Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘manga’ Category

Jika kamu adalah penggemar anime dan memperhatikan avatar yang saya gunakan di blog ini, mungkin dengan mudah kamu bisa menebak dari mana avatar itu diambil. Ya, avatar itu diambil dari karakter Osaka yang merupakan salah satu karakter dari anime Azumanga Daioh, salah satu anime favorit saya sepanjang masa (thx to Animonster karena telah mengenalkan saya pada anime ‘ancur’ satu ini). Karena sudah lama memakai avatar ini, maka tampaknya ada yang kurang kalau saya tidak pernah mereview serial ini. Namun, karena dvd anime ini sudah raib entah ke mana (pertama nonton waktu SMA), maka yang akan saya review kali ini adalah versi manga-nya yang baru saya baca baru-baru ini.

Azumanga Daioh sendiri aslinya adalah sebuah 4 Koma Manga (manga yang terdiri dari 4 panel) yang dibuat oleh mangaka bernama Azuma Kiyohiko. Manga ini pertama kali dimuat di majalah Dengeki Daioh sejak tahun 1999 (yang kemudian dibuatkan versi Tankoubon-nya dengan jumlah 4 volume). Lalu, seperti apa ceritanya? Well, Azumanga Daioh bercerita tentang kehidupan sehari-hari sekelompok siswi di sebuah SMA, dari awal mereka masuk SMA tersebut sampai mereka lulus. Eeeh, cuma itu Pris? Iya, manga ini hanya bercerita tentang kehidupan sehari-hari yang normal. Normal di sini dalam artian tidak ada hal-hal aneh seperti alien menyerang bumi, atau siswi-siswi tersebut bisa berubah menjadi seperti Sailor Moon atau apa. Tidak ada hal seperti itu. Manga ini murni bercerita tentang kehidupan sehari-hari mereka, seperti pada saat mereka belajar di sekolah, bermain bersama, dan hal-hal lainnya yang sangat normal dilakukan oleh siswi-siswi SMA kebanyakan. Ya, tidak ada plot khusus atau konflik yang luar biasa dalam manga ini. Hanya tentang kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa yang menjadikan manga ini spesial dan akan selalu diingat banyak orang? Faktor pertama adalah karakter-karakternya. Ya, manga ini memiliki kumpulan karakter yang memiliki karakterisasi yang kuat dan juga menarik. Pertama-tama ada Chiyo yang bisa dikatakan sebagai tokoh utama manga ini. Chiyo adalah anak perempuan berumur 10 tahun yang sangat pintar dan kepintarannya itu membuat ia langsung loncat kelas ke bangku SMA. Meskipun jenius, Chiyo sendiri sebenarnya tipikal anak-anak pada umumnya. Ia manis dan imut, dan biarpun cerdas, ia sangat lemah dalam bidang olahraga. Lalu yang kedua ada Tomo, cewek penuh semangat yang tampaknya tidak pernah kehabisan energi. Tomo memiliki sahabat sejak kecil bernama Yomi, cewek pintar berkacamata yang selalu mengalami kegagalan dalam diet. Lalu ada Sakaki, cewek bertampang cool yang tidak hanya pintar dalam bidang akademik saja, tapi juga dalam bidang olahraga. Tampangnya yang dingin dan perawakannya yang besar membuat ia terlihat susah untuk didekati. Padahal sebenarnya ia hanya pemalu. Dan siapa yang menyangka bahwa dia adalah pecinta hal-hal imut (seperti kucing)? Lalu ada Osaka (yang avatarnya saya pake). Namanya sebenarnya adalah Kasuga Ayumu. Ia adalah murid pindahan dari Osaka, sehingga teman-temannya memanggilnya dengan nama itu (padahal ia bukan orang Osaka murni karena sering pindah-pindah). Mungkin ini adalah karakter paling aneh dari manga ini (sekaligus yang paling saya suka). Ia sangat hobi melamun dan sangat senang memikirkan hal-hal aneh yang tidak penting. Pokoknya jika ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan karakter ini, kata tersebut adalah absurd. Selain mereka berlima, ada dua karakter lagi yaitu Kaorin dan Kagura. Kaorin adalah anak klub astronomi yang sangat menyukai Sasaki. Sayangnya di kelas dua ia tidak sekelas lagi dengan Chiyo dkk. Sedangkan Kagura adalah cewek tomboy yang tampaknya sangat menyukai olahraga. Ia baru berteman dengan Chiyo dkk di kelas dua (sebelumnya beda kelas). Selain karakter siswi-siswi tersebut, ada juga karakter guru-guru yang juga memiliki kepribadian yang tidak kalah menarik (dan sinting). Ada Yukari-sensei, guru bahasa Inggris yang menjadi wali kelas Chiyo dkk. Yukari-sensei adalah guru yang lain daripada yang lain. Ia selalu bertingkah seenaknya, dan selalu merepotkan Nyamo-sensei, guru olahraga yang merupakan teman Yukari-sensei sejak masa sekolah. Lalu ada juga Kimura-sensei, satu-satunya karakter cowok yang sering ditampilkan di sini. Ia adalah guru aneh dan mesum, mengaku menjadi guru karena menyukai cewek-cewek SMA. Selain karakter-karakter manusianya, ada juga karakter lain seperti kucing liar yang selalu menggigit tangan Sakaki, anjing peliharaan Chiyo yang bernama Tadakichi-san, dan kucing berbentuk aneh yang muncul di mimpi Sakaki dan menamai dirinya sebagai ayah Chiyo.

Selain karakterisasinya, yang membuat manga ini sangat menarik untuk dibaca adalah unsur komedi di dalamnya. Unsur komedi di sini masih berhubungan dengan karakterisasinya. Ya, intinya unsur komedi di sini ditimbulkan oleh karakter-karakternya, sehingga manga ini dapat dikatakan sebagai manga yang ceritanya disetir oleh karakternya. Unsur komedinya pulalah yang membuat manga ini sangat menghibur dan menarik untuk dibaca berulang kali.

Dari segi artwork, artworknya sebenarnya biasa saja. Apalagi ini kan manga 4 panel, sehingga space yang digunakan tidak banyak. Tapi saya menyukai penggambaran karakternya yang menurut saya pas dengan karakternya masing-masing. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai manga ini. Memang, kita tidak akan menemukan makna yang mendalam dalam manga ini karena yang ada dalam manga ini hanyalah kelucuan-kelucuan semata. Namun, membaca manga ini akan membuat kamu merasakan suatu perasaan nostalgia tersendiri akan masa-masa sekolah yang indah. Teman-teman yang menyenangkan, guru-guru yang beraneka ragam, waktu belajar yang menyebalkan sekaligus menyenangkan.  Membaca manga ini akan membuat kamu teringat pada masa-masa itu. Oke, 4 bintang deh untuk manga ini. Manga ini sangat cocok dibaca oleh para pecinta manga bergenre komedi, slice of life, atau manga-manga yang bercerita tentang anak sekolahan. Recommended!

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »

Anak-anak dan imajinasi, dua hal tersebut adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Coba saya tanya, waktu kamu kecil kamu pasti senang sekali mengkhayalkan banyak hal kan? (kalaupun nggak, pura-pura bilang iya aja ya). Begitu juga dengan Kenji dan kawan-kawannya. Waktu kecil, Kenji selalu bermimpi ingin menjadi seorang penyelamat dunia. Dia pun merancang sebuah ‘skenario penyelamatan dunia’ pada sebuah buku yang dinamakan “the book of prophecy”, bersama dengan teman-temannya di suatu tempat yang mereka namakan “markas rahasia”. Namun, dunia bisa diselamatkan jika terlebih dahulu ada hal yang mengancamnya bukan? Karena itulah, dalam skenario penyelamatan dunia itu mereka menuliskan bahwa di masa depan, dunia akan diserang oleh berbagai macam hal, mulai dari wabah virus misterius sampai serangan robot seperti yang ada di komik-komik yang mereka baca. Dan tugas mereka adalah menyelamatkan dunia dari hal-hal tersebut.

Namun, imajinasi anak-anak kadang-kadang selalu berakhir menjadi sekadar imajinasi saja. Kenji ketika dewasa sudah melupakan cita-citanya menjadi penyelamat dunia dan malah berakhir sebagai seorang pemilik konbini (semacam mini market). Salah satu cita-citanya yang lain, yaitu sebagai musisi rock pun sudah ia buang jauh-jauh dari dulu. Lalu, beberapa kejadian misterius muncul. Kejadian-kejadian yang pernah Kenji dan kawan-kawannya tuliskan dalam skenario penyelamatan dunia di waktu kecil tersebut satu persatu menjadi kenyataan. Kejadian-kejadian tersebut diduga berkaitan dengan sebuah perkumpulan kultus  yang dipimpin oleh seorang pria misterius bernama “Friend” (atau dalam bahasa Jepangnya “Tomodachi”). Perkumpulan tersebut tampaknya bukanlah perkumpulan biasa karena kabarnya pihak kepolisian Jepang pun sudah dimasuki oleh orang-orang mereka. Yang aneh adalah, perkumpulan tersebut menggunakan simbol yang sama dengan simbol yang digunakan Kenji dan kawan-kawannya waktu kecil sebagai lambang persahabatan mereka. Jadi, siapakah “friend” sebenarnya? Apakah dia yang menyebabkan timbulnya kejadian-kejadian misterius tersebut? Apakah dia merupakan salah satu teman Kenji di masa kecil? Lalu, apakah Kenji dan kawan-kawannya memang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia? Baca aja deh kakak

Setelah membaca manga ini, saya langsung menobatkan 20th Century Boys sebagai salah satu manga terbaik yang pernah saya baca. Saya sendiri merasa sedikit menyesal karena baru membaca manga hebat tersebut baru-baru ini, padahal manga ini sudah diterbitkan sejak tahun 1999. Tapi better late than never kan? *ting ting*

Mengagumkan. Itu adalah salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan manga ini. Membaca manga ini membuat saya bertanya-tanya, Urasawa Naoki (pengarang 20th Century Boys) ini makannya apa ya kok bisa-bisanya bikin manga super jenius kayak gini? Saya benar-benar kagum dengan cara beliau merangkaikan kisah dalam manga ini. Salah satu keunikan manga ini terdapat pada alurnya yang acak-acakan tapi biar begitu tetap membentuk satu kesatuan yang kuat dan tidak membuat bingung. Ceritanya mengalir dengan banyak flash back, dan kadang-kadang alurnya suka loncat-loncat. Misalnya ada suatu kejadian di tahun 2000 lalu kisahnya tiba-tiba loncat ke kejadian di tahun 2014. Kadang-kadang hal tersebut membuat saya merasa gregetan karena alurnya sering tiba-tiba loncat ketika situasi dalam manga itu sedang berada di puncaknya, sehingga hal tersebut membuat pembaca akan selalu merasa penasaran karena banyaknya misteri yang belum terpecahkan. Yang membuat saya kagum lagi, Urasawa Naoki sendiri tampaknya tahu benar cerita dalam manganya tersebut akan dibawa ke mana. Misalnya setelah saya perhatikan, adegan yang terjadi dalam volume 22 (volume akhirnya) ternyata pernah disinggung (biar secuil) dalam volume pertama.

Selain alurnya, yang membuat saya kagum pada manga ini tentu saja ceritanya yang bagus dan kuat. Kisah seputar konspirasi memang selalu menarik perhatian saya. Dan apakah Urasawa Naoki hendak menyampaikan sesuatu melalui manga ini? 😀 Selain itu, di sini juga kita ditunjukan bahwa imajinasi masa kecil tentang penaklukan dan penyelamatan dunia memang sering kali terlihat keren, tapi ketika hal tersebut menjadi kenyataan, apakah kita masih bisa menyebut itu sebagai hal yang keren?

Keunggulan manga ini juga terdapat pada karakteristik tokoh-tokohnya. Yang paling saya suka dari manga ini adalah tokoh utamanya Kenji yang digambarkan sebagai orang yang biasa-biasa saja. Karakternya terasa manusiawi sekali dan kadang-kadang masih punya rasa takut. Karakter-karakter lainnya pun memiliki karakterisasi yang sangat bagus. Selain itu, karena manga ini berlatarkan pada waktu yang berbeda-beda (tahun 70-an, 1997, 2000, 2014), kita jadi bisa melihat bagaimana perkembangan karakter mereka secara psikologis dari kecil sampai dewasa (dan tua). Dan perkembangan karakter tersebut terasa wajar dan masuk akal. Di sini juga kita bisa melihat bahwa apa yang terjadi pada seseorang di masa kecilnya akan sangat berpengaruh bagi perkembangannya ketika menjadi orang dewasa. Jadi buat penyuka manga atau cerita yang rada “nyikologis”, 20th Century Boys adalah salah satu manga yang wajib sekali untuk dibaca.

Dari segi ilustrasi, saya juga suka dengan ilustrasi yang juga digambar oleh Urasawa Naoki ini. Ilustrasinya digambarkan dengan gaya gambar yang agak realis. Plus yang saya suka adalah peletakan panelnya yang sangat rapi, sehingga pembaca yang tidak terbiasa dengan manga dapat dengan mudah mengikuti ceritanya.

Namun, sayangnya endingnya menurut saya rada gantung dan kentang (alias nanggung). Seperti yang sudah saya bilang, manga ini berakhir di volume 22. Tapi sayangnya sampai manga ini berakhir, manga ini masih meninggalkan beberapa misteri yang belum terpecahkan. Namun untungnya setelah itu Urasawa Naoki mengeluarkan manga 21st Century Boys (terdiri dari dua volume) yang akan menjawab rasa penasaran pembaca akan ending yang menggantung tersebut. Saya sendiri lumayan puas dengan 21st Century Boys dan menurut saya manga tersebut adalah ending dari 20th Century Boys yang sebenarnya.

Ja, segini aja review dari saya. Saya sangat merekomendasikan manga ini untuk dibaca semua penggemar manga atau penggemar cerita suspense/supernatural/action/psychological/mystery. Oh ya, biarpun ceritanya keliatan agak berat, tapi manga ini enak diikutin kok, karena pengarangnya sering kali menyelipkan unsur humor di dalamnya. Yang jelas, kalo udah sekali baca manga ini, pasti gak bakalan berhenti baca sampai akhir (kayak saya :D). Jadi, selamat membacaaaaa :)))

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

[MANGA] Wish (Clamp)

Bosen nge-review film, maka kali ini saya akan mereview manga alias komik Jepang. Manga yang akan saya review kali ini adalah Wish, yang merupakan salah satu manga yang dibuat oleh CLAMP, kelompok mangaka yang terkenal dengan karya-karyanya yang populer seperti Cardcaptor Sakura, X, Tsubasa Reservoir Chronicle, dan masih banyak lagi. Wish adalah salah satu manga CLAMP yang menjadi favorit saya. Meskipun manga ini tidak sepopuler manga-manga CLAMP lainnya, tapi manga ini tetap menarik untuk dibaca. Wish pertama kali diterbitkan pada tahun 1996 melalui majalah komik Monthly Asuka. Tidak seperti manga CLAMP pada umumnya yang ilustrasi utamanya biasa dikerjakan oleh Mokona Apapa, ilustrasi utama Wish dikerjakan oleh Mick Nekoi. Namun seperti biasa, otak di balik cerita manga ini (dan juga manga2 CLAMP lainnya) adalah Nanase Okawa. Oh ya, sekadar informasi, manga ini juga sudah diterbitkan secara legal di Indonesia beberapa tahun yang lalu oleh penerbit Elex Media Komputindo. Oke, here’s the review…

Setiap manusia pasti memiliki keinginan. Adakah manusia yang tidak memiliki keinginan sama sekali? Dalam komik ini, manusia semacam itu ternyata ada. Dia adalah Shuichiro Kudo, seorang dokter berusia 28 tahun yang hidupnya sudah mapan dan tidak memiliki kekurangan. Pada suatu malam, ia melihat sesosok makhluk mungil bersayap sedang diganggu oleh seekor burung gagak. Shuichiro pun menolong makhluk mungil itu dari serangan burung gagak tersebut. Makhluk mungil (yang di siang hari bisa membesar menjadi ukuran normal seperti manusia) itu pun mengucapkan terima kasih pada Shuichiro, dan memperkenalkan dirinya sebagai malaikat yang bernama Kohaku. Kohaku lalu meminta Shuichiro mengucapkan satu permintaan untuk ia kabulkan sebagai balas budi. Namun, Shuichiro mengatakan bahwa ia tidak memiliki keinginan sama sekali. Hidupnya sudah lengkap. Ia memiliki pekerjaan, rumah, dan tidak sedang dalam kesusahan, dan ia bisa memenuhi keinginannya sendiri. Namun, Kohaku tidak menerima hal itu. “Pasti ada keinginan yang tidak bisa dipenuhi seorang diri!” ujar Kohaku. Kohaku lalu meminta Shuichiro mengizinkan ia untuk tinggal di rumahnya dan tidak akan pulang sebelum ia mengabulkan keinginan Shuichiro.

Keberadaan  Kohaku di dunia manusia sendiri bukan tanpa alasan. Ia datang ke bumi karena diutus dewa untuk mencari Hisui, salah satu dari empat malaikat utama yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Shuichiro kemudian membantu Kohaku mencari Hisui, yang ternyata sekarang telah bersama dengan Kokuyo, putra dari raja iblis. Di luar hal itu, seiring berjalannya waktu, Kohaku mulai merasakan suatu perasaan yang berbeda pada Shuichiro. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah suatu saat Shuichiro akan memiliki keinginan yang tidak bisa ia penuhi seorang diri? Apalagi, Kohaku tidak bisa terus-terusan berada di bumi karena dewa dan juga dunia langit sangat membutuhkan keberadaannya.

Wish adalah salah satu manga CLAMP yang paling manis dan romantis yang pernah saya baca(selain Cardcaptor Sakura). Ceritanya simpel, ringan, dan enak  dibaca, ditambah humor-humor khas CLAMP yang berhasil bikin saya senyam-senyum sendiri. Yang paling manis dari manga ini tentu saja hubungan antara Kohaku dan Shuichiro. Saya suka sekali dengan karakteristik Kohaku yang sangat polos dan juga ceroboh (meskipun dia adalah malaikat), dan Shuichiro yang kalem dan cenderung serius (bahkan ketika Kohaku memperkenalkan dirinya sebagai malaikat, ia tetap terlihat kalem). They are really fit each other! Hubungan mereka digambarkan dengan sangat manis. Dan ketika Shuichiro akhirnya berbicara soal keinginannya yang tidak bisa ia penuhi seorang diri pada Kohaku, rasa-rasanya saya ingin pingsan saking bahagianya (iya maap lebay). That’s just too sweet XD. Manga ini juga diakhiri dengan ending yang sangat manis, meskipun sedikit di luar perkiraan saya.

Selain itu, yang saya suka dari manga berjumlah 4 volume ini adalah karakteristik karakter-karakter lainnya yang turut membuat komik ini jadi menarik. Salah satu karakter yang saya suka adalah Koryu, iblis yang hobi sekali mengganggu Kohaku. Meskipun awalnya karakter ini terasa menyebalkan, tapi lama kelamaan saya jadi suka karakter ini (dan hobi mengganggu Kohaku tersebut tidak lain karena ia sangat ‘perhatian’ pada Kohaku). Saya juga suka Hisui dan Kokuyo, yang merupakan pasangan kedua favorit saya di manga ini (yang unik sekali karena yang satu adalah malaikat dan yang satunya lagi adalah iblis).

Untuk ilustrasi, menurut saya ilustrasinya mungkin tidak semenarik manga-manga CLAMP yang lain yang didominasi oleh ilustrasi Mokona Apapa. Tapi ilustrasinya lumayan bagus kok. Saya suka sekali penggambaran malaikatnya yang sangat cantik, dan suasana rumah Shuichiro yang terasa adem karena banyak pohonnya. Karakter laki-lakinya juga digambarkan dengan sangat normal, bukan tipe bishounen seperti di kebanyakan manga CLAMP, tapi malah membuat karakternya terlihat semakin nyata dan manusiawi. Oke, segini aja review dari saya. Manga ini sangat saya rekomendasikan untuk penggemar shoujo-manga, terutama yang suka manga dengan cerita yang manis dan romantis ditambah dengan bumbu fantasi. 4 bintang deh 🙂

Rating : 1 2 3 4 5

Read Full Post »

Ini adalah shoujo manga (komik cewek), maksudnya komik yang (lebih) diperuntukan untuk perempuan (tapi bukan berarti cowok dilarang baca :p). Biasanya shoujo manga bercerita tentang tema-tema yang disukai perempuan, misalnya kisah cinta, dan masih banyak hal-hal lainnya. Selain itu, banyak shoujo manga yang menampilkan daya tarik berupa laki-laki tampan / cantik (bishounen), contohnya Hana Yori Dango (Meteor Garden), Fruits Basket, Hanakimi, dan masih banyak lagi. Yang bakal saya bahas di sini adalah manga Ouran Koukou Host Club (versi Inggrisnya berjudul Ouran Highschool Host Club), shoujo manga yang juga memiliki daya tarik berupa para bishounen alias lelaki tampan ^^

Ouran Koukou Host Club bercerita tentang Fujioka Haruhi, seorang siswa yang sekolah di Ouran, sebuah sekolah yang dipenuhi dengan orang kaya. Haruhi sendiri adalah orang biasa yang agak miskin. Ia bisa masuk Ouran karena kecerdasannya sehingga ia mendapat beasiswa.

Suatu hari Haruhi berkeliling sekolah untuk mencari ruangan untuk belajar. Ia lalu masuk ke sebuah ruangan dan terkaget-kaget karena ia segera disambut oleh 6 orang cowok tampan. Ternyata Haruhi memasuki ruangan Host Club, sebuah ekskul di Ouran. Jadi Host Club ini adalah suatu ekskul di mana ke 6 cowok anggotanya bertugas untuk melayani cewek-cewek sekolah itu. Eitts, jangan mikir aneh-aneh dulu. Melayani di sini maksudnya cuma menemani cewek-cewek ngobrol kok. Berhubung siswa-siswi Ouran itu adalah orang-orang yang memiliki banyak waktu luang *orang-orang kaya kurang kerjaan emang*

Ke-enam anggota Host Club itu sendiri adalah : 1) Suoh Tamaki, pendiri club ini, cowok blasteran Jepang – Prancis yang super narsis dan pintar merayu wanita, 2)Ootori Kyoya, cowok cool penuh perhitungan yang mengatur segalanya yang ada di host club, 3) Hitachiin Hikaru dan 4) Hitachiin Kaoru, sepasang saudara kembar yang amat jahil dan sering melakukan aksi shonen-ai di hadapan tamu-tamunya, 5)Haninozuka Mitsukuni (dipanggil Honey-senpai), host tertua namun fisiknya paling kecil dan tingkah lakunya sangat kekanakan. 6) Morinozuka Takashi, yang paling pendiam dan selalu ada bersama Honey-senpai.

Di ruangan itu, Haruhi tidak sengaja menyenggol sebuah vas sehingga vas berharga 8 juta yen itu pecah. Untuk mengganti kerugian yang tidak murah tersebut, Haruhi akhirnya dipaksa jadi anggota host club tersebut dan diharuskan menemani tamu sampai 100 orang agar hutangnya terlunasi. Jadi begitulah hari-hari Haruhi dimulai sebagai anggota Host Club. Sifatnya yang natural ternyata menjadi daya tariknya dan dengan cepat ia mendapat banyak fans. Lalu, tanpa sengaja, karena suatu insiden, Tamaki melihat kartu pengenal Haruhi dan mendapati kenyataan bahwa Haruhi itu sebenarnya seorang PEREMPUAN. Haruhi sendiri memang berpenampilan seperti laki-laki, bukannya memakai rok ia malah memakai celana dan rambutnya juga pendek, sehingga saat Tamaki pertama melihatnya ia langsung mengira Haruhi adalah laki-laki. Namun (berbeda dengan manga setipe seperti Hanakimi), di sini Haruhi bukannya sedang menyamar, tapi ia memang tipe orang yang tidak peduli tentang gender (mengingat ayahnya seorang waria), sehingga baginya tidak masalah jika ia datang ke sekolah dengan seragam cowok. Meskipun begitu, ia tetap menjadi anggota host club dan para anggota lainnya berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai perempuan (meskipun Haruhi sendiri sebenarnya tidak merahasiakan hal tersebut) karena anggota host club itu mestinya seorang pria. Lalu bagaimana hidup Haruhi selanjutnya? Baca aja lah :p

My Opinion:

Ide cerita tentang cewek menyamar jadi cowok memang bukanlah ide baru di dunia manga. Sebelumnya, sudah ada manga bertema serupa, contohnya Hanakimi (tapi Hanakimi saya baru nonton dorama-nya ajah, belum baca manga-nya). Tapi meskipun begitu, Ouran Koukou Host Club ini (selanjutnya disebut Ouran aja ya) tetaplah manga yang sangat menarik untuk dibaca.

Yang saya suka dari manga ini adalah HUMORnya yang amat lucu dan bener-bener bikin ketawa. Gaya humor dalam manga ini mengingatkan saya pada gaya humornya Fruits Basket, makanya saya langsung suka manga ini. Selain itu, karakterisasi yang kuat pada tiap karakter juga menjadi poin lebih dari manga ini. Semua karakter digali sangat dalam, seperti bagaimana masa lalu mereka dan awal mula Host Club tersebut terbentuk dan kenapa mereka bisa bergabung ke Host Club tersebut.

Karakter yang paling saya suka dari manga ini adalah Tamaki dan si kembar Hitachiin. Sumpah, si Tamaki itu gila bener ya!! Segala tingkah lakunya bikin saya ngakak. Seperti ketika ia menganggap Haruhi sebagai anaknya, atau ketika ia terpesona melihat kebudayaan “rakyat jelata” seperti kopi instan dan mie instan. Tapi selain ketololannya yang abis-abisan, karakter ini juga salah satu karakter yang sifatnya perlu dicontoh (tapi bukan gilanya ya yang harus dicontoh). Tamaki selalu memandang segala sesuatu dengan positif, dan selalu ingin membuat orang lain bahagia. Misalnya walaupun neneknya membencinya sekalipun, ia sama sekali tidak menaruh dendam dan perasaan benci sekalipun.

Kalau si kembar Hitachiin, saya suka sama kejahilan mereka. Sebenernya saya lebih suka sama Kaoru daripada Hikaru. Kaoru lebih dewasa daripada Hikaru, dan ia juga sangat menyayangi saudara kembarnya itu. Untuk pecinta yaoi / shonen-ai, mungkin akan bahagia kalo baca manga ini karena si kembar Hitachiin sering melakukan aksi shonen-ai untuk menghibur tamu-tamunya (boong-boongan tapi).

Untuk kisah cintanya, bisa dibilang kisah cintanya gak begitu banyak dan agak lambat. Habisnya, si Haruhi, karakter utama manga ini, bisa dibilang orang yang agak bebal dan tidak peduli pada masalah cinta. Ia juga tidak menyadari kalau Hikaru menyukai dirinya, meskipun ia menyadari akhir-akhir itu Hikaru bertingkah aneh. Namun, semakin jauh ceritanya, si Haruhi ini mulai menyadari kalau ia jatuh cinta pada salah satu anggota Host Club (ayo coba tebak siapa? Baca aja deh kalo mau tau).

Selain itu, yang suka dari manga ini adalah meskipun Ouran adalah sekolah orang kaya, Haruhi yang orang miskin sama sekali tidak mendapat perlakuan buruk. Biasanya kan di komik lain (contohnya Hana Yori Dango), orang miskin yang sekolah di sekolah orang kaya sering mengalami penindasan. Di Ouran, malah banyak orang yang menyukai Haruhi dan terkagum-kagum melihat kemiskinannya serta gaya hidupnya yang amat sederhana.

Ja, sekian aja reviewnya. Sekali lagi, manga ini amat LUCU dan MENGHIBUR, tapi juga dalem dan penuh makna. Cocok untuk dibaca para penyuka shoujo manga, bishounen, atau pecinta komedi. Saya gak tau manga ini udah tamat apa belum, sejauh ini saya baru baca manganya sampe chapter 78 di onemanga, dan belum ada kelanjutannya lagi di sana. Oke, gak tanggung-tanggung saya kasih 5 bintang deh 🙂

nb: manga ini juga ada versi anime-nya.

nb 2: buat yg pengen baca mangascannya, bisa diliat di onemanga di sini

My Rating: 5 / 5

Read Full Post »

Sakura Tetsu, adalah seorang pelajar SMA yang amat mata duitan. Sejak TK ia sudah kerja dan menghasilkan uang sendiri (uang hasil kerjanya tersebut disimpan di celengan-celengannya yang diberi nama Madonna, Jennifer, dan Rony ^^). Hal itu disebabkan karena Tetsu tinggal di sebuah rumah (yang ditinggalinya bersama kakak perempuan, adik laki-laki, serta kakeknya) yang berada tepat di pusat kota, sehingga ia kesulitan membayar pajaknya. Hal tersebut menarik perhatian Idei Furato, teman Tetsu sejak kecil, yang selalu mencatat apa saja yang dilakukan Tetsu di sebuah buku.

Sampai suatu hari, ada makhluk dari masa depan yang datang ke masa itu untuk merebut rumah Tetsu. Apalagi makhluk masa depan tersebut (yang memiliki ratu bernama Alice) juga memiliki sertifikat tanah rumah Tetsu di masa depan. Bukan hanya makhluk masa depan saja, setelah itu datang juga bajak laut luar angkasa, makhluk dunia bawah tanah, yang juga bertujuan untuk merebut rumah Tetsu. Setelah itu, masih banyak karakter-karakter ajaib lainnya yang datang ke rumah Tetsu. Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah Tetsu berhasil mempertahankan rumahnya? Baca aja deh.

My Opinion:

Pertama tahu manga ini dari animonster. Trus pas elex nerbitin komiknya tanpa ragu saya langsung beli (karena sinopsisnya di animonster cukup menarik). Tapi volume kedua-nya saya baca mangascan-nya di onemanga (ngomong-ngomong manga ini terdiri dari dua volume). Manga ini sendiri merupakan karya dari Fujisaki Ryu, mangaka yang juga mengarang manga Houshin Engi yang lumayan populer di Jepang sana (belum baca).

Satu kata buat manga ini: GILA! Manga ini super gila dan kacau. Karakter-karakternya, ceritanya, makhluk-makhluk yang datang untuk merebut rumah Tetsu, semua kayaknya gak ada yang normal! Tokoh utamanya sendiri, Tetsu, sampai diragukan oleh dewa manga karena karakternya yang tidak sesuai dengan karakter-karakter utama shonen manga dan si tetsu ini mau dipindahkan ke manga lain oleh dewa manga ^^

Selain kegilaan dan kelucuannya, yang menarik dari manga ini juga adalah manga ini banyak memparodikan tokoh-tokoh atau hal yang berkaitan dengan filsafat. Lihat saja dari judulnya, Sakuratetsu Taiwahen yang berarti Sakuratetsu Dialogue. Nama Sakuratetsu merupakan plesetan dari Socrates, filsuf Yunani zaman dulu. Dan tokoh Furato merupakan parodi dari Plato, murid Socrates yang selalu mencatat ajaran-ajaran serta dialog-dialog Socrates (sama dengan di manga ini, meskipun yang dicatat adalah kelakuan-kelakuan ngaco Tetsu ^^). Karakter-karakter lain di manga ini juga banyak mengambil nama tokoh-tokoh  filsafat, seperti Feyerabend (si bajak laut angkasa), Nietzsche (si pangeran kegelapan yang jadi gelandangan karena gak bisa balik ke dunia iblis), Zoroaster (makhluk piaraan Nietzche yang bisa berganti kepribadian melalui makanan yang dimakannya), dan lain-lain.

Ilustrasinya sendiri menurut saya terlalu ramai dan terlalu heboh, sehingga agak mengganggu kenikmatan bacanya. Selain itu, kelucuan dari manga ini gak mudah ditangkep hanya dengan sekali baca (saya juga baru nyadar manga ini lucu BUANGET pas baca untuk kedua kalinya). Di Jepang sendiri, manga ini sepertinya tidak begitu populer (dan ketidakpopuleran manga ini pun disinggung dalam manga ini, diceritakan karakter dewa manga dalam komik ini bermaksud untuk menyudahi serial komik ini dengan memberi penyerang baru ke rumah Tetsu, yang bukan makhluk aneh-aneh seperti sebelumnya, tapi dengan suatu karakter anak sekolah biasa yang diberi nama PEMBACA ^^).

Ja, segini aja reviewnya. Overall, manga ini sangat menarik. 4 bintang deh 😀

nb: Gambar diambil dari onemanga.com. Yang tertarik untuk baca manga ini, bisa baca mangascan-nya si sini atau bisa juga beli komiknya yang terbitan Elex Media.

My Rating: 4 / 5

Read Full Post »

Honda Tohru, seorang siswi SMA yang manis dan baik hati, harus menerima kenyataan bahwa hidupnya jadi sebatang kara karena ibunya meninggal karena kecelakaan suatu hari. Kejadian itu membuat Tohru jadi tidak punya tempat tinggal dan ia harus hidup dengan biaya sendiri. Ia mencoba untuk tinggal di rumah kakeknya, namun rumah kakeknya ternyata sedang mengalami renovasi sehingga Tohru diminta untuk mengungsi dulu di tempat lain sampai rumah kakeknya selesai direnovasi. Tidak mau merepotkan  kedua sahabatnya, Tohru memilih untuk mendirikan tenda di dekat hutan. Tohru tinggal di dalam tenda dan suatu hari ia menemukan di dekat tenda yang ia dirikan ada rumah yang ditempati oleh Souma Yuki, teman sekelasnya (yang sangat tampan seperti pangeran, dan punya banyak penggemar di sekolahnya), beserta sepupunya Souma Shigure. Setelah melalui suatu kejadian, Yuki mengetahui bahwa Tohru tinggal di sebuah tenda yang berdiri di atas tanahnya, dan pada malam itu pula terjadi badai yang menyebabkan tenda Tohru terkena longsor. Karena itulah, Yuki menawarkan Tohru untuk tinggal di rumahnya dan Shigure, sampai rumah kakeknya selesai direnovasi.

