Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘takaoka sousuke’

Jadi ceritanya saya sedang malas menulis review dan malas menulis tulisan yang panjang-panjang, tapi tampaknya udah jadi semacam kebutuhan untuk tidak membiarkan blog ini ditelantarkan begitu lama. Jadi seperti pada postingan yang ini, kali ini saya akan menulis review pendek dari beberapa film (tepatnya 3 film) yang saya tonton belakangan ini. CATATAN: film-film di bawah ini tidak akan saya buatkan review versi panjangnya.

1.  A Tale Of Two Sisters (South Korea, 2003)

Film horror yang berasal dari Asia, tapi bukan dari Jepang ataupun Thailand yang sudah terkenal sebagai penghasil film horror berkualitas, melainkan dari Korea Selatan. Dan ini adalah film horror Korea pertama yang saya tonton. Bercerita tentang sepasang kakak beradik perempuan, Soo-mi (Su-jeong Lim) dan Soo-yeon (Geun-young Moon) yang baru saja kembali ke rumah mereka yang terletak di pedesaan. Di rumah tersebut mereka disambut oleh ibu tiri mereka (Jung Ah-yum), yang tampaknya tidak menyukai kedua kakak beradik itu, dan begitu juga sebaliknya. Setelah kedatangan mereka, mulai muncul kejadian-kejadian aneh di rumah tersebut, seperti penampakan seorang perempuan yang dilihat Soo-mi, serta bibi mereka yang tiba-tiba ‘kesurupan’ saat makan malam bersama mereka. Soo-mi juga menemukan bahwa ibu tirinya tersebut suka menyiksa adiknya, Soo-yeong. Yak, meskipun judulnya film horror, film ini sebenarnya lebih menekankan pada thriller psikologis dibandingkan hal-hal berbau supranatural. Ya, memang ada penampakan hantu dan semacamnya, tapi hanya sedikit dan bukan faktor utama yang menjadikan film ini menjadi horror. Dan daripada menakut-nakuti seperti film-film horror pada umumnya, film ini lebih bertujuan untuk bermain-main dengan pikiran penontonnya. Misteri yang disajikan cukup membuat penasaran, dan endingnya menurut saya tak terduga meskipun awalnya sempat membuat saya bingung. Akting pemainnya pun oke, terutama acting Su-jeong Lim yang pernah saya lihat di film I’m a Cyborg but that’s Ok dan Jung Ah-yum yang berperan sebagai si ibu tiri. Kesimpulannya, buat para penyuka film horror berkualitas, sila tengok film ini : ) 4/5

2. My Brother (South Korea, 2004)

Film Korea lagi. Menonton ini dengan tidak sengaja karena ada di tumpukan dvd pinjeman kakak saya. Dan yeah, nama Won Bin pada covernya lah yang akhirnya bikin saya tertarik nonton film ini ;D Ceritanya tentang sepasang kakak beradik juga kayak film di atas, tapi yang ini laki-laki dan bukan film horror :D. Kalau kakak beradik di A Tale of Two Sisters sangat dekat dan akrab, di sini sebaliknya. Jong-hyun (Won Bin) dan Sung-hyun (Ha-kyun Shin) adalah kakak beradik dengan sifat yang sangat bertolak belakang. Jong-hyun lebih suka berkelahi, sementara Sung-hyun lebih suka  belajar. Dari kecil mereka dibesarkan seorang diri oleh ibu mereka, dan dari kecil Jong-hyun menyimpan kecemburuan pada adiknya yang lebih diperhatikan oleh sang ibu karena Sung-hyun adalah seorang harelip (istilah untuk orang dengan bibir sumbing). Sebenernya film ini biasa aja sih, tapi lumayan mengaduk emosi, terutama di bagian-bagian akhir. Endingnya menyedihkan dan sebenernya udah ketebak sejak lihat adegan pertama dan juga judulnya. But overall, film ini lumayan lah 😀 3/5

3. Crows Zero (Japan, 2007)

Yang ini film Jepang, disutradarai Takashi Miike, dan diperankan oleh Shun Oguri, Takayuki Yamada, dan beberapa aktor lainnya. Bercerita tentang sebuah sekolah bernama Suzuran, sebuah sekolah khusus cowok yang isinya berandalan-berandalan yang tampaknya tak punya hobi lain selain berkelahi. Suzuran ini diisi oleh berbagai macam ‘geng’ yang tidak pernah akur. Lalu muncul Genji (Shun Oguri), murid baru yang datang untuk menaklukan serta menyatukan  semua murid Suzuran. Caranya? Dengan mengalahkan pemimpin-pemimpin geng-geng di sekolah tersebut, terutama mengalahkan Serizawa (Takayuki Yamada) yang disebut-sebut sebagai murid terkuat di Suzuran. Overall film ini cukup menghibur sih. Buat para penyuka film action pasti suka film ini, karena film ini dipenuhi adegan-adegan perkelahian yang keren. Film ini juga memiliki sedikit sentuhan humor, dan saya suka banget karakter yang dimainkan Takayuki Yamada (di mana di sini dia jadi orang terkuat tapi ekspresinya rada-rada bego :D). Tapiiiiiii, meskipun menghibur, tapi saya tidak tahu apa tujuan film ini, menyatukan sekolah dengan cara berkelahi? Sebut saya kuno, tapi menurut saya gak sepantasnya anak-anak SMA ini kerjaannya berkelahi terus, meskipun dengan jalan ini mereka bisa bersatu. Tapi meskipun begitu saya tetep tertarik buat nonton sekuelnya kok. 2,75/5

Read Full Post »

Could you kill your bestfriend?

Ini adalah film yang saya tonton udah lama banget, waktu SMP. Dan film ini sempat populer di kalangan saya dan teman-teman saya (jarang-jarang kan temen saya nonton film Jepang), dan menyebar juga ke kelas-kelas lainnya. Hihi, gila ya anak SMP nontonnya film berdarah-darah gini, dan cocok juga dengan keadaan kita, berhubung ceritanya film ini menceritakan siswa-siswa kelas 3 SMP yang diharuskan saling membunuh satu sama lain (dan setelah menonton film ini saya jadi membayangkan bagaimana kalau program Battle Royale ini ada di dunia nyata, dan kelas saya yang ketimpa sial terpilih dalam program ini :P)

Oke jadi film ini bercerita tentang Jepang pada suatu masa, di mana pada masa itu terjadi kekacauan di mana-mana. Banyak anak-anak berbuat kenakalan dan kekacauan, sehingga membuat para orang dewasa menjadi takut pada anak-anak. Karena keadaan inilah, pemerintah Jepang membuat sebuah program bernama “BATTLE ROYALE” untuk ‘mengurangi’ jumlah remaja. Jadi dalam program ini, dipilih satu kelas (kelas 3 SMP) yang dipilih secara acak dari semua sekolah yang ada di Jepang. Pada tahun tersebut, kelas yang terpilih adalah kelas 3B SMP Shiroiwa. Jadi mereka ditipu sedang melakukan perjalanan wisata, padahal mereka dibawa ke sebuah pulau yang penghuninya sudah diungsikan ke tempat lain. Di situ, mereka diberitahu mengenai program Battle Royale itu oleh seorang guru yang menjadi pengawas program ini, Kitano-sensei (Kitano Takeshi, yang di acara Benteng Takeshi itu loh). Mereka disuruh untuk saling membunuh satu sama lain sampai tersisa satu orang dengan batas waktu 3 hari. Jika sampai 3 hari tidak tersisa satu orang, maka kalung yang dikenakan pada mereka akan meledak dan mereka semua akan mati. Setiap murid dibekali sebuah tas yang masing-masing berisi senjata (ada yang mendapat pisau, celurit, ada jg yang mendapat tutup panci). Nanahara Shuuya (Tatsuya Fujiwara), adalah seorang remaja biasa yang tidak memiliki kepercayaan pada orang dewasa. Ayahnya bunuh diri begitu saja dengan meninggalkan pesan: “berusahalah, Shuuya.” Ia adalah salah satu dari siswa 3B dan pada saat program BR ini baru mau dimulai ia harus menerima kenyataan sahabatnya, Nobu, tewas, akibat perbuatan Kitano-sensei. Sejak itu, selama program berlangsung, Shuuya bertekad untuk melindungi Nakagawa Noriko (Aki Maeda), teman sekelasnya yang meupakan cewek yang disukai Nobu. Selain Shuuya, kita juga melihat bagaimana murid-murid lainnya dalam menjalani program tersebut. Ada yang tidak ikut dan memilih untuk bunuh diri saja. Ada yang berusaha untuk mencari jalan keluar namun akhirnya malah tewas. Ada juga satu geng cewek yang awalnya berniat berlindung bersama-sama namun akhirnya saling bunuh karena kesalahpahaman, dan contoh-contoh lainnya. Anak-anak SMP yang awalnya tidak mau saling membunuh ini akhirnya sanggup membunuh demi melindungi nyawanya sendiri. Program ini juga diramaikan oleh dua orang ‘murid pindahan’ yang salah satunya ternyata pernah mengikuti program tersebut beberapa tahun yang lalu dan mengetahui rahasia untuk menyelamatkan diri dari program tersebut. Jadi, bagaimana selanjutnya? tonton aja deh.

My Opinion:

Salah satu film yang bersejarah buat saya dan udah sering saya tonton berkali-kali. Film ini sadis, darah dimana-mana, dengan pelakunya bocah-bocah SMP yang sebelumnya tidak sanggup membunuh sama sekali. Apalagi, pertama kali saya nonton itu, filmnya berupa vcd original yang banyak sensor dimana-mana. Waktu SMA, saya iseng beli dvd bajakannya, yang tanpa sensor sama sekali! Dan saya merinding terus karena ternyata filmnya lebih brutal dari yang ditampilkan di VCD originalnya. Film ini bukan cuma film asal bunuh gak jelas, tapi juga berisi dan menyentuh. Saya selalu pengen nangis tiap ada murid yang mati. Yang paling menyedihkan waktu Mimura (Takashi Tsukamoto) dan dua orang teman-temannya capek-capek berusaha untuk menghancurkan sistem komputer BR tersebut, dan nasib mereka akhirnya berakhir tragis. Sumpah saya berkaca-kaca banget waktu liat adegan itu :(. Mana Mimura-nya ganteng lagi! *halah* Yang lainnya, waktu satu geng akhirnya saling bunuh karena perbuatan satu orang, sedih banget liatnya 😦 Para pemain film ini juga merupakan aktor dan aktris yang sekarang udah pada terkenal. Seperti Tatsuya Fujiwara yang berperan sebagai Shuuya yang kini terkenal sebagai Kira di Death Note. Lalu, Kou Shibasaki (yang aktingnya top banget di sini, sebagai cewek sadis), Chiaki Kuriyama (yang berperan sebagai Gogo Yubari di film Kill Bill), Takashi Tsukamoto (Mimura-kuuuu, saya suka banget sama dia, aktingnya juga bisa dilihat di film Taiyou no Uta *klik di sini untuk liat reviewnya*), Masanobu Ando, dan aktor-aktor yang lainnya. Gak boleh dilupakan juga, aktingnya Takeshi “Beat” Kitano yang sebelumnya biasa kita lihat di acara Benteng Takeshi.

Jadi, film ini sangat recommended. Cocok untuk yang suka menonton film action atau thriller, tidak disarankan untuk yang gak tahan nonton adegan sadis. Film ini juga ada sekuelnya, Battle Royale II : Requiem. Gak sebagus film pertamanya, tapi filmnya lumayan juga kok.

My Rating : 5 / 5

Read Full Post »