Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sato ryuta’

Selain detektif, profesi dokter adalah salah satu profesi yang sering diangkat menjadi tema dorama Jepang. Sudah banyak dorama bertemakan kedokteran (dengan berbagai bidang) yang ditayangkan di TV Jepang. Salah satu yang paling baru adalah Cleopatra na Onnatachi, dorama bertemakan kedokteran yang mengangkat bidang “plastic surgery” alias operasi plastik sebagai fokus utamanya.

Adalah Kishi Minetaro (Sato Ryuta), seorang dokter bedah plastik yang baru memulai hari pertamanya dalam bekerja di sebuah klinik kecantikan. Mine-sensei (nama panggilannya di klinik tersebut) sendiri sebelumnya sudah punya pekerjaan di rumah sakit universitas, tapi ia kemudian memutuskan untuk pindah ke klinik tersebut karena gaji yang diberikan klinik tersebut lumayan besar. Sebagai orang yang terbiasa bekerja di rumah sakit universitas, tentu saja Mine-sensei menjadi sulit terbiasa dengan kondisi di klinik yang semua staffnya adalah perempuan itu. Di rumah sakit universitas, pasien yang datang adalah pasien-pasien yang memang “tidak sehat”, contohnya pasien yang terkena luka bakar atau sebagainya. Sementara di tempat kerja barunya, pasien yang datang kebanyakan adalah pasien yang berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan tujuan mereka datang untuk operasi plastik adalah karena mereka ingin cantik. Tidak hanya itu, sebagian dari staff klinik tersebut pun pernah mengalami yang namanya operasi plastik. Meskipun tidak suka dengan keadaan itu, tapi Mine-sensei tetap mengikuti segala kemauan pasiennya karena dia butuh uang.

Mine-sensei sendiri adalah seorang laki-laki yang sangat membenci perempuan. Penyebab hal itu adalah karena ibunya pergi meninggalkannya untuk laki-laki lain ketika dia masih balita. Meskipun membenci perempuan, Mine-sensei sendiri bukanlah gay, meskipun ia tinggal dengan seorang teman laki-lakinya yang seorang gay (diperankan Ayano Go). Bekerja di klinik yang isinya penuh perempuan (yang menganggap operasi plastik sebagai hal biasa) itu membuatnya semakin membenci perempuan. Para perempuan yang bekerja di klinik itu sendiri beberapa di antaranya adalah Ichii Mutsumi (Inamori Izumi), dokter jenius yang sudah berkeluarga tapi tampaknya tidak bahagia dengan keluarganya; Yukawa Mari (Yo Kimiko), dokter kepala yang sampai saat ini masih belum menikah meskipun punya pacar; Kishitani Aoi (Kitano Kii), seorang perawat yang mengaku pernah mencoba bunuh diri sebelum akhirnya melakukan operasi plastik; Hoshida Miwa (Ashina Sei) dokter cantik yang sangat ingin menikah. Lalu, apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Mine-sensei akan betah bekerja di klinik tersebut? Apakah penyakit “pembenci perempuan”-nya suatu saat akan sembuh?

Cleopatra na Onnatachi adalah sebuah dorama yang berpotensi untuk menjadi sangat bagus. Hal pertama yang menjadikan dorama ini menjadi begitu menjanjikan adalah humor satir di dalamnya. Ya, dorama ini mengangkat topik “operasi plastik”, sebuah topik yang sampai sekarang masih mengundang banyak perdebatan. Dan saya senang karena dorama ini tidak jatuh menjadi dorama yang menggurui atau menghakimi operasi plastik itu sendiri. Ya, Mine-sensei memang tidak menyetujui konsep operasi plastik dengan tujuan kecantikan, tapi toh pada akhirnya ia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap hal itu. Dorama ini malah mengambil jalan komedi satir dalam mengomentari hal itu. Kita akan diperlihatkan pada berbagai macam jenis pasien. Ada perempuan yang melakukan operasi plastik untuk suaminya (yang selalu menyebutnya jelek), tapi setelah operasi plastik si suami malah mau menceraikan si istri karena mengira istrinya akan selingkuh dengan pria lain. Ada seorang perempuan yang memiliki saudara kembar dan ingin wajahnya diubah menjadi berbeda dari kembarannya. Ada juga perempuan cantik yang ingin wajahnya diubah menjadi lebih “biasa” karena ia merasa kecantikannya membawa masalah. Semua itu digambarkan dengan gaya komedi satir yang berhasil membuat saya tertawa karena keironisannya. Melalui sindiran-sindiran komedik itu pun kita ditunjukkan pada karakteristik berbagai macam manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Dorama ini juga membuat penontonnya mempertanyakan hal-hal seperti: “cantik itu apa sih?” (berhubungan dengan hal ini di bagian akhir setiap episodenya kita diperlihatkan pada video di mana orang-orang dari berbagai kalangan diwawancara mengenai hal-hal seputar kecantikan).

Namun, sayangnya unsur komedi satir tersebut tidak bertahan sampai akhir sehingga saya cuma bisa bilang dorama ini berpotensi menjadi sangat bagus, tapi pada akhirnya gagal memanfaatkan potensi yang dimilikinya tersebut. Selain memperlihatkan berbagai macam karakter pasiennya, dorama ini juga turut menggali karakteristik para staff di tempat tersebut. Kita akan diperlihatkan pada masalah yang dialami Mine-sensei yang membenci perempuan dan sampai sekarang belum memaafkan ibunya. Kita juga akan diperlihatkan pada masalah yang dialami Ichii-sensei yang berkaitan dengan keluarganya. Selain itu, beberapa staff lainnya juga memiliki masalah masing-masing. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu karena permasalahan-permasalahan itu dapat digunakan untuk memperkuat karakteristik tokoh-tokohnya. Tapi hal yang membuat saya kecewa adalah ketika permasalahan itu malah menjadi mengambil alih topik utamanya (terutama di episode-episode terakhir). Belum lagi dengan kehadiran romance yang terasa maksa dan mendapat porsi yang sangat besar di dua episode terakhirnya. Malahan karena hal itu ketika menonton dua episode terakhirnya saya sampai lupa bahwa dorama ini bercerita tentang operasi plastik. Saya sendiri tidak keberatan jika unsur romance diselipkan di dorama ini (karena dari awal karakter Mine-sensei memang digambarkan sebagai pembenci perempuan sehingga keadaan tersebut pasti akan digambarkan berubah nantinya), tapi ya jangan sampai mengganggu tema utamanya. Namun, saya juga tidak bisa menyalahkan dorama ini karena berdasarkan kabar yang saya dengar, dorama ini terpaksa dipotong menjadi delapan episode saja karena rating/viewershipnya yang tidak memuaskan (meskipun penyebab tersebut masih rumor). Oleh karena itu, endingnya seperti dibuat menjadi terburu-buru dan unsur romance-nya yang mestinya diselipkan secara perlahan-lahan pun menjadi terasa tiba-tiba dan kelihatan agak maksa. Saya rasa jika dorama ini berakhir di episode 10/11 dorama ini tidak akan berakhir seperti itu. Tapi ya sudahlah…

Dari segi akting, semua pemerannya berakting dengan baik, seperti Sato Ryuta dan Inamori Izumi yang berperan sebagai tokoh utama misalnya. Namun, yang aktingnya mencuri perhatian di sini menurut saya malahan pemeran-pemeran pendukungnya, seperti Ayano Go yang berperan sebagai Kurosaki Yu, roommate Mine-sensei yang seorang gay, dan Kitano Kii yang berperan sebagai Kishitani Aoi, si perawat yang mengaku dulunya jelek dan sering dibully (selain mereka, Miura Shohei dan Ashina Sei juga turut mencuri perhatian). Sementara itu dari segi kedokterannya, adegan-adegan operasinya juga diperlihatkan dengan nyata (meskipun tidak terlalu banyak). Di sini kita bisa melihat berbagai macam operasi yang berkaitan dengan cosmetic surgery/plastic surgery, seperti nose job, breast implant, liposuction, dan lain sebagainya.

Overall, meskipun memiliki kekurangan di episode-episode akhirnya, menurut saya dorama ini tetap recommended kok. Cocok ditonton oleh penggemar dorama komedi bergaya satir atau mungkin yang tertarik ingin mengetahui tentang operasi plastik. 3,5 bintang deh.

Rating : 1 2 3 3,5 4 5

Advertisements

Read Full Post »