Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sonim’

*Review ini pertama kali ditulis 21 September 2009 di http://purisuka.multiply.com

Nonton film ini karena tertarik melihat nama EITA di dvd-nya, meskipun ternyata dia cuma tampil di satu scene aja. Hanging Garden (Kuuchuu teien) bercerita tentang suatu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Bisa dibilang mereka tampak seperti keluarga ideal dan bahagia. Ada satu aturan yang diterapkan dalam keluarga ini, yaitu TIDAK BOLEH ADA RAHASIA. Segala hal dibahas dalam keluarga ini, bahkan hal-hal yang bisa dibilang tabu sekalipun. Seperti misalnya di awal film Mana (Suzuki Anne), anak perempuan keluarga itu, yang bertanya pada orang tuanya dimana tempat dia ‘dibuat’, dan dijawab dengan santai oleh ibu-nya, Eriko (Koizumi Kyoko), di sebuah Love Hotel bernama Wild Monkey. Selain itu, keluarga ini hanya mempunyai satu kunci di rumahnya, dengan alasan karena mereka “satu keluarga”.

Namun, di balik segala senyum-senyum bahagia mereka sebenarnya terdapat rahasia, seperti misalnya sang ayah yang ternyata berselingkuh dengan seorang wanita cantik (lupa namanya, diperankan Sonim) yang kemudian menjadi guru les privat anak laki-lakinya. Mana yang diam-diam datang ke Wild Monkey. Serta ibunya, Eriko, yang masa kecilnya tidak bahagia dan membenci ibunya sendiri.

My opinion:
Depressing! Film ini bener-bener bikin depresi. Jangan dilihat dari temanya yang tampak seperti “film keluarga”, film ini benar-benar kelam, menegangkan, dan super mencekam. Dari segi karakternya, masing-masing punya karakteristik yang kuat. Karakter ibu, Eriko (Koizumi Kyoko), adalah gambaran ibu yang ideal, baik dan selalu tersenyum, tapi sebenarnya punya sisi yang sangat gelap dimana dia mengalami masa kecil yang kurang menyenangkan. Untuk itulah dia hidup sesuai dengan apa yang direncanakan, punya suami yang cukup mapan, dua anak yang baik, rumah yang bagus, agar dia tidak mengalami ketidakbahagiaan seperti dulu. Namun ternyata segalanya berjalan tidak sesuai dengan rencananya. Satu kata: salut buat akting-nya Koizumi Kyoko, dia sukses meranin seorang ibu yang terlihat baik hati, namun punya sisi dark yang serem abis (well, serem buat saya). Pas adegan dia membayangkan membunuh rekan kerjanya di restoran itu, bener-bener menegangkan abis. Oiya, ketika dia berkata berkali-kali pada ibunya “ibu, kenapa kamu tidak mati saja?” juga rasanya mencekam abis. Suzuki Anne juga bagus bermain sebagai Mana yang polos dan selalu mau tahu. Dan, Eita? Saya sendiri bingung dia ngapain di sini. Di sini dia berperan jadi orang asing yang bertemu dengan Mana lalu pergi ke Wild Monkey bersama-nya. Meskipun saya ga tau gunanya karakter ini di film ini, tapi lumayan bisa liat Eita topless dengan badan penuh tattoo :p

Dari sinematografi-nya, cantik beneeeeur…. Gambarnya bagus, meskipun rada musingin juga tiap ada scene yang jungkir balik muter-muter gitu. Tapi saya suka penggambarannya 😀

Tapi khas-nya film Jepang, film ini alurnya lambat banget. Jadi bikin terasa sepi dan juga bikin gampang bosen. Tapi karena saya suka ide ceritanya, 4 bintang deh.

Note: film ini bisa dibilang bukan tipe film yang menghibur karena lebih bikin depresi. Mungkin cocok buat yang suka film-film yang kelam dan rada surreal.

My Rating : 4 / 5

Read Full Post »