Semuanya berjalan normal saja, tapi sejak sepupu Yuki yang bernama Souma Kyo datang ke rumah tersebut (untuk menantang duel Yuki), terkuaklah rahasia besar dari keluarga Souma. Ternyata keluarga Souma tertimpa kutukan 12 shio (jyuunishi) yang menyebabkan orang-orang (anggota keluarga Souma yang terkena kutukan) bisa berubah menjadi binatang sesuai dalam legenda 12 shio jika berpelukan dengan lawan jenis. Contohnya Yuki yang bisa berubah jadi tikus, dan Shigure yang bisa berubah jadi anjing. Sepupu mereka yang lain, Souma Kyo, bisa berubah menjadi kucing. Loh kok kucing? Bukankah dalam 12 shio itu tidak ada shio kucing? Ternyata, dalam legenda 12 shio, saat sang dewa akan mengadakan pesta dan mengundang binatang-binatang, tikus menipu kucing dengan mengatakan bahwa pestanya akan diadakan lusa, padahal sebenarnya diadakan besok. Kucing yang malang akhirnya tidak datang ke pesta tersebut sehingga ia tidak diangkat menjadi salah satu shio oleh dewa.  Karena itulah kucing selalu mengejar tikus, begitu juga dengan Kyo yang gampang sekali meledak-ledak, yang memiliki ambisi untuk mengalahkan Yuki si tikus. Atas perintah dari Akito, kepala keluarga Souma, Tohru yang mengetahui rahasia tersebut dibiarkan saja dan dibiarkan tinggal di rumah Shigure. Lalu cerita pun mengalir, bagaimana Tohru akhirnya bertemu dengan anggota Jyuunishi yang lainnya satu per satu, dan keberadaan Tohru sangat berpengaruh besar pada para jyuunishi tersebut, mengingat kebaikan hatinya ternyata mampu menyentuh banyak orang, termasuk Kyo yang temperamental sekalipun.

My Opinion:

Review manga pertama saya ^^. Manga ini terdiri dari 23 volume dan saya sangat sangat sangat suka sekali sama manga ini. Menurut saya, ini adalah salah satu shoujo manga terbaik yang pernah ada. Saya sampe donlot manga scan-nya loh gara-gara penasaran banget sama kelanjutan ceritanya (padahal saya paling anti donlot manga scan / ebook karena gak betah baca di komputer).

Ceritanya sangat bagus dan menarik, humornya juga lucu dan gak rendahan, dan yang paling saya suka adalah karakteristiknya. Gak ada satu pun karakter yang gak diekspos di sini, setiap karakter punya masalah dan kepribadian masing-masing, bahkan karakter di luar Jyuunishi, seperti dua sahabat Tohru, mereka pun karakternya sangat kuat dan gak kalah dari karakter Tohru serta para jyuunishi.

Ceritanya juga menyentuh. Saya suka banget sama karakter Tohru yang sangat lugu dan baik hati. Gimana ya, dia ini baik hati tapi gak munafik, gak kayak karakter-karakter di sinetron yang baik hatinya terkesan gak masuk akal. Tohru ini begitu baik hati tanpa membuat orang sebal, dan karena itulah pembaca pasti akan mengerti mengapa karakter ini begitu disayang oleh karakter-karakter lainnya dan sanggup menyentuh hati orang lain.

Manga ini juga banjir bishounen seperti Yuki, Kyo, Momiji, Haru, Hatori, Shigure, dll. Makanya cewek pasti betah baca manga ini. Saya jadi ngebayangin kalo manga ini dijadiin dorama, kebayang gak siapa aja yang meranin tohru dan para jyuunishi? Tapi kayaknya susah ya kalo dijadiin dorama, mengingat perubahan jadi binatangnya (serta binatang2 berbicara) mungkin akan terlihat absurd.

Tapi bukan hanya banjir bishounennya yang bikin manga ini jadi bagus. Buat saya cerita, karakter, serta humornya yang kuat lah yang bikin manga ini akan sangat berkesan dan ‘nancep’ di hati pembacanya.  Banyak yang bisa kita ambil dan pelajari dari manga ini, kebanyakan sih dari karakter Tohru yang sering mengutip perkataan-perkataan yang dikatakan almarhum ibunya.

Jadi, manga ini sangat recommended. Meskipun ini termasuk shoujo manga (komik cewek), cowok juga gak dilarang baca kok :p

Catatan  1: manga ini juga ada animenya, dulu pernah ditayangin di trans tv. Tapi saya belum pernah nonton (Cuma pernah nonton beberapa episode aja)

Catatan 2: Natsuki Takaya, mangaka manga ini, kidal loh! Jadi gambar dalam manga Furuba ini digambar dengan tangan kiri.

My Rating : 5 / 5

Read Full Post »