Morishita Aiko); (4) seiyuu/voice actor bernama Doigaki Satoshi (Matsuo Suzuki); dan (5) seorang pembawa berita ramalan cuca bernama Emoto “Emo-yan” Shiori (Sakai Wakana). Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubungan cinta segi banyak tersebut? Apa yang akan dilakukan Tenchou terhadap permasalahan cinta yang dialami para pelanggannya tersebut? Dan, apakah dia akan turut serta ke dalam ‘siklus cinta’ para pelanggannya tersebut? Tonton aja deh 😀

Setelah menonton Kisarazu Cat’s Eye dan Tiger & Dragon (reviewnya kapan-kapan ya), saya jadi penasaran sama dorama yang ditulis Kudo Kankuro yang lainnya. Pilihan saya lalu jatuh pada dorama ini karena saya ingin tahu bagaimana hasilnya jika Kudo Kankuro menulis cerita romance. Dan ya, di tangannya, cerita romance biasa pun bisa menjadi suatu tontonan yang unik dan tidak biasa. Dari adegan pertama dalam dorama ini, yaitu adegan Akabane mengendarai taksi-nya dengan penumpang yang berbeda-beda (yang menampilkan beberapa cameo, salah satunya cameo karakter Master *Sato Ryuta* dari dorama Kisarazu Cat’s Eye), saya sudah yakin bahwa saya akan sangat menyukai dorama ini. Dan dugaan tersebut ternyata benar. Saya sukaaaa banget sama dorama ini. Ini adalah salah satu dorama yang berhasil bikin saya ngakak terus dari awal sampai akhir. Tidak diragukan lagi, Kudo Kankuro memang pantas disebut sebagai salah satu penulis komedi terbaik di Jepang, karena ia selalu berhasil menyajikan humor-humor yang benar-benar lucu dan berkesan melalui skenario yang ditulisnya.

Unsur komedi memang menjadi kekuatan utama dorama ini. Kelucuan-kelucuan yang ada di dorama ini selain dihasilkan dari skenarionya yang memang bagus juga dihasilkan dari karakteristik serta interaksi antar tokoh-tokohnya. Yang paling lucu tentu saja karakter Tenchou yang diperankan dengan sangat baik oleh Matsuoka Masahiro (drummer band Tokio). Hal-hal yang ia ucapkan di dalam hatinya, ekspresi dan gerak-gerik yang ia keluarkan, dan sifatnya yang sangat kaku adalah salah satu yang membuat dorama ini menjadi sangat lucu. Dan saya suka sekali dengan bagaimana ia kemudian terlibat dan secara tidak langsung membantu permasalahan cinta yang dialami para pelanggannya (meskipun nanti ujung-ujungnya dia juga yang dibantu). Namun, yang paling bersinar di dorama ini tentunya adalah Koizumi Kyoko yang memerankan Akabane si supir taksi. Sebelumnya saya terbiasa melihat Koizumi Kyoko berperan sebagai karakter-karakter yang serius seperti di Shokuzai dan Hanging Garden, makanya di dorama ini saya agak takjub karena  aktris satu ini ternyata cocok juga bermain dalam film/dorama komedi. Aktingnya adalah yang terbaik dari semuanya. Dia berhasil menghidupkan karakter Akabane yang punya kepribadian yang sangat unik. Pada suatu saat ia bisa terlihat sebagai perempuan yang galak dan menyeramkan, tapi di saat yang lain ia bisa tiba-tiba berubah menjadi perempuan centil yang bertingkah laku seperti ABG (terutama ketika sedang jatuh cinta). Tidak heran Koizumi Kyoko berhasil mendapatkan penghargaan Best Supporting Actress melalui perannya dalam dorama ini. Selain mereka berdua, karakter-karakter lainnya juga turut memiliki karakteristik yang menarik, meskipun mungkin agak kurang menarik bagi kamu yang berharap akan menemukan pemain yang cakep dan cantik (dan muda) seperti yang biasa ada di dorama bergenre romance (tapi masih ada Tsukamoto Takashi kok yang bisa jadi eye candy buat cewek-cewek). Para pemain di sini bukan tipe pemain yang luar biasa cakep dan cantik, tapi hal itu malah bikin karakter-karakternya lebih believable meskipun ceritanya sulit dibayangkan untuk terjadi di dunia nyata.

Dari segi cerita, saya pun sangat menyukai ceritanya, meskipun mungkin terkesan agak ribet karena menghadirkan cerita cinta segi banyak. Dan menurut saya ini adalah salah satu dorama terbaik yang menggambarkan cerita cinta segi banyak (saingannya mungkin cuma Love Shuffle yang sama-sama komedi). Di sini kita bisa melihat bahwa pada awalnya si A mungkin menyukai si B dan si B menyukai si C dan si C menyukai si D dan si D menyukai si E, tapi hal tersebut bukan berarti berlaku mutlak dan bisa saja suatu saat berubah. Untuk hal ini, saya ucapkan salut lagi pada Kudo Kankuro karena berhasil menyajikan perubahan-perubahan pada siklus cinta tersebut dengan natural dan gak maksa. Selain itu, dorama berjumlah 11 episode ini juga berhasil memberikan berbagai macam kejutan yang tidak disangka-sangka di setiap episodenya, dan membuat penonton menjadi selalu penasaran ingin tahu bagaimana kelanjutan ceritanya. Kejutan-kejutannya tersebut pula lah yang membuat dorama ini menjadi semakin menyenangkan untuk ditonton.

Overall, menurut saya Manhattan Love Story adalah salah satu dorama terlucu yang pernah saya tonton (kelucuannya hampir mendekati Kisarazu Cat’s Eye, yang merupakan dorama terlucu nomor satu saya). Tambahan, dorama ini juga berhasil memborong 8 penghargaan pada 39th Television Drama Academy Award, yaitu pada kategori  Best Drama, Best Supporting Actress (Koizumi Kyoko), Best Theme Song, Best Scriptwriter (Kudo Kankuro), Best Directors, Best Musical Arrangement, Best Casting, dan Best Opening. Ja, 4,5 bintang deh. Highly recommended.

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »