Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘toda erika’

michiruposterPernahkan kamu membayangkan hidupmu tiba-tiba berjalan ke arah yang tidak terduga hanya karena langkah-langkah kecil yang kamu ambil? Furukawa Michiru (Toda Erika) mungkin tidak pernah membayangkan hal seperti itu sebelumnya. Ia adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai karyawan sebuah toko buku di Nagasaki. Ia memiliki pacar bernama Kanbayashi Kyutaro (Emoto Tasuku) yang tampaknya akan melamarnya tidak lama lagi. Namun, Michiru sendiri tampaknya tidak terlalu menyukai Kyutaro. Ia berselingkuh dengan Toyomasu (Arai Hirofumi), seorang salesman dari sebuah penerbitan yang tinggal di Tokyo dan sudah punya istri. Suatu hari, ketika Toyomasu akan kembali ke Tokyo setelah menyelesaikan pekerjaannya di Nagasaki, Michiru mengejarnya dan memutuskan untuk ikut ke Tokyo dan menghabiskan semalam bersamanya. Namun, janji semalam tersebut malah berlanjut sampai berhari-hari. Michiru tidak pulang-pulang ke Nagasaki dan berbohong kepada banyak orang di sekelilingnya, mulai dari Kyutaro, keluarganya, sampai orang-orang di toko buku. Karena tidak ingin merepotkan Toyomasu, Michiru kemudian memutuskan menumpang tinggal di apartemen Takei (Kora Kengo), teman sejak kecilnya dari Nagasaki yang saat ini tinggal dan berkuliah di Tokyo. Michiru merasa semuanya akan baik-baik saja, sampai suatu hari ia pergi ke tempat pengecekan lotere untuk mengecek puluhan lotere yang dibelinya di Nagasaki. Lotere tersebut sendiri adalah lotere titipan dua orang rekannya di toko buku yang dibelinya sebelum ia memutuskan untuk pergi ke Tokyo. Dan salah satu dari puluhan lotere tersebut ternyata memenangkan hadiah utama 200 juta yen. Apa yang akan terjadi pada Michiru selanjutnya? Apakah hal tersebut akan membawanya pada kebahagiaan? Atau malah kesengsaraan?

michiru1Langkah kecil yang kita ambil bisa jadi akan membawa perubahan besar pada hidup kita. Untuk kasus Michiru, hal itu tidak hanya mengubah hidupnya, tapi juga hidup orang-orang di sekitarnya. Dengan memutuskan pergi ke Tokyo (yang sebenarnya merupakan hasil dari kesembronoan dan bukannya sesuatu yang diputuskan matang-matang), ia harus membohongi banyak orang. Awalnya saya mengira fokus utama dorama ini adalah uang 200 juta yen yang didapat Michiru dari lotere. Namun, ternyata 200 juta yen tersebut hanyalah salah satu dari sekian hal yang mengubah hidup Michiru (meskipun tetap punya peranan penting). Di episode pertama, saya masih tidak tahu mau dibawa ke mana cerita dorama ini. Dan itu adalah salah satu yang saya suka dari dorama ini karena hal tersebut membuat saya terus merasa penasaran. Apalagi, dorama ini berkembang ke arah yang tidak terduga (yang bikin saya makin suka). Dorama ini juga berjalan secara pelan-pelan dalam membangun situasi dan karakterisasi tokoh-tokohnya. Barulah di episode 5, dorama ini akhirnya menemukan gong-nya. Ya, di episode tersebut dorama ini berkembang menjadi gelap dan menegangkan, dan perkembangannya tersebut terasa sangat natural dan tanpa dipaksakan. Beberapa karakter menunjukkan karakter aslinya. Michiru yang awalnya merasa semuanya akan baik-baik saja lalu hidup dalam ketakutan. Dan serentetan kejadian tidak menyenangkan satu persatu terjadi di depan matanya.

michiru2Para pemain di dorama ini menunjukkan akting yang baik dan memperkuat dorama ini. Toda Erika sangat pas memerankan Michiru. Mungkin awalnya kita akan merasa sebal karena kebohongan dan kesembronoannya. Namun, sedikit demi sedikit, saya mulai bersimpati pada karakter ini, karena Michiru hanyalah perempuan biasa yang masih labil dan tidak memahami tindakannya sendiri. Kora Kengo sebagai Takei juga berakting sangat baik di sini, dan karakternya ini adalah karakter yang paling gak bisa ditebak di dorama ini (*SPOILER*: sampai akhir saya masih gak tau maksud dari tindakannya, sakit jiwakah? Apa benar-benar untuk Michiru? Atau untuk uang yang dipegang Michiru? *SPOILER END*). Para pemain seperti Ando Sakura (tapi saya berharapnya karakter yang dimainkannya ini diberi peranan lebih, bukan hanya sebagai teman atau penenang Michiru), Arai Hirofumi, Emoto Tasuku, Takakura Erika, dan lain-lainnya pun menunjukkan akting yang bagus dan memperkuat dorama ini. Dan seperti dorama NHK pada umumnya, dorama ini pun memiliki sinematografi yang sangat bagus dan cantik.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai dorama berjumlah 10 episode ini (durasi 30 menitan per episode). Satu-satunya yang saya tidak suka dari dorama ini menurut saya cuma endingnya (*SPOILER* setelah serangkaian episode sebelumnya yang bikin deg-degan, endingnya terasa antiklimaks banget. Komentar akhir cuma: gitu doang? *SPOILER END*). Terlepas dari endingnya itu, menurut saya dorama ini tetap recommended dan tidak boleh dilewatkan. 4 bintang 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »


Beberapa bulan yang lalu saya sempat me-review sebuah dorama bertemakan detektif yang berjudul Keizoku 2: SPEC. Nah, kali ini saya akan kembali me-review dorama bertemakan sama (tapi tanpa embel-embel supranatural) yang berjudul BOSS, yang kebetulan juga dibintangi oleh Toda Erika (tapi bukan sebagai pemeran utama).

Sama seperti SPEC, saya pun sangaaaat menyukai dorama ini. BOSS sendiri sebenarnya tidak menghadirkan cerita yang istimewa atau lain daripada yang lain. Ceritanya standar cerita-cerita detektif gitu lah, tentang sebuah unit detektif (Countermeasure Unit) di kepolisian Jepang yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Osawa Eriko (Amami Yuki). Eriko ini baru balik dari pelatihan di Amerika selama kurang lebih lima tahun. Nah, entah malang atau beruntung, anak buah-anak buah yang dipimpinnya tersebut semuanya terlihat agak tidak meyakinkan. Anak buah-buahnya tersebut adalah 1)Katagiri Takuma (Tamayama Tetsuji), seorang detektif yang sebenarnya handal, tapi selalu memancarkan aura suram dan tidak pernah berani menggunakan pistol; 2)Kimoto Mami (Toda Erika) yang selalu terlihat tidak bersemangat dan tukang tidur, 3)Hanagata Ippei (Mizobata Junpei), detektif pemula yang selalu bersemangat dan sedikit polos, 4)Iwai Zenji (Kendo Kobayashi), detektif yang terlihat menyeramkan, tapi aslinya “ngondek” (and yeah, he’s a gay), dan terakhir 5)Yamamura Keisuke (Nukumizu Youichi), detektif yang paling tua di antara semuanya dan memiliki kecerobohan yang luar biasa. Selain mereka, ada Nodate Shinjirou (Takenouchi Yutaka), supervisor divisi tersebut yang punya hobi merayu wanita cantik dan Narahashi Reiko (Kichise Michiko), tante-tante seksi dari scientific crime detection research lab yang suka membantu mereka.

Osawa Eriko sendiri adalah seorang wanita berusia sekitar 40 tahun yang sampai sekarang belum menikah. Ia adalah detektif yang sangat handal, meskipun kadang terlihat konyol. Dorama ini menampilkan usahanya dalam membentuk Contermeasure Unit, divisi yang sering diremehkan oleh divisi-divisi lainnya, menjadi sebuah divisi yang solid. Seperti dorama detektif pada umumnya, dalam setiap episode ada satu kasus (seringnya pembunuhan) yang langsung selesai dalam episode itu juga (tapi ada juga yang satu kasus sampai dua episode). Tapi menjelang akhirnya ditemukan kasus berbau konspirasi yang berhubungan dengan asal-usul kenapa divisi tersebut terbentuk.

 

Seperti yang saya bilang, cerita dorama berjumlah 11 episode ini standar cerita detektif pada umumnya, tapi penggarapannya yang baik membuat dorama ini menjadi sangat berkesan di hati. Yang paling saya suka di sini adalah karakteristik tokoh-tokohnya, terutama karakter Amami Yuki sebagai boss. Amami Yuki ini adorable sekali yaaa, biarpun umurnya udah 40 lebih. Saya baru pertama kali liat dia di sini, dan langsung dibuat kagum sama aktingnya. Pantes aja banyak yang mengidolakan tante satu ini 😀 Karakter-karakter lainnya juga tidak kalah menarik dan para pemerannya berhasil menghidupkan karakter mereka masing-masing dengan baik. Salah satu yang paling saya suka adalah karakter Nodate Shinjirou yang diperankan Takenouchi Yutaka. Setiap ada adegan yang melibatkan dia pasti selalu membuat saya tertawa. Saya juga suka sama karakter yang diperankan Toda Erika. Biarpun sama-sama memerankan detektif, tapi karakternya di sini beda jauh sama karakternya di SPEC. Karakter lainnya yang saya suka adalah duo Iwai-Yamamu, yang merupakan salah satu pemancing tawa terbesar di dorama ini.

Ya, humor lah yang menjadi salah satu kekuatan dorama ini. Biarpun ini dorama detektif, tapi kesannya gak begitu serius karena humor selalu terselip di mana-mana, menjadikan dorama ini sangat nyaman untuk ditonton. Kasus-kasusnya pun menarik. Dan yang paling saya suka adalah penyelesaian dari kasus-kasusnya. Biarpun dari awal kita sudah diperlihatkan seperti apa pelakunya, tapi di bagian akhir episode selalu muncul kejutan yang tidak disangka-sangka. Ya, buat yang suka film/dorama dengan banyak twist, dorama ini bisa dijadikan pilihan 😀

Dorama ini juga menghadirkan beberapa bintang tamu terkenal, seperti Takayuki Yamada, Shida Mirai, Sorimachi Takashi, Ishigaki Yuma, dan Konishi Manami. Saya paling suka episode yang menampilkan Shida Mirai. Selain kasusnya menarik, akting Shida Mirai sebagai siswi pintar yang pintar “memainkan” orang dewasa ini juga bagus banget. Kudos for her!

Ja, segini aja review dari saya. Buat kalian yang suka film/serial detektif, jangan sampai melewatkan dorama ini. Highly recommended 🙂

Nb: dorama ini juga memiliki sekuel yang baru selesai tayang baru-baru ini.

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »

Detektif, profesi satu itu sempat menjadi salah satu cita-cita saya waktu masih kecil, gara-garanya waktu kecil saya suka banget baca komik Detective Conan. Sejak baca Conan, saya jadi suka sama segala cerita yang berbau detektif, baik itu cerita dalam buku, komik, film, sampai serial. Nah, kali ini saya akan ngereview salah satu dorama bertemakan detektif yang baru-baru ini saya tonton, yaitu Keizoku 2: SPEC. Tapi, tema detektif di sini sedikit berbeda karena ditambah beberapa unsur lain seperti unsur komedi dan supernatural.

Melihat angka 2 pada judulnya, kita pasti akan langsung menebak bahwa dorama ini adalah sebuah sekuel dari dorama yang sudah ada sebelumnya. Ya, dorama ini adalah sekuel dari dorama Keizoku (1999) yang dibintangi oleh Miki Nakatani dan Atsuro Watabe (belum nonton). Tapi menurut info yang saya baca, SPEC bukanlah lanjutan dari seri pertamanya karena karakter-karakter dalam SPEC semuanya adalah karakter baru dan bukan dari dorama pendahulunya (ralat: Raita Ryu ternyata berperan di Keizoku juga). Sehingga, tanpa nonton seri pertamanya kita tetap akan mengerti jalan cerita SPEC karena ceritanya yang berdiri sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan seri pertamanya. Hubungan antara SPEC dan Keizoku hanya ada pada tema ceritanya yang sama, di mana kasus-kasus yang diselidiki dalam dua dorama itu adalah kasus-kasus yang tidak masuk akal dan tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Jadi begini ceritanya, di kepolisian Jepang (tentunya dalam dorama ini) ada sebuah divisi / unit dengan nama Unidentified Crimes Unit. Tugas divisi ini adalah untuk menyelidiki kasus-kasus yang tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan yang ilmiah atau masuk akal. Awalnya, divisi ini hanya terdiri dari dua orang saja, yaitu chief Nonomura yang mengepalai divisi ini, serta Touma Saya (Toda Erika), seorang perempuan jenius dengan IQ 201, tapi memiliki penampilan yang serampangan dan asal-asalan. Suatu hari, divisi ini akhirnya bertambah dengan satu orang lagi, yaitu Sebumi Takeru (Kase Ryo), seorang polisi yang dipindahkan dari divisi SIT (saya lupa itu singkatan dari apa, yang jelas divisi ini semacam densus 88 yang tugasnya buat nangkep teroris atau sejenisnya). Sebumi dipindahkan karena sebuah insiden misterius yang membuat seorang anak buahnya terluka. Meskipun tidak dinyatakan bersalah, tapi kemudian Sebumi diberhentikan dari SIT dan dipindahkan ke Unidentified Crimes Unit. Sebumi dan Touma yang masing-masing memiliki kepribadian bertolak belakang (Sebumi orangnya sangat serius sementara Touma terlihat asal-asalan) kemudian menjadi partner dan bersama-sama mereka menyelidiki kasus-kasus yang melibatkan orang-orang yang memiliki SPEC. SPEC sendiri dapat diartikan sebagai semacam kekuatan supernatural yang tidak dimiliki manusia biasa. Orang-orang yang dianugerahi SPEC masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Ada yang bisa meramal masa depan, membaca pikiran orang lain, telekinesis, dan lain-lain. Kekuatan tersebut tidak jarang disalahgunakan oleh orang-orang tersebut. Salah satu orang ‘berbahaya’ yang menyalahgunakan kekuatan tersebut adalah Ninomae Juuichi (Kamiki Ryunosuke), seorang remaja laki-laki yang memiliki kemampuan menghentikan waktu, yang juga merupakan penyebab kenapa Touma menggunakan gips di tangan kirinya. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sebenarnya, siapa itu Ninomae? Apakah suatu saat Touma akan berhasil menangkapnya? Lalu, kejutan apa lagi yang akan muncul di dorama ini?

Alasan saya menonton dorama ini adalah karena Kase Ryo bermain di dalamnya. Ya, baru-baru ini saya dibuat terpesona oleh aktingnya di salah satu film garapan Takeshi Kitano yang berjudul Outrage. Kase  Ryo adalah salah satu aktor Jepang yang lebih sering bermain dalam film ketimbang dorama. Meskipun film-film yang dibintanginya udah seabreg banyaknya, tapi kalo soal dorama, jumlahnya masih sedikit sekali. Makanya, pas tahu dia main di dorama ini, ekspektasi saya jadi lumayan tinggi karena jarang-jarang kan Kase Ryo mau main dorama 😀 Dan setelah ditonton, ternyata doramanya emang bagus dan adiktif sekali. Episode pertamanya menurut saya masih tergolong biasa-biasa saja, dan sedikit mengingatkan saya pada dorama Trick-nya Nakama Yukie (tapi kalo dalam Trick kekuatan supernatural itu adalah bohong belaka, kekuatan supernatural dalam SPEC memang benar-benar ada dan bukan trik belaka). Namun, semakin ke sana dorama ini menjadi semakin baik dan semakin bagus.

Yang menarik dari dorama dengan jumlah 10 episode ini tentu saja hubungan antara Touma dan Sebumi, dua orang detektif yang memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Meskipun kadang-kadang tidak akur dan sering saling ledek, belakangan kita bisa lihat kalo sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain. Hubungan mereka juga digambarkan dengan sangat lucu. Tapi buat kamu yang mengharapkan adanya hubungan romantis di antara keduanya, siap-siap kecewa deh.  Selain itu, yang menarik dari dorama ini tentu saja adalah karakter-karakternya yang juga didukung akting yang gemilang dari pemain-pemainnya. Karakter Touma yang diperankan Toda Erika menurut saya unik sekali, dan berkat aktingnya sebagai karakter itu, Toda Erika kemudian mendapatkan penghargaan Best Actress di 67th Drama Academy Award. Karakternya sebagai perempuan jenius cuek yang sangat suka makan dan punya ritual unik setiap mau memecahkan kasusnya ini sangaaaaat memikat. Dan kabarnya di dorama ini Toda Erika tidak memakai make up sama sekali, tapi menurut saya dia tetap terlihat cantik di sini. Dan yang tidak kalah memikat tentu saja karakter Sebumi Takeru yang diperankan Kase Ryo. Kase Ryo ini emang jago banget ya aktingnya. Padahal biasanya saya tidak suka sama tipe karakter serius kayak gini, tapi Kase Ryo berhasil membuat karakter Sebumi menjadi tidak membosankan. Saya jadi makin jatuh cinta sama aktor satu ini, hehe. Pemain-pemain lainnya juga  berakting dengan sangat baik di dorama ini, seperti Raita Ryu yang memerankan chief Nonomura, bahkan Shirota Yuu yang tidak terlalu saya suka juga berakting lumayan baik di sini. Satu lagi yang paling menonjol tentunya karakter Ninomae Juuichi yang diperankan Kamiki Ryunosuke. Kamiki  lumayan berhasil memerankan Ninomae, seorang penjahat abg yang punya tampang dan gaya yang sangat ceria.

Seperti serial detektif pada umumnya, setiap episodenya menampilkan satu buah kasus yang berbeda-beda dengan episode lainnya. Tapi meskipun berbeda-beda, kasus-kasus tersebut sebenarnya memiliki kaitan (karena semuanya melibatkan SPEC) dengan kasus besar yang terjadi sebenarnya. Namun sayangnya, setelah menonton sampai akhir, kita masih belum  mendapat pencerahan mengenai hal tersebut. Yak, SPOILER ALERT endingnya sengaja dibikin gantung dan masih banyak teka-teki yang belum terselesaikan. Kenapa saya bilang disengaja? Karena gantungnya tersebut tampak disadari oleh dorama ini, karena di bagian akhir setelah dorama ini selesai, karakter Touma dan Sebumi diperlihatkan berdiri berjajar dan Touma berbicara pada kamera “I’m never going to do a movie.”, seolah bisa membaca pikiran penonton mengenai endingnya. Tapi meskipun Touma bilang gak mau ngelanjutin serial ini menjadi sebuah film, saya punya firasat *halah* kalo dorama ini akan dibuat versi movie-nya, yah paling nggak episode sp mungkin. Saya sendiri sangat berharap dorama ini ada lanjutannya karena sebagai penonton saya masih belum puas dan rasanya tidak rela kalau dorama ini sudah berakhir. Ja, jadi segini aja review gak penting dan lagi-lagi kepanjangan dari saya. 4,5 bintang deh untuk dorama ini (tadinya mau 5 bintang, tapi karena endingnya gantung saya kurangin 0,5). Highly recommended 🙂

Rating : 1 2 3 4 4,5 5

Read Full Post »

Kiritani Shuuji (Kamenashi Kazuya) adalah cowok baik hati dan juga populer di sekolahnya. Ia pandai bergaul, suka membantu sesama, disukai banyak orang, punya pacar cantik, Uehara Mariko (Toda Erika) yang juga sama-sama populer, juga disukai guru-guru. Namun, itu semua hanyalah kepalsuan belaka. Ia berbuat baik hanya karena ingin menjadi populer dan karena ingin orang lain juga berbuat baik padanya. Ia juga mendekati Mariko hanya karena ingin menambah kepopulerannya, karena sesungguhnya ia tidak menyukai gadis itu. Bagi Shuuji hidup adalah permainan, karena itu ia terus ‘berakting’ sebagai Kiritani Shuuji si mr. perfect yang baik hati.
Lalu ada Kusano Akira (Yamashita Tomohisa), teman sekelas Shuuji yang cenderung aneh dan agak terasingkan.Shuuji tidak menyukai dia karena hanya saat di depan Akira-lah ia bisa menunjukkan karakter aslinya.
Lalu ada Kotani Nobuko (Horikita Maki), murid pindahan dengan penampilan mirip Sadako (hehe) yang sangat rendah diri dan sejak menjadi murid pindahan ia menjadi sasaran bully dari cewek-cewek geng di kelasnya. Lalu, setelah melalui beberapa hal, Shuuji dan Akira memutuskan untuk bersama-sama membuat Nobuko (yg nantinya dipanggil Nobuta) yang sangat rendah diri itu menjadi cewek paling populer di sekolahnya. Lalu, bagaimana selanjutnya? ayo deh tonton aja.

My Opinion:
Ini adalah salah satu dorama yang paling paling paling saya suka di antara dorama Jepang lainnya. Maaf ya kalo reviewnya telat banget, padahal nontonnya udah lama banget (waktu kelas 2 SMA) dan sampai sekarang gak keitung berapa kali ditonton ulang. Saya suka banget sama ceritanya, komedinya, akting para pemainnya, semuanya deh. Dorama ini menceritakan persahabatan yang aneh namun dalam. Ketiga orang ini: Shuuji, Akira, dan Nobuta, masing-masing mempunyai karakter yang sangat berbeda. Namun, setelah melalui berbagai macam proses yang menyakitkan, ketiganya dapat bersahabat tanpa adanya kepura-puraan sama sekali. Seperti Shuuji, yang dalam hidupnya selalu berpura-pura, hanya di depan Akira dan Nobuta lah ia bisa menunjukkan dirinya yang sesungguhnya. Melalui persahabatan mereka, Shuuji mulai belajar untuk bersikap jujur, karena ia sendiri menyadari bahwa berbohong itu menyakitkan.
Di dorama ini saya suka banget sama karakter Akira yang diperankan oleh Yamashita Tomohisa alias Yamapi. Yamapi bagus banget dalam memerankan Akira yang cenderung agak aneh dan suka seenaknya. Saya suka banget liat kelakuan-kelakuan ajaib Akira ini, seperti tiap saat dia berucap “kon-kon” atau mengajarkan Nobuta mantra “Nobuta pawaaa ~ shunyuu” (Nobuta Power enter), juga kalo dia jalan dengan tangan melambai-lambai. Saya sempet cinta banget sama Yamapi loh gara-gara perannya sebagai Akira ini. Sayang banget di dorama lainnya akting Yamapi ga sebagus ini karena aktingnya di dorama lain cenderung datar.
Kame juga pas memerankan Shuuji, si cowok populer yang hidupnya penuh kepura-puraan. Saya suka melihat perbedaan karakternya saat dia berada bersama teman-temannya (menjadi mr. perfect) dengan saat ia bersama Akira dan Nobuta.
Dan Maki, pertama kali saya liat Maki-chan di dorama ini, dan perannya sangat meyakinkan sehingga awalnya saya mengira dia memang seperti itu ^^ Makanya pas nonton dorama Maki yang lainnya saya kaget karena di dorama lainnya ia cantik banget, beda dengan di Nobuta ini yang agak menyeramkan. Hihi. Aktingnya top banget lah di dorama ini. Gesture, serta suaranya yg cenderung diserakkan (padahal aslinya nyaring banget), cocok dengan karakter Nobuta yang rendah diri. Saya juga suka pengen ketawa tiap liat senyumnya Nobuta yang lebih mirip ringisan orang sakit perut ^^
Selain itu, yang saya suka dari dorama ini adalah proses Akira dan Shuuji dalam memproduksi Nobuta menjadi populer. Mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri. Dan hasilnya pun, Nobuta bisa jadi populer tanpa menghilangkan kepribadian aslinya. Suka liat kan, di film-film, orang-orang jelek dan pemalu (yang biasanya dikatakan jelek karena memakai kawat gigi, kacamata, serta rambut diikat — dan begitu semua itu dilepas langsung jadi cantik banget) yang bertransformasi jadi cantik langsung berubah total dan jadi penuh percaya diri. Nah, di Nobuta gak kayak gitu. Ia mampu menjadi populer namun tetap menjadi dirinya sendiri.
Endingnya juga saya suka banget. Meskipun tampaknya banyak yang kecewa (karena Nobuta jadi sendiri lagi), tapi saya rasa itu adalah endingnya yang pas. Dan, meskipun judulnya adalah Nobuta wo Produce yang berarti memproduksi Nobuta, saya rasa yang dirubah menjadi lebih baik di sini bukan hanya Nobuta saja.Tapi juga Shuuji dan Akira, terutama Shuuji. Jadi bagi saya program “memproduksi Nobuta” itu lebih memberi pengaruh yang sangat besar pada Shuuji, karena pada akhirnya ia bisa menghilangkan segala kepalsuan dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi 🙂

My Rating : 5 / 5

Read Full Post »