Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sitcom’

Jika kamu pernah memakan bangku sekolah dan menyantap pelajaran IPA (tentunya tidak secara harfiah), setidaknya kamu pasti pernah belajar atau mendengar tentang salah satu teori penciptaan alam semesta yang disebut dengan teori Big Bang. Menurut teori ini, alam semesta tercipta dari sebuah ledakan dahsyat yang terjadi beberapa belas miliar tahun yang lalu. Sampai sekarang belum diketahui kebenaran tentang teori ini, namun tidak sedikit orang yang setuju pada teori ini. Tapi tenang, saya di sini bukan bermaksud membahas teori ini kok. Blog ini masih merupakan blog review dan belum (serta tidak akan pernah) berubah menjadi blog science. Yang saya mau bahas di sini adalah sebuah serial sitcom Amerika yang berjudul The Big Bang Theory, yang tengah menjadi sitcom kedua favorit saya saat ini setelah Modern Family.

Judul “The Big Bang Theory” sendiri menurut saya cukup mewakili inti cerita dalam sitcom yang saat ini sudah mencapai season ke-5 di Amerika sana ini. The Big Bang Theory bercerita tentang dua orang fisikawan muda bernama Leonard Hofstadter (Johnny Galecky) dan Sheldon Cooper (Jim Parsons) yang tinggal dalam satu apartemen (alias roommate gituh). Selain berprofesi sebagai fisikawan, mereka adalah geek dan nerd sejati. Mereka sangat menyukai hal-hal seperti video game, komik, film-film fiksi ilmiah, dan jauh dari yang namanya kehidupan percintaan. Mereka juga memiliki dua teman yang sama geek-nya, yaitu Raj Koothrappali (Kunal Nayyar) dan Howard Wollowitz (Simon Helberg) yang sangat sering bermain di apartemen mereka. Suatu hari, apartemen mereka kedatangan penghuni baru yang menempati ruang apartemen di sebelah ruangan mereka. Dia adalah Penny (Kaley Cuoco), seorang cewek berambut pirang yang cantik, yang juga merupakan seorang waitress di Cheesecake Factory yang punya impian menjadi seorang aktris. Bisa dibayangkan, kan, jika empat orang nerd dipertemukan dengan cewek cantik yang sangat biasa macam Penny? Dua hal yang sangat bertolak belakang jika dipertemukan mungkin akan menimbulkan semacam ledakan besar (tentunya tidak secara harfiah) seperti yang ada dalam teori big bang. Namun ledakan besar tersebut tentunya akan membentuk suatu kesatuan yang kuat kan? Dan seperti itulah The Big Bang Theory ini 🙂

Seperti yang telah diungkapkan di atas, setelah Modern Family, akhirnya ada lagi sitcom Amerika yang berhasil mencuri perhatian saya dan bikin saya tertarik untuk ngikutin serialnya dari awal meskipun seasonnya udah jauh. Sekarang sih saya baru nonton sampai season 3 bagian awal. Tapi yang saya review kali ini season satunya aja ya. Season satunya ini terdiri dari 17 episode. Di episode pertama menurut saya masih belum berasa lucunya. Tapi makin ke sana serialnya semakin menarik dan semakin lucu. Yang membuat serial ini menarik pertama-tama tentunya premisnya, yaitu tentang empat orang nerd yang berteman dengan cewek normal. Secuil premis itu pula lah yang membuat saya tertarik untuk menonton serial ini karena saya selalu tertarik untuk mengamati kehidupan para geek/nerd. Dan serial ini ternyata tidak mengecewakan saya. Premisnya tersebut berhasil dikembangkan dengan sangat baik, dan menjadikannya tontonan yang sangat menghibur. Kehidupan para geek-nya pun menurut saya digambarkan dengan pas.

Lalu, hal kedua yang saya suka dari serial ini adalah karakteristiknya yang sangat unik dan kuat. Ya, karakter adalah salah satu hal paling penting yang saya lihat dari sebuah film, apalagi serial yang terdiri dari banyak episode. Karena saya orangnya mudah bosan, maka adanya karakter dengan karakteristik menarik selalu menjadi faktor yang membuat saya tetap setia mengikuti sebuah serial. Dan The Big Bang Theory memiliki hal itu. Lima orang tokoh utamanya memiliki karakteristik yang lumayan menarik. Pertama-tama ada Leonard. Well, menurut saya dia adalah karakter dengan karakteristik paling standar dan paling normal di serial ini. Tapi keberadaannya sangat penting untuk menetralkan teman-temannya yang berkelakuan rada ajaib (terutama Sheldon). Lalu ada Howard, si nerd annoying yang berkelakuan amit-amit jabang bayi dan masih tinggal dengan ibunya. Lalu ada Raj, cowok asal India yang punya penyakit tidak bisa bicara dengan wanita (terutama wanita cantik) kecuali kalo mabuk. Dan karakter ceweknya adalah Penny, cewek biasa yang sangat bercita-cita jadi aktris namun tidak pernah lolos audisi manapun. Awalnya saya kira karakter ini akan menjadi karakter yang tipikal, tapi ternyata karakter ini menjadi salah satu karakter paling menarik dari serial ini (kedua favorit saya). Dan terakhir, ada Sheldon. Sengaja saya simpen terakhir karena ini adalah karakter yang paliiiiing saya suka dari serial ini. Penjelasan tentang karakter ini mungkin bisa mencapai puluhan halaman *serius*. Dia adalah karakter paling unik dari serial ini, dan juga sumber kelucuan yang ada di serial ini. Sheldon adalah fisikawan yang sangaaaat pintar. Ia sudah mulai bereksperimen dari kecil, dan sangat terobsesi untuk meraih nobel. Namun Sheldon adalah orang yang rada-rada sulit dalam hal bersosialisasi (kayak nama belakangnya, Cooper alias COOrang PERgaulan #garingmalih) dan sering tidak bisa menangkap sarkasme. Ia juga seseorang yang (dipercaya) menderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang lumayan parah. Pokoknya dia ini bisa dibilang sebagai ikonnya serial ini (meskipun secara tidak langsung pemeran utamanya adalah Leonard). Segala kelucuan yang ada di serial ini pasti bermula dari masalah yang ia ciptakan. Yeah, secara singkat Sheldon ini bisa digambarkan dengan tiga kata, annoying but lovable :D.

Yang namanya sitcom tentunya harus memuat unsur komedi yang dapat membuat penontonnya tertawa. Unsur komedi dalam serial ini sebenarnya bukan tipe yang akan disukai semua orang, terutama jika kamu tidak akrab dengan dunia geek. Namun, para geek (atau punya tendensi geek) pasti akan menyukai lelucon-leluconnya yang sering kali menyangkut hal-hal seperti Star Wars, Batman, Video Game, dan sebagainya. Tapi saya yang tidak terlalu mengenal Star Wars atau komik-komik superhero pun tetap mampu menikmati kelucuan-kelucuan yang ada di serial ini. Selain itu, karena sebagian besar tokohnya adalah fisikawan, maka dalam lelucon-leluconnya sering kali terselip hal-hal berupa rumus atau teori fisika. Kadang, saya sering dibuat bengong kalo tiba-tiba dalam dialognya ada rumus fisika. Namun, anehnya ujung-ujungnya saya tetap bisa dibikin ketawa sama serial ini. Selain hal-hal tersebut, kelucuan serial ini juga bersumber dari interaksi Penny dengan empat nerd tersebut. Latar belakang yang berbeda antara mereka membuat interaksi mereka menjadi sangat menarik dan lucu.

Overall, The Big Bang Theory adalah salah satu sitcom yang sangat patut ditonton, terutama oleh kamu yang merasa geek atau setidaknya memiliki sekian persen jiwa geek (kayak saya). Jika kamu adalah geek, maka menonton ini akan membuatmu merasa seperti sedang menertawakan diri sendiri, dan bukankah menertawakan diri sendiri adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk membuat kita tetap waras?  Ja, 4,5 bintang untuk serial ini 🙂

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Advertisements

Read Full Post »

Saya termasuk orang yang jarang nonton serial tv Amerika. Terakhir kayaknya serial tv yang saya tonton itu Brothers and Sisters, itu pun nontonnya gak sampai tamat karena dvd-nya macet (maklum, dvd versi petani) dan saya keburu males kalo harus beli dvdnya lagi. Setelah itu, kayaknya gak ada lagi serial tv Amerika yang saya tonton dan saya lebih sering nonton dorama. Setelah Brothers and Sisters (yang lumayan saya suka), gak ada serial tv Amerika yang bikin saya tertarik buat nonton. Pas orang-orang heboh Glee pun, saya gak tertarik padahal kakak saya udah ngedownload beberapa episode dari serial itu (tapi pas ditayangin di tv akhirnya saya nonton juga). Tapi untuk Modern Family, entah kenapa saya langsung tertarik buat nonton serial ini setelah mendengar bahwa serial ini memenangi salah satu penghargaan Emmy Awards di kategori best comedy, mengalahkan Glee yang dielu-elukan banyak orang. Saya pun coba-coba mendownload episode 1-nya dan setelah menonton episode tersebut, dengan cepat saya langsung jatuh cinta pada serial ini 😀

Modern Family adalah sebuah komedi situasi yang bercerita tentang tiga buah keluarga yang masing-masing saling berkaitan. Keluarga pertama adalah keluarga Jay Pritchett. Jay adalah seorang pria yang sudah bisa dimasukan ke kategori ‘berumur’. Ia memiliki seorang istri bernama Gloria, seorang wanita seksi asal Colombia yang usianya jauh lebih muda dari Jay dan sering kali disangka sebagai anaknya sendiri. Gloria sendiri memiliki seorang anak laki-laki bernama Manny, yang merupakan anak dari pernikahannya yang sebelumnya. Keluarga kedua adalah keluarga Phil & Claire Dunphy. Claire adalah anak pertama Jay (keluarga pertama) dari pernikahan yang sebelumnya. Mereka berdua memiliki tiga orang anak yang semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yaitu Haley, Alex, dan Luke. Lalu keluarga ketiga adalah keluarga Mitchell dan Cameron. Mitchell juga adalah anak Jay dan adik dari Claire. Ia dan Cam (panggilan Cameron) adalah pasangan gay yang sudah bersama selama 5 tahun dan baru saja mengadopsi seorang bayi cantik asal Vietnam yang dinamai Lily.

Sekilas, hubungan dalam keluarga besar tersebut mungkin akan terlihat agak aneh dan belibet. Tapi serial ini sendiri gak belibet kok dan tergolong ringan sehingga bisa dinikmati siapa saja. Serial ini mengalir dengan sangat sederhana. Masing-masing episode menceritakan kehidupan sehari-hari tiga keluarga tersebut disertai permasalahan-permasalahan yang menghiasinya. Dan, meskipun keluarga di atas terkesan sebagai keluarga tidak biasa, permasalahan-permasalahan yang ada merupakan permasalahan-permasalahan yang umum dan sering terjadi di banyak keluarga. Hal tersebut membuat serial ini semakin menarik karena dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Serial ini juga menggunakan gaya mockumentary yang membuat serial ini terlihat seperti reality show atau dokumenter (disertai wawancara karakter-karakternya di mana mereka mengomentari adegan-adegan yang baru saja terjadi). Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi serial ini, karena membuat serial ini terkesan semakin real meskipun ceritanya fiksi belaka. Selain itu, kelebihan lain dari serial ini ada pada humor serta karakteristik tokoh-tokohnya (serta akting yang memikat). Saya suka sekali dengan komedi yang disajikan oleh serial ini. Setiap episodenya selalu berhasil mengocok perut saya. Humornya segar, cerdas, dan tidak berlebihan. Unsur humor yang kuat tersebut juga dipengaruhi oleh karakteristik tokoh-tokohnya yang kuat. Hampir semua karakternya menonjol dan punya ciri masing-masing. Dan hampir semua karakternya lovable dan tidak ada yang terlihat menyebalkan. Karakter-karakter favorit saya di sini ada 3, yang pertama adalah Phil, suami Claire yang agak-agak bloon tapi sangat mencintai keluarganya dan selalu berusaha menjadi ayah yang baik, setiap adegan yang melibatkan dia pasti selalu membuat saya tertawa 😀 ; lalu yang kedua adalah Gloria, istri Jay yang seksi dengan logat Kolombia-nya yang kental, saya suka banget karakternya di mana dia terlihat sangat mencintai Jay dan selalu berusaha mendekatkan diri dengan anggota keluarga lainnya; lalu yang ketiga adalah Cameron, pasangan Mitchell yang drama queen dan punya banyak keahlian yang tak disangka-sangka. Karakter ini juga salah satu karakter pengundang tawa terbesar di serial ini. Selain mereka bertiga, karakter-karakternya lainnya juga memiliki keunikan masing-masing yang membuat serial ini semakin lucu.

Serial ini juga tidak sekadar lucu saja. Banyak yang bisa dipelajari dari serial ini, terutama dalam perihal menerima. Seperti yang bisa kita lihat, tiga keluarga ini semuanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun, mereka semua saling menyayangi satu sama lain. Misalnya Jay, meskipun awalnya agak canggung menerima kenyataan bahwa anaknya gay, tapi kasih sayangnya pada Mitchell tetap tidak berkurang sama sekali. Begitu juga dengan yang lainnya. Dengan segala macam perbedaan yang ada, mereka semua bisa saling menyayangi dan menghargai satu sama lain. Keluarga-keluarga lain yang bisa disebut sebagai keluarga normal mungkin tidak semuanya bisa seperti itu. Setiap episode dari serial ini juga selalu diakhiri dengan ending yang manis dan pesan-pesan yang menghangatkan hati. Ja,overall, saya kasih nilai sempurna untuk serial tv satu ini. Highly recommended 🙂

P.S: Season pertamanya berjumlah 24 episode. Season 2-nya sedang tayang di Amerika sana dan belum tamat.

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »