Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘tamayama tetsuji’


Beberapa bulan yang lalu saya sempat me-review sebuah dorama bertemakan detektif yang berjudul Keizoku 2: SPEC. Nah, kali ini saya akan kembali me-review dorama bertemakan sama (tapi tanpa embel-embel supranatural) yang berjudul BOSS, yang kebetulan juga dibintangi oleh Toda Erika (tapi bukan sebagai pemeran utama).

Sama seperti SPEC, saya pun sangaaaat menyukai dorama ini. BOSS sendiri sebenarnya tidak menghadirkan cerita yang istimewa atau lain daripada yang lain. Ceritanya standar cerita-cerita detektif gitu lah, tentang sebuah unit detektif (Countermeasure Unit) di kepolisian Jepang yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Osawa Eriko (Amami Yuki). Eriko ini baru balik dari pelatihan di Amerika selama kurang lebih lima tahun. Nah, entah malang atau beruntung, anak buah-anak buah yang dipimpinnya tersebut semuanya terlihat agak tidak meyakinkan. Anak buah-buahnya tersebut adalah 1)Katagiri Takuma (Tamayama Tetsuji), seorang detektif yang sebenarnya handal, tapi selalu memancarkan aura suram dan tidak pernah berani menggunakan pistol; 2)Kimoto Mami (Toda Erika) yang selalu terlihat tidak bersemangat dan tukang tidur, 3)Hanagata Ippei (Mizobata Junpei), detektif pemula yang selalu bersemangat dan sedikit polos, 4)Iwai Zenji (Kendo Kobayashi), detektif yang terlihat menyeramkan, tapi aslinya “ngondek” (and yeah, he’s a gay), dan terakhir 5)Yamamura Keisuke (Nukumizu Youichi), detektif yang paling tua di antara semuanya dan memiliki kecerobohan yang luar biasa. Selain mereka, ada Nodate Shinjirou (Takenouchi Yutaka), supervisor divisi tersebut yang punya hobi merayu wanita cantik dan Narahashi Reiko (Kichise Michiko), tante-tante seksi dari scientific crime detection research lab yang suka membantu mereka.

Osawa Eriko sendiri adalah seorang wanita berusia sekitar 40 tahun yang sampai sekarang belum menikah. Ia adalah detektif yang sangat handal, meskipun kadang terlihat konyol. Dorama ini menampilkan usahanya dalam membentuk Contermeasure Unit, divisi yang sering diremehkan oleh divisi-divisi lainnya, menjadi sebuah divisi yang solid. Seperti dorama detektif pada umumnya, dalam setiap episode ada satu kasus (seringnya pembunuhan) yang langsung selesai dalam episode itu juga (tapi ada juga yang satu kasus sampai dua episode). Tapi menjelang akhirnya ditemukan kasus berbau konspirasi yang berhubungan dengan asal-usul kenapa divisi tersebut terbentuk.

 

Seperti yang saya bilang, cerita dorama berjumlah 11 episode ini standar cerita detektif pada umumnya, tapi penggarapannya yang baik membuat dorama ini menjadi sangat berkesan di hati. Yang paling saya suka di sini adalah karakteristik tokoh-tokohnya, terutama karakter Amami Yuki sebagai boss. Amami Yuki ini adorable sekali yaaa, biarpun umurnya udah 40 lebih. Saya baru pertama kali liat dia di sini, dan langsung dibuat kagum sama aktingnya. Pantes aja banyak yang mengidolakan tante satu ini 😀 Karakter-karakter lainnya juga tidak kalah menarik dan para pemerannya berhasil menghidupkan karakter mereka masing-masing dengan baik. Salah satu yang paling saya suka adalah karakter Nodate Shinjirou yang diperankan Takenouchi Yutaka. Setiap ada adegan yang melibatkan dia pasti selalu membuat saya tertawa. Saya juga suka sama karakter yang diperankan Toda Erika. Biarpun sama-sama memerankan detektif, tapi karakternya di sini beda jauh sama karakternya di SPEC. Karakter lainnya yang saya suka adalah duo Iwai-Yamamu, yang merupakan salah satu pemancing tawa terbesar di dorama ini.

Ya, humor lah yang menjadi salah satu kekuatan dorama ini. Biarpun ini dorama detektif, tapi kesannya gak begitu serius karena humor selalu terselip di mana-mana, menjadikan dorama ini sangat nyaman untuk ditonton. Kasus-kasusnya pun menarik. Dan yang paling saya suka adalah penyelesaian dari kasus-kasusnya. Biarpun dari awal kita sudah diperlihatkan seperti apa pelakunya, tapi di bagian akhir episode selalu muncul kejutan yang tidak disangka-sangka. Ya, buat yang suka film/dorama dengan banyak twist, dorama ini bisa dijadikan pilihan 😀

Dorama ini juga menghadirkan beberapa bintang tamu terkenal, seperti Takayuki Yamada, Shida Mirai, Sorimachi Takashi, Ishigaki Yuma, dan Konishi Manami. Saya paling suka episode yang menampilkan Shida Mirai. Selain kasusnya menarik, akting Shida Mirai sebagai siswi pintar yang pintar “memainkan” orang dewasa ini juga bagus banget. Kudos for her!

Ja, segini aja review dari saya. Buat kalian yang suka film/serial detektif, jangan sampai melewatkan dorama ini. Highly recommended 🙂

Nb: dorama ini juga memiliki sekuel yang baru selesai tayang baru-baru ini.

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Advertisements

Read Full Post »

Siapa yang tidak mengenal twitter ? Situs microblogging ini sangat populer di mana-mana saat ini, termasuk di Indonesia *terbukti dengan trending topic yang sering didominasi oleh warga Indonesia*. Siapa yang menyangka kalau twitter juga populer di Jepang? Setahu saya, situs-situs buatan Amerika semacam facebook gak laku sama sekali kalo di Jepang, karena mereka lebih senang menggunakan situs-situs buatan mereka sendiri. Tapi ternyata, twitter lumayan mendapat tempat di hati orang Jepang, yang ditunjukan melalui dorama ini.

Dorama ini berkisah tentang pertemuan beberapa orang yang sebelumnya sudah saling mengenal melalui twitter. Jadi ceritanya kopi darat gituuuuh. Orang-orang tersebut *nama berdasarkan panggilan di twitter* adalah Nakaji (Eita), yang mengaku sebagai seorang fotografer; Haru (Ueno Juri), seorang guru SMA; Doctor (Hero JaeJoong), orang Korea yang bekerja di Jepang dan mengaku sebagai seorang dokter; Linda (Tamayama Tetsuji), seorang editor majalah; dan yang terakhir adalah teman Haru yang bernama Hikari, tidak punya akun twitter dan datang ke pertemuan tersebut untuk menemani Haru, mengaku sebagai pramugari, dan setelah pertemuan tersebut akhirnya dia membuat akun twitter juga dengan nama Peach (Saki Megumi).

Kelima orang ini kemudian dengan cepat menjadi sahabat juga di dunia nyata. Mereka pun kemudian dapat menanggalkan segala kepalsuan yang ada di pertemuan pertama mereka, misalnya mengenai profesi mereka yang sebenarnya. Dan dalam hal persahabatan antara pria dan wanita, cinta selalu saja bisa tumbuh *jijay banget bahasa saya*. Haru, sebelum bertemu dengan Nakaji, sudah memiliki sebuah perasaan khusus terhadap pria tersebut. Dan setelah bertemu (meskipun diawali dengan kesan yang buruk), perasaan tersebut semakin dalam saja. Namun sayangnya, Nakaji sendiri saat itu sedang berpacaran dengan seorang wanita ber-suami. Haru sendiri sebenarnya ditaksir habis-habisan oleh Doctor, yang kemudian mengutarakan perasaan tersebut padanya. Sementara Peach, memiliki masalah yaitu ia hamil dan orang yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Linda sendiri memiliki masalah berkenaan dengan pekerjaan dan atasannya. Lalu, apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya? Yah, tonton aja lah.

Kalo ditanya apakah saya suka atau tidak pada dorama ini, saya akan menjawab suka. Tapi setelah dipikir-pikir, saya suka dorama ini karena tertarik untuk mengikuti kisah cinta segitiga antara Nakaji – Haru – Doctor, dan ini pun subjektif banget karena saya penggemar Eita dan dari dulu terobsesi  ingin melihat Eita dan Ueno Juri jadi pasangan. Karena itu, saya akan menghilangkan pandangan-pandangan subjektif itu sejenak dan mulai menilai dorama ini secara objektif pada review ini *ehem*.

Dari segi cerita, tidak ada yang baru dari dorama ini. Sesuai judulnya yang memiliki arti “Hard to Say I Love You”, dorama ini bercerita tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan atau kisah cinta yang tidak tersampaikan *ceileh*. Awalnya kisah cinta dorama ini mungkin akan terlihat seperti kisah cinta segitiga, tapi kemudian ceritanya akan berkembang menjadi kisah cinta segi-banyak *yang bikin saya agak sebel*.  Yang menjadi kekurangan dorama ini adalah dorama ini terlalu banyak konflik, tapi konflik tersebut tidak digambarkan dengan jelas dan terlihat seperti tempelan (contohnya tentang murid dan adik Haru yang memakai narkoba), sehingga terasa banyak bolongnya karena setelah itu tidak diceritakan lagi (atau hanya diceritakan sekilas). Latar belakang twitternya pun tidak terlalu kuat, dan hanya ditampilkan sedikit-sedikit, sehingga tampak seperti tempelan saja.

Tapi dorama ini sendiri memiliki sebuah kekuatan untuk membuat penontonnya gregetan dan penasaran untuk mengikuti sampai akhir, melalui kisah cinta segitiga Nakaji-Haru-Doctor. Entah karena saya suka Eita, tapi saya lihat teman-teman twitter saya yang nonton dorama ini kalo ngetwit tentang dorama ini pasti twit-nya berkisar antara mereka bertiga. Menurut saya, hubungan antara mereka bertiga lumayan tergambar dengan baik. Saya senang melihat interaksi Nakaji dengan Haru (dan mungkin karena Eita dan Juri udah kenal lama karena sering maen film / dorama bareng, jadi mereka selalu terlihat cocok). Meskipun ini bukan akting Ueno Juri yang terbaik, tapi dia lumayan berhasil menggambarkan Haru yang melankolis dan menyimpan rasa pada Nakaji (tapi hey juri, tolong dong hilangkan suara diimut-imutin kayak Nodame itu). Eita juga saya rasa berperan baik sebagai Nakaji, meskipun perannya gak istimewa-istimewa amat. Dan kedua orang ini berhasil menampilkan chemistry yang pas, meskipun perasaan Nakaji pada Haru tidak jelas, tapi penonton bisa melihat kalo Nakaji sangat memedulikan Haru. Untuk Jae-joong (yang tampaknya membuat dorama ini banyak ditonton oleh penggemar Korea) yang berperan sebagai Doctor, menurut saya dia lumayan aktingnya, tapi sayangnya saya tidak begitu menyukai karakternya *bukan karena sensi karena dia saingan Nakaji loh, tapi emang dari awal gak begitu suka karakternya*. Untuk karakter lainnya, saya gak begitu peduli. Saya gak begitu suka sama karakter Peach (dan juga pemerannya). Dan meskipun karakter Linda punya masalah yang cukup berat, tapi gak berhasil bikin saya peduli sama dia. Satu lagi, saya kecewa banget sama endingnya. Emang endingnya sesuai keinginan saya, tapi hal tersebut disajikan dengan sangat biasa. Setelah saya nonton dorama ini sampai beres, saya cuma bilang: “Haaah? Gitu doaaang?”

Well kesimpulannya, kalo bukan karena Eita yang main, dorama ini bakal saya lewatkan begitu saja. Mau ngasih 3 bintang, tapi kok kayaknya kegedean, jadi 2, 75 aja ya *biarin tanggung juga* :p

Rating : 1 2 2,75 3 4 5

Read Full Post »