Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘thriller’

My name is Salmon, like the fish. First name, Susie. I was fourteen years old when I was murdered on December 6th, 1973. I wasn’t gone. I was alive in my own perfect world. But in my heart, I knew it wasn’t perfect. My murderer still haunted me. My father had the pieces but he couldn’t make them fit. I waited for justice but justice did not come.

Nama Peter Jackson mungkin sudah tidak asing bagi para pecinta film. Ia adalah sutradara trilogi The Lord of the Rings yang luar biasa itu dan juga pernah menyutradarai remake dari film King Kong. Kali ini, ia menyutradarai film yang memiliki tema yang agak berbeda dari film-film yang pernah ia sutradarai sebelumnya, yaitu drama. The Lovely Bones adalah film yang diangkat dari novel best seller karangan Alice Sebold yang berjudul sama. Film ini bercerita tentang Susie Salmon (Saoirse Ronan), seorang anak perempuan berusia 14 tahun yang pada suatu hari dibunuh oleh tetangganya sendiri, Mr. Harvey (Stanley Tucci). Pembunuhan tersebut dilakukan secara ‘rapi’ dan mayat serta beberapa bukti disembunyikan oleh Mr. Harvey sehingga pihak keluarga dan kepolisian tidak bisa menemukan Susie. Susie yang masih belum rela akan kematiannya terjebak di sebuah dunia di antara kehidupan dan surga, sehingga ia masih bisa mengamati bagaimana hidup keluarganya setelah ditinggal dirinya. Dan setelah kematiannya, hidup keluarganya memang tidak sama lagi. Sang ayah, Jack Salmon (Mark Wahlberg), merasa depresi dan terobsesi untuk menangkap pembunuh putrinya dan menjadi paranoid. Sang ibu, Abigail (Rachel Weisz), berusaha menghindari hal-hal yang berhubungan dengan putrinya (misalnya ia tidak mau masuk ke kamar Susie). Selain mereka, Susie juga mengamati orang-orang lain dalam kehidupannya, seperti Lindsey dan Buckley yang merupakan adik-adiknya; Grandma Lynn (Susan Sarandon), neneknya; Ray, cowok yang ditaksirnya; Ruth, anak perempuan aneh yang sanggup merasakan kehadirannya; sampai pembunuhnya sendiri, Mr. Harvey. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Susie pada akhirnya akan memilih untuk pergi ke surga dan berhenti mengamati orang-orang di dunia nyata? Apakah pelaku pembunuhannya, Mr. Harvey, pada akhirnya akan tertangkap? Tonton aja deh.

Sebelum saya nonton film ini, sebelumnya saya udah baca novelnya (yang lumayan tebal ituh) dan jujur, saya kurang bisa menikmati novelnya. Mungkin karena terjemahannya kurang enak ya, saya jadi lama banget baca novel tersebut (beberapa bulan mungkin?) dan selalu ngantuk tiap bacanya. Padahal dari segi cerita, saya suka banget sama ide cerita novel ini. Dan versi filmnya ini menurut saya gak begitu membuat saya bosan sebagaimana versi novelnya. Hmm, ada sih beberapa scene yang membosankan dari film ini, tapi overall gak begitu banyak dan menurut saya film ini lumayan bagus.

Yang patut diacungi jempol dari film ini adalah visualisasi dunia antara-dunia-nyata-dan-surga yang menurut saya keren banget. Pas saya baca novelnya, imajinasi saya kayaknya gak nyampe situ. Indah. Indah banget. Perubahan-perubahan suasana yang ada di dunia tersebut, yang bikin filmnya sedikit bernuansa surealis, juga bikin saya terkagum-kagum melihatnya. Peter Jackson gitu, kayaknya ada yang salah kalo dia gak nyempilin efek-efek canggih :p Oh iya, visualisasi dunia yang ada di film ini juga sedikit mengingatkan saya pada visualisasi dunia-dalam-cermin yang ada di film The Imaginarium of Doctor Parnassus. Tapi masih lebih canggih The Imaginarium meskipun kedua-duanya sama-sama indah.

Dari segi cerita, cerita filmnya tampak lebih sederhana dari versi novelnya, yang menurut saya oke-oke aja *malah kalo terlalu detail kayak di novelnya, mungkin film ini akan tambah membosankan*. Dan menurut saya sah-sah aja menggabungkan beberapa genre dalam sebuah film. Meskipun tema utamanya adalah drama, tapi sang sutradara juga menyisipkan unsur thriller (yang lumayan bikin tegang) dan fantasi (melalui dunia Susie) ke dalam film ini, yang menurut saya oke-oke aja dan sama sekali gak mengganggu cerita secara keseluruhan atau membuat film ini jadi tidak jelas genre-nya. Toh, dalam kehidupan sesungguhnya, tidak mungkin hidup ini hanya berisi satu tema bukan? *ting ting*

Akting-akting pemainnya pun lumayan oke. Yang paling hebat sih, Stanley Tucci sebagai Mr. Harvey. Awalnya sih, sosok Mr. Harvey di film ini gak sesuai sama bayangan saya. Yang di film terlalu ramah abisnya. Tapi begitu ekspresinya berubah jadi kepribadiannya yang sebenarnya *bukan topeng*, saya gak bisa ngomong apa-apa lagi. Salut *lah, ini bisa ngomong?*. Saoirse Ronan juga sangat pas memerankan karakter Susie. She’ll be the next rising star 🙂 Mark Wahlberg dan Rachel Weisz juga sama-sama menampilkan aktingnya yang prima. Oh iya, satu lagi yang paling saya suka aktingnya adalah Susan Sarandon yang berperan sebagai Grandma Lynn. Gokil banget akting nenek satu ini :D. Btw, saya kurang sreg sama pemeran karakter Ray dan Ruth. Kalo soal Ray, ini subjektif sih, kurang suka tampangnya dan gak sesuai sama bayangan saya. Kalo Ruth, menurut saya, tampangnya terlalu tua untuk anak 14 tahun. Selain itu, aktingnya menurut saya agak kaku. Padahal Ruth ini di novelnya adalah salah satu karakter yang paling menarik karena memiliki kepribadian yang unik. Tapi sayangnya di film ini karakternya tidak begitu dikembangkan dan tampak seperti tempelan saja.

Well, segini aja review saya. Secara keseluruhan film ini lumayan bagus, meskipun memiliki beberapa kekurangan. Saya kasih 3,5 bintang deh 🙂

Rating : 1 2 3 3,5 4 5

Read Full Post »

Ahem. Mungkin rasanya agak telat ya saya me-review film satu ini (berhubung review film ini sudah banyak bertebaran di mana-mana). Tapi, sesuai dengan motto favorit saya, better late than never kan?

Oke, jadi film yg akan saya review kali ini adalah Sherlock Holmes. Well, hanya sedikit informasi yang saya ketahui mengenai salah satu tokoh detektif terkenal di dunia fiksi satu ini, yaitu: 1) pencipta karakter ini bernama Sir Arthur Conan Doyle, 2) dia adalah detektif yang sangat diidolakan oleh Conan Edogawa dalam komik Meitantei Conan, 3) punya partner bernama Watson, 4) tinggal di sebuah rumah di jalan bernama Baker Street, 5) punya musuh abadi bernama Prof. Moriarty. Selain itu, saya sangat buta dan tidak tahu apa-apa mengenai detektif satu ini karena memang belum pernah baca novelnya sama sekali. Tapi karena itu saya jadi tidak punya ekspektasi apa-apa sebelum menonton film ini, dan sebagai orang yang belum pernah membaca novelnya, hasilnya saya merasa sangat puas menonton film ini. Sherlock Holmes adalah sebuah tontonan yang sangat seru dan menghibur.

Film ini diawali dengan adegan penangkapan Lord Blackwood (Mark Strong), seorang pelaku pembunuhan masal 5 orang gadis yang juga penganut ilmu hitam dan pada saat ditangkap ia sedang melakukan sebuah ritual untuk ‘menumbalkan’ gadis yang ke-6. Blackwood lalu dijatuhi hukuman mati. Namun, sebelum ia menemui ajalnya ia meminta untuk bertemu dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.), seorang detektif terkenal di London yang merupakan orang yang telah menangkap dan memenjarakan Blackwood. Ia mengatakan pada Holmes bahwa ia akan bangkit lagi dan akan ada beberapa pembunuhan lagi setelah kematiannya. Keesokan harinya Blackwood melaksanakan eksekusi hukuman matinya dengan cara digantung. Watson (Jude Law), seorang dokter yang juga merupakan sahabat Holmes, pun memastikan bahwa Blackwood benar-benar sudah mati. Namun beberapa hari setelah itu ada orang yang melaporkan bahwa ia melihat Blackwood berjalan-jalan di dekat makamnya. Begitu kepolisian memeriksa makamnya, mereka mendapati bahwa orang yang dikuburkan di makam Blackwood adalah orang lain. Dan seperti yang dikatakan Blackwood pada Holmes sebelumnya, terjadi kembali beberapa pembunuhan (yang salah satu korbannya adalah ayah Blackwood sendiri) setelah kejadian itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Holmes berhasil memecahkan kasus tersebut? Apakah pembunuhan-pembunuhan tersebut benar-benar berkaitan dengan ilmu hitam (mengingat Holmes tidak memercayai hal-hal yang berada di luar akal sehat)? Silakan deh tonton saja film ini.

Saya sukaaa film ini. Selain itu, saya memang menyukai cerita detektif karena saya sangat menyukai komik-komik detektif semacam Meitantei Conan atau Kindaichi (malah waktu kecil saya sempet bercita-cita jadi detektif karena Conan :D). Dan film ini berhasil membuat saya tegang dan juga penasaran mengenai trik apa yang dilakukan oleh Blackwood. Sayangnya otak saya gak nyampe untuk menebak hal itu :p Dan saya sangat kagum sama penyelesaian akhirnya di mana Holmes mengungkapkan segala hal di balik semua kejadian itu. Keren deh!

Duo Robert Downey Jr. dan Jude Law pun sangat ciamik dan mantap dalam memerankan Holmes dan Watson. Berhubung saya belum baca novelnya, saya gak peduli kalo orang bilang bahwa image mereka di film sangat berbeda dengan di novel. Yang penting akting mereka bagus dan mereka berhasil menampilkan chemistry yang sangat pas. Meskipun kadang kedua partner ini sering bertengkar, tapi mereka ini sejatinya saling membutuhkan dan tidak sanggup meninggalkan satu sama lain. Contohnya pas Watson udah mau pergi untuk menemui calon istrinya, ia memilih untuk balik lagi dan menolong Holmes. So sweet abis gak sih? *err….ini omongan saya kok jadi terkesan saya pengen me-yaoi-kan mereka ya :p*. Robert Downey Jr. sendiri menurut saya sangat sukses memerankan Sherlock Holmes, seorang detektif nyentrik yang sangat hebat dalam menganalisis sesuatu. Saya selalu terkagum-kagum saat melihat Holmes dapat menyimpulkan suatu hal hanya dengan melihat keadaan atau kondisi saat itu, contohnya saat ia ‘menganalisa’ calon istri Watson, hanya dengan melihat keadaan fisiknya saja ia bisa menyimpulkan beberapa hal mengenai wanita itu (meskipun karena itu akhirnya ia malah mendapat sebuah ‘semprotan’ dari Mary). Selain Downey Jr., Jude Law pun sangat bagus memerankan Watson. Saya suka liat ekspresinya saat sedang kesal pada Holmes, namun meskipun begitu ia tetap mau membantu Holmes 😀 Selain kedua tokoh utama itu, jangan lupakan keberadaan Rachel McAdams yang berperan sebagai Irene Idler, mantan kekasih (atau istri?) Holmes yang datang pada Holmes untuk meminta pertolongannya untuk mencari seseorang yang kemudian diketahui adalah anak buah Blackwood (si orang hilangnya, bukan Irene). Akting McAdams di sini pun tidak kalah dengan akting duo Downey Jr. – Law. Yang menurut saya aktingnya lemah di sini malah adalah Mark Strong sebagai Blackwood, entah kenapa menurut saya rasanya karakter ini kurang psikopat dan kurang nyeremin :p

Selain menyuguhkan kecerdasan otak Holmes, film ini juga menyajikan adegan action yang seru dan menegangkan, karena perjuangan Holmes dalam memecahkan kasus ini tidak mudah dan selalu menemui bahaya. Banyak hal-hal yang membuat Holmes dan Watson nyaris mati di film ini, dan hal itu turut membuat penonton tegang saat menonton film ini. Selain hal itu, saya juga sangat menyukai sinematografi film ini. Film ini berhasil menampilkan Inggris sekitar abad 18 melalui suasana kota London dan gaya pakaian yang dikenakan oleh orang-orang pada masa itu. Keren pokoknya 😀

Well, secara keseluruhan film ini adalah film yang sangat menarik dan menghibur. Saya sangat menantikan sekuelnya, berhubung di akhir film ini disinggung sedikit sebuah teka-teki mengenai Prof. Moriarty. Semoga sekuelnya akan lebih seru dan lebih bagus dari film ini. Oh iya, gara-gara nonton film ini saya jadi tertarik pengen baca versi novelnya. Sebelumnya novel-novel detektif yang pernah saya baca cuma novel Hercule Poirot-nya Agatha Christie dan Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock (oh iya saya jadi pengen dua novel ini juga diangkat ke film, pasti gak kalah dari Sherlock Holmes). Akhir kata, film ini sangat recommended! 4 bintang deh.

catatan: sutradara film ini adalah Guy Ritchie, yang merupakan mantan suami dari penyanyi wanita legendaris Madonna 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Baru nonton film ini kemarin-kemarin nih. Hihi, saya emang suka telat nonton film-film bagus. Dan film ini adalah karya salah satu sutradara favorit saya, Tim Burton (Charlie and the Chocolate Factory, Sweeney Todd) yang memasang Johnny Depp sebagai bintang utamanya. Huwaaa, Tim Burton dan Johnny Depp ini memang sudah sangat klop sekali. I always love their movies ❤

Di film ini Johhny Depp berperan sebagai seorang detektif asal New York bernama Ichabod Crane yang dikirim ke sebuah daerah bernama Sleepy Hollow untuk menyelidiki sebuah kasus pembunuhan berantai. Pembunuhan berantai yang sudah memakan tiga orang korban itu semuanya memiliki pola yang sama, yaitu mayat-mayat yang ditemukan selalu tanpa kepala dan kepala-kepala mayat tersebut tidak ditemukan dan menghilang tanpa jejak. Konon, pembunuhan berantai itu bukanlah perbuatan manusia, namun perbuatan Headless Horseman, sosok legendaris yang kisahnya sangat terkenal di Sleepy Hollow. Headless Horseman ini konon adalah seorang pembunuh yang sangat senang membunuh dan membantai banyak orang dengan cara menebas kepala korban-korbannya. Suatu hari si Headless Horseman ini akhirnya berhasil dibunuh dengan cara yang sama yang biasa ia lakukan, yaitu ditebas kepalanya. Konon, setelah bertahun-tahun berlalu, ‘hantu’ Headless Horseman ini bangkit kembali dan ingin membalas dendam, buktinya adalah pembunuhan berantai yang terjadi pada saat itu (btw film ini berlatar tahun 1779). Ichabod tidak percaya begitu saja bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah hantu. Baginya itu tidak masuk akal sama sekali. Namun, sejak ia datang ke Sleepy Hollow, pembunuhan tersebut masih tetap terjadi. Apalagi, pada suatu hari, Ichabod akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri sosok penunggang kuda tanpa kepala tersebut. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Ichabod akan berhasil memecahkan kasus tersebut? Benarkah pelakunya hantu Headless Horseman seperti sebagaimana yang dikira orang-orang? Atau adakah seseorang yang bertanggung jawab di balik semua pembunuhan berantai tersebut? Tonton aja deh.

Johnny Depp as Ichabod Crane ❤

headless horseman sebelum dipenggal, diperankan christopher walken

Menurut saya, film ini seru dan menegangkan. Saya sukaaaaa sekali film ini. Unsur misteri-nya cukup menarik dan membuat penonton penasaran mengenai siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab di balik kasus tersebut. Film ini juga tidak mudah ditebak, dan di bagian akhir, film ini menyajikan kejutan yang mencengangkan *halah*. Saya sampe terkecoh loh, padahal udah yakin pelakunya yang ini, eh tapi ternyata pelaku sebenarnya tuh  yang itu *gak mau spoiler :p*

Saya juga suka sama sinematografi dan pemandangan yang disajikan di film ini. Khas Tim Burton banget. Suasana Sleepy Hollow yang agak suram dan penuh kabut cukup memperkuat ketegangan yang ada pada film ini. Selain itu para aktor dan aktris film ini bermain sangat bagus dan tampak total dengan aktingnya. Yang paling bagus tentu Johnny Depp yang memerankan Ichabod Crane, seorang detektif yang memiliki sifat asli PENAKUT. Sumpah saya geli banget sama karakter satu ini, apalagi tiap si Ichabod ini pingsan gara-gara melihat pembunuhan atau bergidik kalo liat mayat, lucu banget ekspresinya. Aaaah pokoknya saya cinta banget sama om Joni ini, ia berhasil menghidupkan karakter Ichabod yang menurut saya punya karakteristik unik dan membuat karakternya menjadi salah satu daya tarik film ini (di luar ceritanya yang emang udah seru). Christina Ricci pun bermain dengan baik sebagai Katrina, love interest-nya Johnny Depp di film ini. Karakternya sangat manis dan penampilan Ricci di film ini amat berbeda dengan penampilan aslinya, apalagi logat bicaranya di film ini juga sangat berbeda  dengan logatnya yang asli. Aktor aktris lainnya, seperti Albus Dumbledore Michael Gambon, paman Vernon Richard Griffiths , Rita Skeeter Miranda Richardson err….pemainnya banyak pemain film Harry Potter ya , dll, juga berakting sangat baik dan semakin memperkuat film ini.

Selain hal-hal itu, film ini berhasil memacu adrenalin saya. Ketegangan yang dihadirkannya pas, dan beberapa adegan bikin saya merinding dan bergidik ngeri (apalagi pas adegan satu keluarga itu dibunuh. Sumpah saya merinding banget di adegan itu!). Namun, bukan hanya ketegangan saja yang dihadirkan film ini. Film ini juga memiliki muatan humor yang sangat pas, lucu, dan menggelikan. Sehingga selain dibuat tegang, kita juga bisa dibuat tertawa oleh film ini. Oke, segini aja review dari saya. Mau nonton film yang menghibur sekaligus menegangkan? Tontonlah film ini. Film ini sendiri tampaknya akan menjadi film yang akan sering saya tonton ulang *hehe*. 4 bintang

Catatan: cerita film ini diangkat dari sebuah cerita pendek berjudul “The Legend of Sleepy Hollow” karya Washington Irving.

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Could you kill your bestfriend?

Ini adalah film yang saya tonton udah lama banget, waktu SMP. Dan film ini sempat populer di kalangan saya dan teman-teman saya (jarang-jarang kan temen saya nonton film Jepang), dan menyebar juga ke kelas-kelas lainnya. Hihi, gila ya anak SMP nontonnya film berdarah-darah gini, dan cocok juga dengan keadaan kita, berhubung ceritanya film ini menceritakan siswa-siswa kelas 3 SMP yang diharuskan saling membunuh satu sama lain (dan setelah menonton film ini saya jadi membayangkan bagaimana kalau program Battle Royale ini ada di dunia nyata, dan kelas saya yang ketimpa sial terpilih dalam program ini :P)

Oke jadi film ini bercerita tentang Jepang pada suatu masa, di mana pada masa itu terjadi kekacauan di mana-mana. Banyak anak-anak berbuat kenakalan dan kekacauan, sehingga membuat para orang dewasa menjadi takut pada anak-anak. Karena keadaan inilah, pemerintah Jepang membuat sebuah program bernama “BATTLE ROYALE” untuk ‘mengurangi’ jumlah remaja. Jadi dalam program ini, dipilih satu kelas (kelas 3 SMP) yang dipilih secara acak dari semua sekolah yang ada di Jepang. Pada tahun tersebut, kelas yang terpilih adalah kelas 3B SMP Shiroiwa. Jadi mereka ditipu sedang melakukan perjalanan wisata, padahal mereka dibawa ke sebuah pulau yang penghuninya sudah diungsikan ke tempat lain. Di situ, mereka diberitahu mengenai program Battle Royale itu oleh seorang guru yang menjadi pengawas program ini, Kitano-sensei (Kitano Takeshi, yang di acara Benteng Takeshi itu loh). Mereka disuruh untuk saling membunuh satu sama lain sampai tersisa satu orang dengan batas waktu 3 hari. Jika sampai 3 hari tidak tersisa satu orang, maka kalung yang dikenakan pada mereka akan meledak dan mereka semua akan mati. Setiap murid dibekali sebuah tas yang masing-masing berisi senjata (ada yang mendapat pisau, celurit, ada jg yang mendapat tutup panci). Nanahara Shuuya (Tatsuya Fujiwara), adalah seorang remaja biasa yang tidak memiliki kepercayaan pada orang dewasa. Ayahnya bunuh diri begitu saja dengan meninggalkan pesan: “berusahalah, Shuuya.” Ia adalah salah satu dari siswa 3B dan pada saat program BR ini baru mau dimulai ia harus menerima kenyataan sahabatnya, Nobu, tewas, akibat perbuatan Kitano-sensei. Sejak itu, selama program berlangsung, Shuuya bertekad untuk melindungi Nakagawa Noriko (Aki Maeda), teman sekelasnya yang meupakan cewek yang disukai Nobu. Selain Shuuya, kita juga melihat bagaimana murid-murid lainnya dalam menjalani program tersebut. Ada yang tidak ikut dan memilih untuk bunuh diri saja. Ada yang berusaha untuk mencari jalan keluar namun akhirnya malah tewas. Ada juga satu geng cewek yang awalnya berniat berlindung bersama-sama namun akhirnya saling bunuh karena kesalahpahaman, dan contoh-contoh lainnya. Anak-anak SMP yang awalnya tidak mau saling membunuh ini akhirnya sanggup membunuh demi melindungi nyawanya sendiri. Program ini juga diramaikan oleh dua orang ‘murid pindahan’ yang salah satunya ternyata pernah mengikuti program tersebut beberapa tahun yang lalu dan mengetahui rahasia untuk menyelamatkan diri dari program tersebut. Jadi, bagaimana selanjutnya? tonton aja deh.

My Opinion:

Salah satu film yang bersejarah buat saya dan udah sering saya tonton berkali-kali. Film ini sadis, darah dimana-mana, dengan pelakunya bocah-bocah SMP yang sebelumnya tidak sanggup membunuh sama sekali. Apalagi, pertama kali saya nonton itu, filmnya berupa vcd original yang banyak sensor dimana-mana. Waktu SMA, saya iseng beli dvd bajakannya, yang tanpa sensor sama sekali! Dan saya merinding terus karena ternyata filmnya lebih brutal dari yang ditampilkan di VCD originalnya. Film ini bukan cuma film asal bunuh gak jelas, tapi juga berisi dan menyentuh. Saya selalu pengen nangis tiap ada murid yang mati. Yang paling menyedihkan waktu Mimura (Takashi Tsukamoto) dan dua orang teman-temannya capek-capek berusaha untuk menghancurkan sistem komputer BR tersebut, dan nasib mereka akhirnya berakhir tragis. Sumpah saya berkaca-kaca banget waktu liat adegan itu :(. Mana Mimura-nya ganteng lagi! *halah* Yang lainnya, waktu satu geng akhirnya saling bunuh karena perbuatan satu orang, sedih banget liatnya 😦 Para pemain film ini juga merupakan aktor dan aktris yang sekarang udah pada terkenal. Seperti Tatsuya Fujiwara yang berperan sebagai Shuuya yang kini terkenal sebagai Kira di Death Note. Lalu, Kou Shibasaki (yang aktingnya top banget di sini, sebagai cewek sadis), Chiaki Kuriyama (yang berperan sebagai Gogo Yubari di film Kill Bill), Takashi Tsukamoto (Mimura-kuuuu, saya suka banget sama dia, aktingnya juga bisa dilihat di film Taiyou no Uta *klik di sini untuk liat reviewnya*), Masanobu Ando, dan aktor-aktor yang lainnya. Gak boleh dilupakan juga, aktingnya Takeshi “Beat” Kitano yang sebelumnya biasa kita lihat di acara Benteng Takeshi.

Jadi, film ini sangat recommended. Cocok untuk yang suka menonton film action atau thriller, tidak disarankan untuk yang gak tahan nonton adegan sadis. Film ini juga ada sekuelnya, Battle Royale II : Requiem. Gak sebagus film pertamanya, tapi filmnya lumayan juga kok.

My Rating : 5 / 5

Read Full Post »

« Newer Posts