Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

Ini adalah shoujo manga (komik cewek), maksudnya komik yang (lebih) diperuntukan untuk perempuan (tapi bukan berarti cowok dilarang baca :p). Biasanya shoujo manga bercerita tentang tema-tema yang disukai perempuan, misalnya kisah cinta, dan masih banyak hal-hal lainnya. Selain itu, banyak shoujo manga yang menampilkan daya tarik berupa laki-laki tampan / cantik (bishounen), contohnya Hana Yori Dango (Meteor Garden), Fruits Basket, Hanakimi, dan masih banyak lagi. Yang bakal saya bahas di sini adalah manga Ouran Koukou Host Club (versi Inggrisnya berjudul Ouran Highschool Host Club), shoujo manga yang juga memiliki daya tarik berupa para bishounen alias lelaki tampan ^^

Ouran Koukou Host Club bercerita tentang Fujioka Haruhi, seorang siswa yang sekolah di Ouran, sebuah sekolah yang dipenuhi dengan orang kaya. Haruhi sendiri adalah orang biasa yang agak miskin. Ia bisa masuk Ouran karena kecerdasannya sehingga ia mendapat beasiswa.

Suatu hari Haruhi berkeliling sekolah untuk mencari ruangan untuk belajar. Ia lalu masuk ke sebuah ruangan dan terkaget-kaget karena ia segera disambut oleh 6 orang cowok tampan. Ternyata Haruhi memasuki ruangan Host Club, sebuah ekskul di Ouran. Jadi Host Club ini adalah suatu ekskul di mana ke 6 cowok anggotanya bertugas untuk melayani cewek-cewek sekolah itu. Eitts, jangan mikir aneh-aneh dulu. Melayani di sini maksudnya cuma menemani cewek-cewek ngobrol kok. Berhubung siswa-siswi Ouran itu adalah orang-orang yang memiliki banyak waktu luang *orang-orang kaya kurang kerjaan emang*

Ke-enam anggota Host Club itu sendiri adalah : 1) Suoh Tamaki, pendiri club ini, cowok blasteran Jepang – Prancis yang super narsis dan pintar merayu wanita, 2)Ootori Kyoya, cowok cool penuh perhitungan yang mengatur segalanya yang ada di host club, 3) Hitachiin Hikaru dan 4) Hitachiin Kaoru, sepasang saudara kembar yang amat jahil dan sering melakukan aksi shonen-ai di hadapan tamu-tamunya, 5)Haninozuka Mitsukuni (dipanggil Honey-senpai), host tertua namun fisiknya paling kecil dan tingkah lakunya sangat kekanakan. 6) Morinozuka Takashi, yang paling pendiam dan selalu ada bersama Honey-senpai.

Di ruangan itu, Haruhi tidak sengaja menyenggol sebuah vas sehingga vas berharga 8 juta yen itu pecah. Untuk mengganti kerugian yang tidak murah tersebut, Haruhi akhirnya dipaksa jadi anggota host club tersebut dan diharuskan menemani tamu sampai 100 orang agar hutangnya terlunasi. Jadi begitulah hari-hari Haruhi dimulai sebagai anggota Host Club. Sifatnya yang natural ternyata menjadi daya tariknya dan dengan cepat ia mendapat banyak fans. Lalu, tanpa sengaja, karena suatu insiden, Tamaki melihat kartu pengenal Haruhi dan mendapati kenyataan bahwa Haruhi itu sebenarnya seorang PEREMPUAN. Haruhi sendiri memang berpenampilan seperti laki-laki, bukannya memakai rok ia malah memakai celana dan rambutnya juga pendek, sehingga saat Tamaki pertama melihatnya ia langsung mengira Haruhi adalah laki-laki. Namun (berbeda dengan manga setipe seperti Hanakimi), di sini Haruhi bukannya sedang menyamar, tapi ia memang tipe orang yang tidak peduli tentang gender (mengingat ayahnya seorang waria), sehingga baginya tidak masalah jika ia datang ke sekolah dengan seragam cowok. Meskipun begitu, ia tetap menjadi anggota host club dan para anggota lainnya berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai perempuan (meskipun Haruhi sendiri sebenarnya tidak merahasiakan hal tersebut) karena anggota host club itu mestinya seorang pria. Lalu bagaimana hidup Haruhi selanjutnya? Baca aja lah :p

My Opinion:

Ide cerita tentang cewek menyamar jadi cowok memang bukanlah ide baru di dunia manga. Sebelumnya, sudah ada manga bertema serupa, contohnya Hanakimi (tapi Hanakimi saya baru nonton dorama-nya ajah, belum baca manga-nya). Tapi meskipun begitu, Ouran Koukou Host Club ini (selanjutnya disebut Ouran aja ya) tetaplah manga yang sangat menarik untuk dibaca.

Yang saya suka dari manga ini adalah HUMORnya yang amat lucu dan bener-bener bikin ketawa. Gaya humor dalam manga ini mengingatkan saya pada gaya humornya Fruits Basket, makanya saya langsung suka manga ini. Selain itu, karakterisasi yang kuat pada tiap karakter juga menjadi poin lebih dari manga ini. Semua karakter digali sangat dalam, seperti bagaimana masa lalu mereka dan awal mula Host Club tersebut terbentuk dan kenapa mereka bisa bergabung ke Host Club tersebut.

Karakter yang paling saya suka dari manga ini adalah Tamaki dan si kembar Hitachiin. Sumpah, si Tamaki itu gila bener ya!! Segala tingkah lakunya bikin saya ngakak. Seperti ketika ia menganggap Haruhi sebagai anaknya, atau ketika ia terpesona melihat kebudayaan “rakyat jelata” seperti kopi instan dan mie instan. Tapi selain ketololannya yang abis-abisan, karakter ini juga salah satu karakter yang sifatnya perlu dicontoh (tapi bukan gilanya ya yang harus dicontoh). Tamaki selalu memandang segala sesuatu dengan positif, dan selalu ingin membuat orang lain bahagia. Misalnya walaupun neneknya membencinya sekalipun, ia sama sekali tidak menaruh dendam dan perasaan benci sekalipun.

Kalau si kembar Hitachiin, saya suka sama kejahilan mereka. Sebenernya saya lebih suka sama Kaoru daripada Hikaru. Kaoru lebih dewasa daripada Hikaru, dan ia juga sangat menyayangi saudara kembarnya itu. Untuk pecinta yaoi / shonen-ai, mungkin akan bahagia kalo baca manga ini karena si kembar Hitachiin sering melakukan aksi shonen-ai untuk menghibur tamu-tamunya (boong-boongan tapi).

Untuk kisah cintanya, bisa dibilang kisah cintanya gak begitu banyak dan agak lambat. Habisnya, si Haruhi, karakter utama manga ini, bisa dibilang orang yang agak bebal dan tidak peduli pada masalah cinta. Ia juga tidak menyadari kalau Hikaru menyukai dirinya, meskipun ia menyadari akhir-akhir itu Hikaru bertingkah aneh. Namun, semakin jauh ceritanya, si Haruhi ini mulai menyadari kalau ia jatuh cinta pada salah satu anggota Host Club (ayo coba tebak siapa? Baca aja deh kalo mau tau).

Selain itu, yang suka dari manga ini adalah meskipun Ouran adalah sekolah orang kaya, Haruhi yang orang miskin sama sekali tidak mendapat perlakuan buruk. Biasanya kan di komik lain (contohnya Hana Yori Dango), orang miskin yang sekolah di sekolah orang kaya sering mengalami penindasan. Di Ouran, malah banyak orang yang menyukai Haruhi dan terkagum-kagum melihat kemiskinannya serta gaya hidupnya yang amat sederhana.

Ja, sekian aja reviewnya. Sekali lagi, manga ini amat LUCU dan MENGHIBUR, tapi juga dalem dan penuh makna. Cocok untuk dibaca para penyuka shoujo manga, bishounen, atau pecinta komedi. Saya gak tau manga ini udah tamat apa belum, sejauh ini saya baru baca manganya sampe chapter 78 di onemanga, dan belum ada kelanjutannya lagi di sana. Oke, gak tanggung-tanggung saya kasih 5 bintang deh 🙂

nb: manga ini juga ada versi anime-nya.

nb 2: buat yg pengen baca mangascannya, bisa diliat di onemanga di sini

My Rating: 5 / 5

Advertisements

Read Full Post »

Sakura Tetsu, adalah seorang pelajar SMA yang amat mata duitan. Sejak TK ia sudah kerja dan menghasilkan uang sendiri (uang hasil kerjanya tersebut disimpan di celengan-celengannya yang diberi nama Madonna, Jennifer, dan Rony ^^). Hal itu disebabkan karena Tetsu tinggal di sebuah rumah (yang ditinggalinya bersama kakak perempuan, adik laki-laki, serta kakeknya) yang berada tepat di pusat kota, sehingga ia kesulitan membayar pajaknya. Hal tersebut menarik perhatian Idei Furato, teman Tetsu sejak kecil, yang selalu mencatat apa saja yang dilakukan Tetsu di sebuah buku.

Sampai suatu hari, ada makhluk dari masa depan yang datang ke masa itu untuk merebut rumah Tetsu. Apalagi makhluk masa depan tersebut (yang memiliki ratu bernama Alice) juga memiliki sertifikat tanah rumah Tetsu di masa depan. Bukan hanya makhluk masa depan saja, setelah itu datang juga bajak laut luar angkasa, makhluk dunia bawah tanah, yang juga bertujuan untuk merebut rumah Tetsu. Setelah itu, masih banyak karakter-karakter ajaib lainnya yang datang ke rumah Tetsu. Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah Tetsu berhasil mempertahankan rumahnya? Baca aja deh.

My Opinion:

Pertama tahu manga ini dari animonster. Trus pas elex nerbitin komiknya tanpa ragu saya langsung beli (karena sinopsisnya di animonster cukup menarik). Tapi volume kedua-nya saya baca mangascan-nya di onemanga (ngomong-ngomong manga ini terdiri dari dua volume). Manga ini sendiri merupakan karya dari Fujisaki Ryu, mangaka yang juga mengarang manga Houshin Engi yang lumayan populer di Jepang sana (belum baca).

Satu kata buat manga ini: GILA! Manga ini super gila dan kacau. Karakter-karakternya, ceritanya, makhluk-makhluk yang datang untuk merebut rumah Tetsu, semua kayaknya gak ada yang normal! Tokoh utamanya sendiri, Tetsu, sampai diragukan oleh dewa manga karena karakternya yang tidak sesuai dengan karakter-karakter utama shonen manga dan si tetsu ini mau dipindahkan ke manga lain oleh dewa manga ^^

Selain kegilaan dan kelucuannya, yang menarik dari manga ini juga adalah manga ini banyak memparodikan tokoh-tokoh atau hal yang berkaitan dengan filsafat. Lihat saja dari judulnya, Sakuratetsu Taiwahen yang berarti Sakuratetsu Dialogue. Nama Sakuratetsu merupakan plesetan dari Socrates, filsuf Yunani zaman dulu. Dan tokoh Furato merupakan parodi dari Plato, murid Socrates yang selalu mencatat ajaran-ajaran serta dialog-dialog Socrates (sama dengan di manga ini, meskipun yang dicatat adalah kelakuan-kelakuan ngaco Tetsu ^^). Karakter-karakter lain di manga ini juga banyak mengambil nama tokoh-tokoh  filsafat, seperti Feyerabend (si bajak laut angkasa), Nietzsche (si pangeran kegelapan yang jadi gelandangan karena gak bisa balik ke dunia iblis), Zoroaster (makhluk piaraan Nietzche yang bisa berganti kepribadian melalui makanan yang dimakannya), dan lain-lain.

Ilustrasinya sendiri menurut saya terlalu ramai dan terlalu heboh, sehingga agak mengganggu kenikmatan bacanya. Selain itu, kelucuan dari manga ini gak mudah ditangkep hanya dengan sekali baca (saya juga baru nyadar manga ini lucu BUANGET pas baca untuk kedua kalinya). Di Jepang sendiri, manga ini sepertinya tidak begitu populer (dan ketidakpopuleran manga ini pun disinggung dalam manga ini, diceritakan karakter dewa manga dalam komik ini bermaksud untuk menyudahi serial komik ini dengan memberi penyerang baru ke rumah Tetsu, yang bukan makhluk aneh-aneh seperti sebelumnya, tapi dengan suatu karakter anak sekolah biasa yang diberi nama PEMBACA ^^).

Ja, segini aja reviewnya. Overall, manga ini sangat menarik. 4 bintang deh 😀

nb: Gambar diambil dari onemanga.com. Yang tertarik untuk baca manga ini, bisa baca mangascan-nya si sini atau bisa juga beli komiknya yang terbitan Elex Media.

My Rating: 4 / 5

Read Full Post »

Film ini menceritakan tentang persahabatan seorang manusia dengan vampir. Jadi tersebutlah ada sebuah kota (fiksi, tentunya) bernama Mallepa di daratan Cina. Kota tersebut adalah kota yang penuh kejahatan dan banyak imigran miskin Jepang yang tinggal di sana. Contohnya Sho, seorang bocah cilik yang pada suatu hari mencoba untuk mencuri uang dari seorang pria bersama kakaknya, Shinji, dan sahabatnya, Toshi. Pencurian yang mereka lakukan malah berbalik menjadi mereka yang terancam oleh pria yang mereka curi tersebut. Pria tersebut memegang pistol dan berhasil melukai kaki Shinji. Namun, mereka akhirnya selamat karena pria tersebut kemudian dibunuh oleh seorang misterius yang sedang diam di tempat mereka diam tadi. Bukan hanya dibunuh saja, tapi juga dihisap darahnya. Sho yang melihat kejadian tersebut bukannya takut, ia malah akhirnya bersahabat dengan pria bernama Kei (diperankan Hyde) tersebut yang ternyata seorang vampir.

Sho (diperankan GACKT ) pun tumbuh dewasa. Bersama Kei dan Toshi (Yamamoto Taro), ia sering melakukan pencurian-pencurian (yang dilakukan pada orang jahat) dengan kedok pengantar pizza (yg dilakukan oleh Toshi, jadi mereka mengantarkan pizza yang dibubuhi obat tidur supaya mereka bisa mencuri). Suatu hari, mereka bertekad mencuri pada sebuah kelompok. Di sana, mereka bertemu dengan Son (Lee-Hom Wang), pria pribumi yang datang untuk membunuh ketua kelompok itu karena  ketua kelompok itu pernah memperkosa adiknya. Karena itulah, bekerjasama dengan Son, Kei dan Sho terlibat baku tembak dengan orang-orang kelompok itu. Setelah baku tembak tersebut selesai, Sho dan Kei bersahabat dengan Son. Mereka juga dikenalkan Son pada adiknya, Yi Che, wanita manis yang menolak untuk berbicara. Sho kemudian jatuh cinta pada Yi Che, sementara Yi Che sendiri tampaknya menyukai Kei.

Indahnya persahabatan mereka sayangnya hanya dirasakan dalam waktu singkat. Ada dua orang yang ternyata dendam pada Sho dkk. Hal itu membuat Toshi terbunuh, dan pada saat itu Kei akhirnya terpaksa menolong dan membunuh dua orang tersebut, serta menghisap darah keduanya. Hal itu dilihat Son dan Yi che, hingga jati dirinya sebagai vampir ketahuan. Beberapa tahun berlalu sejak kejadian itu, Sho menjadi seorang mafia besar dan menikah dengan Yi Che, dan mempunyai anak yang manis bernama Hana. Son menjadi anak buah seorang mafia lokal yang ternyata merupakan kelompok yang membunuh Toshi, hal itu membuat pertemanan Sho an Son jadi renggang. Kei sendiri ditahan di sebuah penjara yang jauh dari Mallepa. Lalu, apa yang akan terjadi pada mereka? Ayolah ditonton aja.

My Opinion:

Sulit untuk tidak menilai film ini secara subjektif. Secara ya *alah, secara*, dulu (pertama nonton waktu SMP) saya tergila-gila sama film ini, mungkin disebabkan oleh rasa cinta saya pada Hyde yang begitu besar. Iya jadi kelebihan film ini adalah dengan memasangkan dua bintang J-Rock yang sangat terkenal di Jepang, yaitu Hyde, vokalis L’Arc~en~Ciel, dan GACKT. Sehingga film ini banyak menarik minat fans bishounen tersebut.

Dari segi cerita, film ini mungkin gak beda dengan film gangster-gangster lainnya (tapi film ini masih ¼ film gangster) dengan bumbu persahabatan, romantisme, dan lain-lainnya. Secara keseluruhan sih cukup menghibur, meskipun ada beberapa (sedikit sih) bagian yang membosankan. Adegan baku tembak (saat pertama kali bertemu Son) itu keren. Adegan baku tembak yang terakhir juga keren. Trus, adegan saat Toshi terbunuh juga cukup mengharukan dan pernah bikin saya nangis waktu menontonnya.

Sebagai debut, Hyde dan Gackt menampilkan akting yang cukup baik. Dan Hyde itu image-nya memang COCOK dengan vampir (jangan-jangan dia vampir beneran lagi, mengingat keawetmudaannya *alah*). Jadi saya merasa dia pas sekali memerankan Kei, vampir yang menurut saya jauuuuh LEBIH KEREN dan LEBIH HOT dari Edward Cullen. Apalagi ya emang pada dasarnya saya dulu ngefans abis-abisan sama Laruku dan amat memuja om satu itu, hehe. Menarik melihat perasaan-perasaan Kei, di mana sebagai vampir berarti ia abadi, tidak akan pernah bertambah tua dan tidak bisa mati (kecuali kalau kena matahari), dan hal itu membuatnya menderita karena membayangkan suatu hari Sho dan yang lainnya bertambah tua dan mati, sedangkan dia tetap hidup dan menderita. Kalo untuk Gackt sih, saya gak bisa ngomong banyak, tapi film ini juga tentunya akan memuaskan para penyuka YAOI karena memasangkan Hyde dan Gackt. Apalagi selama pembuatan film ini, banyak isu yang mengatakan kalo GACKT itu naksir berat sama Hyde. Udah gitu mereka bikin photo-book bareng lagi!

Selain mereka berdua, yang gak boleh dilupakan adalah Yamamoto Taro yang tampil sebagai Toshi. Berbeda dengan perannya di film lain, seperti saat ia jadi Kawada yang kuat di Battle Royale, di sini ia digambarkan paling lemah dan paling ceria. Lee Hom Wang (artis Taiwan (?) yang merupakan penyanyi terkenal) pun tampil memikat (dan ngomong-ngomong dia pun GANTENG ya). Zeny Kwok sebagai Yi Che pun cukup baik memerankan Yi Che yang tidak pernah bicara.

Endingnya cukup manis buat saya. Penampilan cameo Anne Suzuki (sebagai Hana besar) lumayan memberi warna pada film ini meskipun hanya tampil sebentar.

Segitu aja review-nya. Untuk penggemar Hyde dan GACKT (serta Lee Hom) sangat disarankan untuk menonton film ini. Untuk yang bukan, boleh juga buat nonton meskipun mungkin kalo bukan penggemar Hyde / Gackt film ini mungkin tidak akan terlihat menarik (tapi bisa jg jadi menarik kok *alah plin plan*). 3, 5 bintang deh.

Nb 1: Yaoi itu hubungan antara cowok dengan cowok. Ssst, jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Hyde dan Gackt ini yaoi-nya akibat persepsi fans sih. Banyak sekali cewek pecinta yaoi, dan band / boyband Jepang itu sering jadi sasaran mereka. Apalagi karena cowok-cowok Jepang itu (seperti Hyde dan GACKT) cantik-cantik, sehingga hubungan sesama jenis terlihat jadi manis. Tapi kebanyakan itu fans yang melebih-lebihkan (tapi siapa suruh si Gakuhai (Gackt+Haido / Hyde) itu suka ngasih fanservice!)

Nb 2: Jangan dilupakan kalau KANATA HONGO main di film ini sebagai Sho kecil. Kanata Hongo di sini masih mungil dan IMUT sekali. Wuiiih, pengen bawa pulang deh (dan sekarang dia udah gede-nya tambah berkilau dong) :p

My Rating: 3,5 / 5

Read Full Post »

[MOVIE] Bride Wars (2009)

Liv Lerner (Kate Hudson) dan Emma Allen (Anne Hathaway), adalah dua orang yang bersahabat sejak kecil. Sejak kecil, mereka sama-sama memiliki sebuah impian untuk menikah di sebuah wedding hall terkenal bernama The Plaza pada bulan Juni. Mereka pun tumbuh bersama dan menemukan tambatan hati masing-masing. Dan kebetulan, mereka dilamar oleh pacar mereka masing-masing pada saat yang berdekatan.

Tentunya ini hal yang membahagiakan untuk mereka berdua, karena itu artinya mereka sama-sama akan menikah dalam waktu yang berdekatan. Mereka lalu pergi ke The Plaza dan menemui seorang wedding planner bernama Marion. Waktu telah ditetapkan dan mereka akan menikah di tanggal yang berbeda pada bulan Juni. Namun, Marion menghubungi mereka kembali dan memberitahu mereka bahwa telah terjadi kesalahan pada pihaknya yang membuat tanggal pernikahan Liv dan Emma ditempatkan pada tanggal yang sama.

Kedua sahabat ini ternyata masing-masing tidak mau mengalah dan tidak mau memundurkan tanggal pernikahan masing-masing. Hal ini membuat pertengkaran terjadi antara mereka, sehingga Liv dan Emma bertekad untuk saling mengacaukan pernikahan mereka. Perang dingin pun dimulai di antara kedua sahabat yang tadinya sangat lengket ini. Mereka jadi kerepotan lagi dalam mencari pendamping pengantin wanita untuk mereka (berhubung awalnya Liv dan Emma akan saling berganti menjadi pendamping). Berbagai cara juga dilakukan Emma dan Liv untuk menyatobase masing-masing dari mereka, seperti memberikan coklat pada Liv yang membuatnya lebih gemuk hingga gaun pernikahannya tidak muat, membuat kulit Emma jadi super coklat, membuat rambut Liv jadi biru, dan hal-hal lainnya. Lalu, bagaimana selanjutnya? Apakah hal tersebut membuat mereka puas? Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka? Ayo kak, ditonton :p

My Opinion:

Saya suka film ini XD. Ceritanya sih sederhana aja, dan cewek banget. Lucunya melihat persahabatan mereka berdua yang berubah menjadi pertengkaran dan perang dingin hanya karena mereka akan menikah di tanggal yang sama. Selain itu berbagai hal yang dilakukan oleh mereka untuk menyabotase sahabatnya masing-masing sangat konyol dan lumayan bikin ketawa.

Karakteristik dua sahabat ini juga sangat kuat. Liv merupakan wanita karir yang sifatnya rada nge-boss dan terlihat lebih dominan daripada Emma. Emma sendiri yang seorang guru SD, memiliki sifat yang lembut dan kalem. Dan karakter Emma di sini yang paling banyak mengalami perubahan karena perang dingin tersebut. Emma yang awalnya sangat lembut, berubah menjadi (hmm….gimana ya mendeskprisikannya) sangat egois karena ia bosan selalu jadi yang mengalah. Salut untuk akting Anne Hathaway yang memerankan Emma. Aktingnya waktu sedang mengacaukan bachelor party Liv oke banget! Haha. Kate Hudson pun sangat bagus dalam memerankan Liv yang berkarakter wanita kuat dan keras kepala. Rambut lurusnya itu juga menurut saya lumayan memperkuat image karakternya.

Film ini memberi pelajaran pada kita mengenai persahabatan. Dalam persahabatan, pastilah ada berantem-berantemnya, iya kan? Dan biasanya ya, kalau sahabat baik itu kalo berantem gak bakal seneng kalo berantemnya lama-lama. Seperti pada Liv dan Emma, setelah berbagai cara yang mereka lakukan dalam menyatobase masing-masing dari mereka, akhirnya mereka tidak merasa bahagia sama sekali dengan apa yg telah mereka lakukan. Dan hal itu mengacaukan segalanya, termasuk hubungan mereka dengan pasangannya yang mulai jenuh dengan hal-hal jahat yang mereka lakukan.

Endingnya cukup menyenangkan dan cukup memberi kejutan, yaitu tentang yang terjadi pada karakter Emma selanjutnya (gak mau spoiler ah). Film ini recommended kok, cocok untuk ditonton oleh para penyuka cerita-cerita drama persahabatan dengan sentuhan komedi. 4 bintang deh.

My Rating: 4 / 5



Read Full Post »

L: Change the World adalah spin off dari Death Note, film yang diangkat dari sebuah manga karangan Takeshi Obata yang sangat populer baik di Jepang mau pun di luar Jepang. Film ini memfokuskan pada karakter L (Ken’ichi Matsuyama), si detektif nyentrik yang sangat berambisi menangkap Kira.

Jadi, dalam film ini, kan ceritanya si L (yang ternyata bernama asli L. Lawliet) menuliskan namanya sendiri di death note, dengan keterangan ia akan meninggal dengan tenang 23 hari kemudian.  Dalam 23 hari menjelang kematiannya, L dihadapkan pada sebuah kasus di mana ada sebuah kelompok yang mengembangkan sebuah virus berbahaya yang bisa memusnahkan umat manusia. Kelompok ini bertujuan untuk mengurangi jumlah populasi manusia yang semakin lama semakin banyak. Namun, mereka menemui kesulitan karena mereka tidak bisa membuat vaksinnya (suatu virus tidak bisa dijalankan kalo tidak ada vaksin, karena mungkin bisa membahayakan si pembuatnya sendiri). Karena itulah, salah satu dari mereka, Kujo-sensei  (yang punya nama sandi K), seorang ilmuwan wanita, meminta Nikaido-sensei, teman sesama ilmuwannya, untuk membuat vaksin tersebut.

Awalnya Nikaido-sensei tidak tahu mengenai niat jahat Kujo-sensei dan kelompoknya tersebut. Setelah Kujo-sensei serta kelompoknya menunjukkan maksud dan tujuannya tersebut dan mendesak Nikaido-sensei untuk membuat vaksinnya (dan ternyata vaksinnya sudah berhasil dibuat Nikaido-sensei), Nikaido-sensei memilih untuk menghancurkan satu-satunya vaksin tersebut serta membunuh dirinya sendiri dengan virus tersebut. Hal itu dilihat oleh Maki, putri Nikaido-sensei, yang langsung shock melihat kejadian tersebut, dan langsung kabur ke alamat yang sebelumnya dipesankan oleh ayahnya, yaitu alamat Watari, dan bertemu dengan L. Kelompok tersebut lalu datang menemui Maki di tempat L untuk mencari data-data vaksin tersebut. Karena suatu kejadian, Maki juga terinfeksi virus tersebut, dan bersama-sama dengan L serta seorang bocah Thailand (yang merupakan satu-satunya orang yang tidak terinfeksi virus saat virus tersebut menyerang Thailand), mereka kabur dari tempat itu dan berusaha untuk menemukan vaksin dari virus tersebut? Bagaimana selanjutnya? Apakah L berhasil menemukan vaksin tersebut dengan batas waktu 23 hari saja? Tonton aja deh.

My Opinion:

Ya, film ini lumayan menarik buat saya, meskipun tidak seseru Death Note. Di film ini kita bisa mengenal karakter L jauh lebih dalam. Selain itu, kita juga bisa melihat sisi kemanusiaan L yang tidak diperlihatkan di dua film Death Note sebelumnya, melalui interaksi-interaksinya dengan dua anak kecil yang menemaninya selama beberapa hari sebelum kematiannya. Lucu liat adegan pas L dipaksa Maki untuk berjalan tegak *dan si L nurut-nurut aja*

Film ini di bagian-bagian awalnya menurut saya rada membosankan, tapi ke tengahnya lumayan menarik. Adegan Nikaido-sensei bunuh diri itu cukup menyayat hati dan menegangkan. Adegan di Thailand saat F dikejar-kejar juga agak menyedihkan.

Dari sisi akting, Ken’ichi Matsuyama sepertinya sudah melekat banget dengan karakter L. Kadang-kadang saya suka mikir kalau Ken’ichi dan L itu dua orang yang berbeda, karena di luar jadi L perannya selalu beda (seperti perannya di Detroit Metal City yang jauh berbeda dengan karakter  L). Ken’ichi sangat sukses memerankan karakter L, si detektif nyentrik penyuka makanan manis yang gerak-geriknya selalu ajaib.

Endingnya cukup manis dan touching. Saya jadi gak rela kalau si L ini bakal mati bentar lagi (untungnya gak diliatin bagaimana kematiannya). Apalagi si L ini, yang awalnya nerima-nerima aja bahwa dia akan mati sebentar lagi, mulai punya harapan untuk ingin hidup lebih lama.

Baiklah, segini aja reviewnya. Film ini bagus kok, tapi saya masih lebih suka Death Note karena lebih tegang ^^. Film ini cocok untuk ditonton penggemar Death Note serta penggemar L. 3,5 bintang deh.

My Rating: 3,5 / 5

Read Full Post »

[MOVIE] I Am Sam (2001)

Baru nonton film ini lagi dan saya nangis lagi karena film ini. Oke mari kita mulai reviewnya.

Sam Dawson (Sean Penn) adalah seorang ayah dengan keterbelakangan mental dan memiliki tingkat intelejensi yang sama dengan anak usia 7 tahun. Ia memiliki seorang putri yang cantik dan cerdas, Lucy (Dakota Fanning), dan mengasuhnya seorang diri (dgn dibantu teman-temannya jg sih) karena ibunya Lucy yang bernama Rebecca  langsung kabur setelah melahirkan Lucy (karena malu memiliki pasangan seperti Sam yang memiliki keterbelakangan mental).

Keterbelakangan mental yang diderita Sam membuat pihak lembaga perlindungan anak khawatir pada masa depan Lucy dan menganggap Sam tidak akan bisa mengurus Lucy. Lucy pun dipisahkan dari Sam, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-7. Tentunya Sam tidak tinggal diam melihat hal ini. Ia berusaha mendapatkan hak asuh atas anaknya, dan dengan bantuan teman-temannya, ia berusaha mencari pengacara untuk mendapatkan hak asuhnya pada Lucy. Pengacara itu bernama Rita Harrison (Michelle Pfeiffer). Pengacara cantik yang egois dan pemarah itu awalnya tidak mau membantu Sam, tapi karena rasa gengsinya pada sesama teman-teman  pengacaranya, ia akhirnya mau membantu Sam secara cuma-cuma alias gratis! Jadi bagaimana selanjutnya? Apakah Sam akan memenangkan kasusnya dan mendapatkan hak asuh atas Lucy? Tonton aja deh.

My Opinion:

Film ini emang jago banget bikin saya berkaca-kaca walaupun udah ditonton berapa kali. Ceritanya sangat menyentuh dan siapa pun yang menontonnya pasti akan terenyuh melihat tingkah laku Sam dalam usahanya untuk mendapat hak asuh atas Lucy. Beberapa menit pertama aja udah sukses bikin saya berkaca-kaca, contohnya di scene saat Sam mau membelikan Lucy sepatu. Itu adegan favorit saya plus adegan itu betul-betul mengharukan sekali, melihat banyaknya orang yang menyayangi Lucy dan Sam. Selain itu saya tersentuh melihat adegan itu karena menyadari kebaikan orang itu betul-betul indah!

Selain adegan itu, masih banyak adegan-adegan lain dari film ini yang menyentuh dan sangat memorable, tapi gak cheesy. Selain itu, yang saya suka dari film ini adalah akting serta karakterisasi tokohnya. Sean Penn bener-bener bagus banget aktingnya. Dan Dakota Fanning? Di usianya yang masih sangat muda di film itu, ia menunjukkan akting yang betul-betul cemerlang, I love her <3. Michelle Pfeiffer juga menunjukkan kepiawaiannya dalam berakting sebagai Rita si pengacara egois yang gampang sekali marah. Selain tiga karakter utama itu, karakter teman-teman Sam (juga Annie) juga tidak boleh dilupakan karena teman-temannya Sam ini turut memberi ‘nyawa’ pada film ini. Saya suka sekali melihat teman-teman Sam, meskipun karakter mereka bisa dibilang aneh semua, namun mereka sangat mendukung dan selalu menyemangati Sam.

Yang bikin film ini makin menarik adalah soundtracknya, yaitu lagu-lagu the Beatles (namun dicover penyanyi lain) yang sangat pas dalam mengisi momen-momen yang ada di film ini. Di film ini juga diceritakan bahwa Sam adalah penggemar berat The Beatles dan banyak sekali perbincangan soal the Beatles di film ini. Nama Lucy (yang bernama lengkap Lucy Diamond Dawson) juga diambil dari salah satu judul lagu the Beatles yang berjudul Lucy in the Sky With Diamond. Begitu pula dengan nama si pengacara, Rita Harrison, nama Rita diambil dari lagu Lovely Rita-nya The Beatles, dan nama belakangnya Harrison sama seperti nama belakang salah satu personil the Beatles, George Harrison. Di sini juga ada adegan Lucy, Sam, dan kawan-kawannya berjalan melewati zebra cross dengan memegang balon-balon, seperti pada cover album Abbey Road-nya The Beatles. Tagline film ini pun bertajuk “love is all you need”, plesetan dari lagu the beatles yang berjudul All You Need Is Love (dan kalimat ini juga diucapkan Lucy saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang pengadilan). Dan salah satu hal paling menyentuh dari film ini, ketika Sam menjawab pertanyaan dari penuntut (berhubungan dengan the Beatles juga): “OK, remember when Paul McCartney wrote the song “Michelle” and then he only wrote the first part, Annie said. And then he gave that part to John Lennon, and he wrote the part that said, “I love you, I love you, I love you.” And Annie said that it wouldn’t have been the same song without that… and that’s why the whole world cried when the Beatles broke up on April 10, 1970.” Kutipan ini menunjukkan bahwa sama halnya dengan pada lagu Michelle, di mana Paul dan John saling melengkapi dalam membuat liriknya, begitu pula dengan Sam dan Lucy, mereka pun saling melengkapi.

Jadi buat yang belum nonton, cepet tonton deh. Banyak yang bisa diambil dari menonton film ini, misalnya dari sosok Sam yang terbelakang mental namun memiliki rasa sayang yang besar pada Lucy. Kepolosannya pun sanggup mengubah dan menyentuh seseorang dengan keegoisan tinggi macam Rita. Saya kasih 5 bintang deh 🙂

My Rating: 5 / 5

Read Full Post »

Penulis: Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya, Iman Hidayat

Novel yang ditulis secara keroyokan ini (penulisnya ada empat orang!) bercerita tentang 4 orang sahabat yang bersahabat sejak kecil. Mereka adalah Francis, Farah, Retno, dan Jusuf. Nah, dalam persahabatan antara cewek-cowok ini, pasti ada benih-benih cinta yang menghiasi persahabatan mereka. Farah sejak dulu memendam cinta pada Francis. Francis sendiri mencintai Retno, dan sudah dua kali ditolak oleh Retno. Jusuf sendiri diam-diam mencintai Farah dan ingin sekali mengungkapkan perasaannya itu pada Farah.

Saat dewasa, mereka bekerja di negara yang berbeda-beda. Cerita pun dimulai saat Francis memberitahu ketiga sahabatnya melalui e-mail bahwa dia akan menikah dengan seorang wanita dan mengundang mereka untuk datang ke pernikahannya di Barcelona. Masing-masing dari mereka akhirnya berusaha untuk pergi ke Barcelona dari negara mereka masing-masing, untuk datang ke pernikahan Francis serta untuk menyelesaikan segala urusan ‘hati’ yang membayangi persahabatan mereka.

My Opinion:

Novel ini sebenernya biasa aja, khas chicklit-chicklit gagasmedia, ceritanya ringan dan ada unsur komedinya. Yang menjadikan novel ini menarik adalah traveling-nya itu. Masing-masing tokoh, dengan budget terbatas (seperti Jusuf)  berusaha untuk mencapai tujuannya dengan caranya masing-masing. Di sini juga diselipkan bermacam-macam tips seputar traveling, lumayan memberi pengetahuan juga. Dan perjalanan mereka juga bikin saya ngiri berat, melalui negara-negara yang mereka lewati, aih mau dooooong jalan-jalan keliling dunia.

Novel ini ditulis dengan sudut pandang masing-masing karakter (mungkin tiap penulis mengerjakan satu karakter). Sudut pandangnya mengingatkan saya pada novel Kamar Cewek-nya Ninit Yunita dan Okke Sepatumerah (dan ngomong-ngomong Ninit Yunita juga salah satu penulis novel ini), karena untuk membedakan masing-masing karakter para penulis memakai kata ganti: aku, saya, gua, gue (sama seperti pada Kamar Cewek). Karakternya juga menurut saya karakter-karakter khas chicklit. Ada yang serius, ada yang tenang, ada yang ngocol, dll. Karakter Farah itu tipikal cewek chicklit banget (kalo boleh nebak yang nulisnya pasti Ninit Yunita). Dan karakter Jusuf yang suka dipanggil Ucup ini, pasti Adhitya Mulya yang nulisnya! Cuman sayangnya humor yang ditampilkan melalui karakter Jusuf ini menurut saya gak selucu humor yang ditampilkan dalam novel Adhitya Mulya sebelumnya seperti Jomblo dan Gege Mengejar Cinta. Di sini humornya cenderung berlebihan dan garing *seperti joke sapi terbang itu*.

Secara keseluruhan, novel ini adalah novel yang menarik untuk dibaca. Ceritanya ringan dan mudah dicerna, cocok untuk dibaca untuk mengisi waktu luang. Awalnya saya mau ngasih 3 bintang aja buat novel ini, tapi karena cerita travelingnya yang menarik, saya tambah 0,5 deh jadi 3, 5 bintang 🙂

My Rating: 3,5 / 5

Read Full Post »

Older Posts »