Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘samuel l jackson’

Dalam novel My Sister’s Keeper, tokoh Anna bertanya-tanya, mengapa seorang anak bisa lahir ke dunia? Dia lalu menyimpulkan bahwa kebanyakan orang memiliki anak karena kecelakaan, atau karena mereka minum terlalu banyak pada malam tertentu, atau karena alat kontrasepsi tidak seratus persen berhasil, atau karena seribu satu alasan lain yang benar-benar tidak terlalu membanggakan. Meskipun menyedihkan, menurut saya pendapat tersebut ada benarnya. Tidak semua bayi dilahirkan ke dunia ini karena faktor keinginan dari orang tuanya. Bisa saja seorang anak lahir karena adanya ‘kecelakaan’ yang membuat kehadirannya tidak diharapkan, sehingga sang orang tua memilih agar bayinya tersebut diadopsi oleh orang lain, seperti yang terjadi dalam film berjudul Mother and Child ini.

Adalah Karen (Annette Bening), perempuan yang memilih untuk menyerahkan anaknya untuk diadopsi orang lain karena adanya faktor ‘kecelakaan’ tersebut. Hal tersebut terjadi 37 tahun yang lalu, ketika dirinya masih berusia 14 tahun, sebuah usia yang terbilang sangat dini untuk memiliki anak. Sampai saat ini, penyesalan selalu menghantui diri Karen, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan agak keras. Lalu ada Elizabeth (Naomi Watts), yang dari awal sudah bisa ditebak bahwa dia adalah anak yang dilahirkan Karen ketika masih berusia 14 tahun. Elizabeth adalah seorang pengacara yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak remaja, sehingga dirinya selalu terkesan tidak membutuhkan orang lain. Elizabeth lalu menjalin hubungan dengan Paul (Samuel L. Jackson), boss-nya, di mana hubungan tersebut kemudian membuahkan janin pada kandungannya. Karena sifat dasarnya di mana ia selalu merasa tidak membutuhkan siapa-siapa, Elizabeth pun memilih untuk pergi meninggalkan Paul dan mengurus kehamilannya seorang diri. Dan terakhir, ada Lucy (Kerry Washington), seorang wanita muda yang sangat menginginkan anak, tapi usaha yang dilakukannya dengan suaminya tidak pernah membuahkan hasil. Mereka pun memilih untuk mengadopsi anak yang masih berada dalam kandungan seorang perempuan berusia 20 tahun, di mana perempuan tersebut memang berniat untuk memberikan anaknya pada orang lain untuk diadopsi setelah anak tersebut lahir.

Film ini berfokus pada kehidupan tiga orang perempuan tersebut. Awalnya, tiga orang tersebut terkesan tidak akan saling  berhubungan karena masing-masing dari mereka memiliki kehidupan dan tinggal di lingkungan yang berbeda. Namun, makin jauh akan mulai kelihatan bahwa hidup tiga orang perempuan nantinya akan saling berkaitan. Salut kepada sutradaranya yang berhasil membuat ‘hubungan’ antara tiga tokoh tersebut terjalin dengan sangat rapi meskipun hubungan tersebut digambarkan dengan sangat samar.

Kelebihan film ini menurut saya ada pada akting dari pemain-pemainnya, mulai dari tiga aktris utamanya sampai pemeran pendukungnya. Menurut saya cerita film ini lumayan sederhana dan tidak rumit, tapi akting para pemainnya berhasil membuat penonton merasakan emosi dan larut pada kisah mereka. Annette Bening, Naomi Watts, Kerry Washington, semuanya berakting dengan sangat cemerlang. Yang paling saya suka di sini adalah akting Naomi Watts, yang digambarkan sebagai perempuan mandiri dan cerdas, namun sebenarnya memiliki jiwa yang sangat rapuh. Saya suka banget aktingnya di sini. Apalagi di sini dia juga digambarkan sebagai perempuan yang suka menggoda suami orang tapi tanpa menimbulkan kesan murahan.

Seperti yang telah saya tulis sebelumnya, film ini berhasil memainkan emosi penontonnya. Bagian akhir filmnya membuat mata saya berkaca-kaca (meskipun gak sampe nangis), tepatnya ketika salah satu tokoh mengalami suatu kejadian yang menyedihkan. Film ini juga membuat saya menyadari, bahwa setiap ibu dan anak pasti memiliki suatu ikatan batin, meskipun sangat kecil. Di sini kita dapat melihat bahwa meskipun seorang ibu terlihat tidak menginginkan anaknya, tapi dari lubuk hati yang paling dalam pasti ada sebuah rasa yang akan mengikat mereka selamanya, dan hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Hal tersebut terbukti ketika karakter Karen dan Elizabeth diceritakan mulai saling mencari. Selain itu ada satu dialog menarik yang juga membuktikan hal tersebut. Dialog tersebut diucapkan oleh karakter ibu Ray (perempuan yang akan menyerahkan anaknya untuk diadopsi Lucy) pada Ray yang tidak menginginkan bayi yang dikandungnya: “I didn’t want you either. But now, I can’t take a breath without thinking of you and wanting the best of the best for you.” Ja, 4 bintang deh untuk film ini. Highly recommended 🙂
Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »