Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘horikita maki’

Hai! Kali ini saya akan me-review salah satu dorama yang sangat berkesan buat saya sampai sekarang, yaitu Densha Otoko. Sampai sekarang saya menobatkan dorama ini sebagai salah satu dorama terbaik yang pernah saya tonton. Dorama ini pertama kali saya tonton waktu kelas 3 SMA, dan udah sering banget saya tonton ulang *sampe dvd-nya macet*

Di Jepang, dorama ini sendiri sangat populer dan banyak mendapat penghargaan.  Cerita dalam dorama ini diangkat dari kisah nyata, yaitu dari percakapan-percakapan pada sebuah thread di 2channel, salah satu message board terkenal di Jepang sana. Kisah tersebut dengan cepat menjadi terkenal dan diangkat ke banyak media, mulai dari film bioskop, komik, novel, dan salah satunya ya dorama yang saya review sekarang ini.

Densha Otoko (Train Main) ini bercerita tentang kisah cinta antara seorang otaku dengan seorang perempuan cantik. Nah, apa sih otaku itu? Pengertian umumnya sih, otaku dapat diartikan sebagai orang yang sangat menggemari suatu hobi (dan cenderung fanatik terhadap hobi tersebut). Arti otaku sendiri kemudian menyempit dan sering diartikan sebagai orang yang sangat menggemari anime/manga/game. Di Jepang sendiri, Otaku dianggap negatif karena mereka dianggap terlalu berlebihan dan hampir bisa disamakan dengan freak atau maniak (padahal kalo di Indonesia, banyak orang yang bangga menganggap diri mereka sebagai otaku).

Yamada Tsuyoshi (Ito Atsushi) adalah orang yang bisa dibilang memenuhi kriteria sebagai seorang otaku. Ia sangat menggemari anime dan manga. Kamarnya dipenuhi banyak merchandise anime manga (yang bikin saya sirik karena saya pengen itu semua). Tiap minggunya ia sering pergi ke akihabara (distrik yang terkenal sebagai pusat perdagangan alat-alat elektronik dan hal-hal yang berhubungan dengan anime-manga di Jepang) bersama teman-temannya yang juga sesama otaku. Dari segi penampilan, pria kantoran ini bisa dibilang memiliki penampilan yang menyedihkan dan gaya berpakaian yang cenderung culun. Ia juga agak rendah diri dan gampang grogian.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang ke rumahnya, ia melihat seorang wanita cantik (diperankan Ito Misaki) di kereta api dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita itu. Lalu tiba-tiba saat itu juga ada seorang pria tua yang sedang mabuk muncul dan mengganggu para penumpang kereta, dan juga mengganggu wanita cantik tersebut. Dengan segenap keberanian, Yamada menolong wanita tersebut, meskipun akhirnya ia malah terluka karena mendapat pukulan dari pria mabuk tersebut. Namun, si wanita cantik tersebut (juga para penumpang lainnya) sangat berterimakasih pada Yamada dan meminta Yamada menuliskan alamatnya. Yamada yang kemudian pulang setelah kejadian itu, menuliskan pengalamannya tersebut di sebuah forum bernama Aladdin channel, pada sebuah thread khusus untuk pria single. Ceritanya tersebut mendapat banyak tanggapan dari user-user lainnya, mereka mengatakan bahwa wanita cantik tersebut pasti akan mengirimkan sesuatu padanya sebagai ungkapan terimakasih. Awalnya Yamada tidak yakin akan hal tersebut, namun keesokan harinya ia dikejutkan dengan kedatangan sebuah paket berisi seperangkat cangkir dengan merk Hermes (merk yang bisa dibilang ‘mahal’) dari wanita tersebut. Yamada amat terkejut dan ia kembali melaporkan hal tersebut di forum, dan teman-teman forumnya kemudian menganjurkannya untuk menghubungi wanita tersebut. Akhirnya, dengan bantuan teman-teman forum yang sama sekali tidak dikenalnya itu, Yamada berusaha untuk mendekati wanita tersebut (yang kemudian disebut dengan nama “hermes” di forum, yamada sendiri kemudian mendapat julukan  “densha otoko” yang bisa diartikan sebagai lelaki kereta api). Atas saran teman-teman forumnya, ia mulai mengganti penampilannya menjadi lebih baik dan menyembunyikan jati dirinya sebagai otaku (karena otaku sering dianggap negatif di Jepang sana). Lalu, apakah usaha Densha Otoko ini berhasil? Apakah ia berhasil meraih hati Hermes? Tonton aja deh.

Menurut saya, dorama ini sangat bagus dan menyentuh. Paket komplit kalo boleh saya bilang. Lucu, romantis, dan mengharukan. Selain itu, yang menjadi kelebihan dorama ini buat saya malah bukan kisah cintanya, tapi kisah persahabatan antara para user Aladdin channel tersebut (yang semuanya tidak saling mengenal sama sekali). Usaha yang dilakukan Densha dalam mendekati Hermes, mengetuk hati para anggota Aladdin channel lainnya dan membuat mereka jadi memiliki keberanian dalam menghadapi masalahnya masing-masing.

Akting pemainnya pun top! Ito Atsushi sangat pas memerankan si densha otoko yang culun dan agak rendah diri. Begitu juga dengan Ito Misaki yang cantik banget di sini. Tapi, yang paling saya suka aktingnya di sini adalah Shiraishi Miho yang berperan sebagai Jinkama-san. Mantep banget dah aktingnya di sini! Gak heran kalo dia dapet penghargaan sebagai best supporting actress pada 46th Television Drama Academy Awards melalui dorama ini. Aktor aktris lainnya pun berperan sangat baik di dorama ini, seperti Hayami Mokomichi dan Horikita Maki. Oh ya, di dorama ini juga ada Shun Oguri loh, sebagai admin Aladdin channel yang hampir gak pernah bicara di dorama ini (cuma di episode2 akhir aja dia akhirnya bicara).

Soundtrack-nya pun bagus-bagus. Dorama ini dibuka dengan pemandangan di akihabara dengan latar musik lagu Mr. Roboto-nya Styx. Opening theme-nya pun (yang berlatar musik lagu Twilight-nya Electric Light Orchestra) dibikin dengan sangat niat karena menampilkan sebuah tayangan animasi dari Getsumen Heiki Mina, anime ‘fiktif’ yang sangat digemari oleh densha otoko. Sampai-sampai, kepopuleren Densha Otoko membuat Getsumen Heiki Mina ini dibikin sebagai serial animasi beneran di Jepang sana. Ending song-nya pun gak kalah enak, lagu Sekai wa Sore wo Ai to Yobun da ze dari Sambomaster.

Well, kesimpulannya dorama ini buat saya bagus dan sangat recommended. Dorama ini mengajarkan keberanian pada kita melalui usaha yang dilakukan si Densha Otoko dalam mendekati Hermes. 5 bintang dari saya!

Rating : 1 2 3 4 5

Advertisements

Read Full Post »

Kiritani Shuuji (Kamenashi Kazuya) adalah cowok baik hati dan juga populer di sekolahnya. Ia pandai bergaul, suka membantu sesama, disukai banyak orang, punya pacar cantik, Uehara Mariko (Toda Erika) yang juga sama-sama populer, juga disukai guru-guru. Namun, itu semua hanyalah kepalsuan belaka. Ia berbuat baik hanya karena ingin menjadi populer dan karena ingin orang lain juga berbuat baik padanya. Ia juga mendekati Mariko hanya karena ingin menambah kepopulerannya, karena sesungguhnya ia tidak menyukai gadis itu. Bagi Shuuji hidup adalah permainan, karena itu ia terus ‘berakting’ sebagai Kiritani Shuuji si mr. perfect yang baik hati.
Lalu ada Kusano Akira (Yamashita Tomohisa), teman sekelas Shuuji yang cenderung aneh dan agak terasingkan.Shuuji tidak menyukai dia karena hanya saat di depan Akira-lah ia bisa menunjukkan karakter aslinya.
Lalu ada Kotani Nobuko (Horikita Maki), murid pindahan dengan penampilan mirip Sadako (hehe) yang sangat rendah diri dan sejak menjadi murid pindahan ia menjadi sasaran bully dari cewek-cewek geng di kelasnya. Lalu, setelah melalui beberapa hal, Shuuji dan Akira memutuskan untuk bersama-sama membuat Nobuko (yg nantinya dipanggil Nobuta) yang sangat rendah diri itu menjadi cewek paling populer di sekolahnya. Lalu, bagaimana selanjutnya? ayo deh tonton aja.

My Opinion:
Ini adalah salah satu dorama yang paling paling paling saya suka di antara dorama Jepang lainnya. Maaf ya kalo reviewnya telat banget, padahal nontonnya udah lama banget (waktu kelas 2 SMA) dan sampai sekarang gak keitung berapa kali ditonton ulang. Saya suka banget sama ceritanya, komedinya, akting para pemainnya, semuanya deh. Dorama ini menceritakan persahabatan yang aneh namun dalam. Ketiga orang ini: Shuuji, Akira, dan Nobuta, masing-masing mempunyai karakter yang sangat berbeda. Namun, setelah melalui berbagai macam proses yang menyakitkan, ketiganya dapat bersahabat tanpa adanya kepura-puraan sama sekali. Seperti Shuuji, yang dalam hidupnya selalu berpura-pura, hanya di depan Akira dan Nobuta lah ia bisa menunjukkan dirinya yang sesungguhnya. Melalui persahabatan mereka, Shuuji mulai belajar untuk bersikap jujur, karena ia sendiri menyadari bahwa berbohong itu menyakitkan.
Di dorama ini saya suka banget sama karakter Akira yang diperankan oleh Yamashita Tomohisa alias Yamapi. Yamapi bagus banget dalam memerankan Akira yang cenderung agak aneh dan suka seenaknya. Saya suka banget liat kelakuan-kelakuan ajaib Akira ini, seperti tiap saat dia berucap “kon-kon” atau mengajarkan Nobuta mantra “Nobuta pawaaa ~ shunyuu” (Nobuta Power enter), juga kalo dia jalan dengan tangan melambai-lambai. Saya sempet cinta banget sama Yamapi loh gara-gara perannya sebagai Akira ini. Sayang banget di dorama lainnya akting Yamapi ga sebagus ini karena aktingnya di dorama lain cenderung datar.
Kame juga pas memerankan Shuuji, si cowok populer yang hidupnya penuh kepura-puraan. Saya suka melihat perbedaan karakternya saat dia berada bersama teman-temannya (menjadi mr. perfect) dengan saat ia bersama Akira dan Nobuta.
Dan Maki, pertama kali saya liat Maki-chan di dorama ini, dan perannya sangat meyakinkan sehingga awalnya saya mengira dia memang seperti itu ^^ Makanya pas nonton dorama Maki yang lainnya saya kaget karena di dorama lainnya ia cantik banget, beda dengan di Nobuta ini yang agak menyeramkan. Hihi. Aktingnya top banget lah di dorama ini. Gesture, serta suaranya yg cenderung diserakkan (padahal aslinya nyaring banget), cocok dengan karakter Nobuta yang rendah diri. Saya juga suka pengen ketawa tiap liat senyumnya Nobuta yang lebih mirip ringisan orang sakit perut ^^
Selain itu, yang saya suka dari dorama ini adalah proses Akira dan Shuuji dalam memproduksi Nobuta menjadi populer. Mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri. Dan hasilnya pun, Nobuta bisa jadi populer tanpa menghilangkan kepribadian aslinya. Suka liat kan, di film-film, orang-orang jelek dan pemalu (yang biasanya dikatakan jelek karena memakai kawat gigi, kacamata, serta rambut diikat — dan begitu semua itu dilepas langsung jadi cantik banget) yang bertransformasi jadi cantik langsung berubah total dan jadi penuh percaya diri. Nah, di Nobuta gak kayak gitu. Ia mampu menjadi populer namun tetap menjadi dirinya sendiri.
Endingnya juga saya suka banget. Meskipun tampaknya banyak yang kecewa (karena Nobuta jadi sendiri lagi), tapi saya rasa itu adalah endingnya yang pas. Dan, meskipun judulnya adalah Nobuta wo Produce yang berarti memproduksi Nobuta, saya rasa yang dirubah menjadi lebih baik di sini bukan hanya Nobuta saja.Tapi juga Shuuji dan Akira, terutama Shuuji. Jadi bagi saya program “memproduksi Nobuta” itu lebih memberi pengaruh yang sangat besar pada Shuuji, karena pada akhirnya ia bisa menghilangkan segala kepalsuan dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi 🙂

My Rating : 5 / 5

Read Full Post »